Bontang

Siswa Kurang dari 60 Orang, Sekolah Tidak Dapat BOS

BONTANG – Penggabungan atau merger dua sekolah swasta bukan hanya wacana. Upaya ini telah dilakukan oleh SMP Tunas Inti yang dilebur dengan SMP YKP Monamas. Proses merger kedua sekolah ini berlangsung tahun ajaran ini.

Hal ini dibenarkan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparudin. Ia mengatakan, jumlah siswa di SMP Tunas Inti tidak sesuai ketentuan. “Benar di-merger. Prosesnya alamiah karena total pelajar di SMP Tunas Inti tidak mencapai 60,” kata Saparudin.

Nominal ini disebutkan dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan nomor surat 0993/D/PR/2019.

Namun, ucap Saparudin, keputusan merger itu tidak bersifat mutlak meski selama tiga tahun jumlah siswa di bawah ketentuan dasar. Hal ini bergantung pada kemampuan keuangan yayasan.

“Jika jumlah siswa di bawah 60 tiap sekolah, dipastikan sekolah itu tidak menerima bantuan operasional sekolah (BOS). Kalau tanpa dana BOS bisa bergerak, sah saja,” sebutnya.

Besaran BOS untuk satu anak tiap sekolah mencapai Rp 1 juta. Biaya itu dapat digunakan untuk keperluan operasional sekolah. Termasuk menggaji guru. Sementara Kepala Sekolah SMP YKP Monamas Siti Syahriah membantah sekolahnya di-merger. Namun, enam pelajar SMP Tunas Inti dialihkan ke sekolahnya.

“Langkah ini untuk menyelamatkan anak (pelajar). Menurut mereka (yayasan SMP Tunas Inti) karena biaya operasional tidak mencukupi. Kenapa ke Monamas, karena kami merupakan sekolah terdekat dengan mereka,” kata Syahriah.

Ia menyebut, enam pelajar ini bukanlah siswa hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran kali ini. Melainkan pelajar kelas IX. Proses pengalihan dimulai setelah kedua yayasan bersepakat. Tepatnya setelah penerimaan peserta didik baru digelar. “Untuk tahun depan kami belum ada pembicaraan,” tuturnya.

Dengan tambahan ini jumlah siswa di SMP YKP Monamas menjadi 67 siswa. Syahriah berpandangan bahwa jumlah ini masih belum aman dari ketentuan. Oleh sebab itu, diperlukan promosi yang lebih kuat lagi untuk menggaet siswa baru pada tahun ajaran mendatang.

Salah satu bentuk wacananya, pelaksanaan kegiatan Monamas Cup. Kegiatan kejuaraan olahraga ini menyasar siswa sekolah dasar. “Pelaksanaan Monamas Cup ini berpengaruh sekali. Di samping upaya sosialisasi dari pihak sekolah,” ucapnya.

Selain siswa, gerbong perpindahan terjadi di sektor tenaga pendidik. Dua guru melengkapi formasi tenaga pendidik milik SMP YKP Monamas. “Penambahan ini sesuai kebutuhan kami,” pungkasnya. (*/ak/kri/k16/prokal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close