Bontang

Korban Kebakaran Hanya Tersisa Sarung Melilit di Tubuh

BONTANG – Pria paruh baya dengan mengenakan baju kaos berkerah berwarna putih, dengan bawahan sarung bercorak kotak-kotak duduk bersila di selasar teras rumah berbahan keramik. Didekatnya bersender seorang bocah perempuan yang merupakan cucunya, setia menemani sang kakek.

Dia tampak murung, tak banyak kata keluar dari bibirnya. Hanya sesekali menjawab ketika ada orang yang bertanya. Dia adalah Saharuddin (72) pemilik rumah di Jalan Gurami, RT 3 Kelurahan Tanjung Laut yang hangus terbakar dilahap si jago merah sekitar pukul 18.48 Wita, Selasa (5/11/2019).

Saharuddin tak mengira rumah yang telah dibangun sejak 2004 dari hasil keringatnya itu ludes terbakar. Api tiba-tiba menyala hebat dari sebuah kamar paling depan yang tengah ditinggalkan penghuninya ke pesantren. Hal itu membuat dia, istri, anak, dan cucunya sontak terkejut. Tak berfikir pajang, dia memerintahkan anak dan cucunya untuk keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Jalan Cendana Membara, Lima Rumah Hangus

Sementara itu dia beserta istri, karena api sudah berkobar hebat melahap rumah berbahan kayu di bagian depan, langsung menyelamatkan diri keluar dari belakang rumah. Diduga api ini muncul lantaran terjadi konsleting. “Tidak ada barang yang selamat, cuman pake sarung saja saya keluar, baju ini dikasih orang,” ujarnya sambil tangan kanannya memegang baju.

Melihat musibah yang menimpa warganya, Camat Bontang Selatan, Safarudin yang turun saat peristiwa berlangsung. Segera melakukan koordinasi dengan jajarannya yaitu Lurah, untuk segera mendata kebutuhan yang diperlukan korban. Lantaran kondisi korban yang meprihatinkan. Hanya bermodalkan pakaian di badan, tidak ada harta yang dapat diselamatkan.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos PM) Bontang. Untuk dapat diberikan bantuan dari Pemerintah. “Kami juga akan buka posko di kelurahan sementara waktu, jadi bagi yang ingin menyumbang bisa langsung ke kelurahan,” ujarnya. (Zaenul)

Baca Juga:  Tanjung Bara Membara
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close