Bontang

Terminal Bontang Geger, Ada Mayat di Dalam Bus

 

BONTANG – Aktivitas pagi di Terminal Bontang mendadak terhenti, Jumat (24/2) kemarin. Penyebabnya, sesosok mayat ditemukan di sebuah bus yang terparkir di terminal yang beralamatkan di Kilometer 6 Jalan Letjen S Parman. Kejadinnya sekira pukul 09.00 Wita.

Adalah Syarifuddin sosok yang dimaksud. Pria 48 tahun yang karib disapa Unding itu ditemukan terbujur kaku di dalam bus Bone Indah Jaya dengan nomor polisi (nopol) KT 7141 BR, jurusan Bontang-Samarinda. Tepatnya di kursi bagian belakang. Posisinya kemarin tengkurap.

Unding merupakan warga Jalan M Yamin Gang Langgar, RT 23 Kelurahan Gunung Kelua Kecamatan, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Apa penyebab tewasnya, masih dalam penyelidikan polisi.

Informasi yang dihimpun, saksi yang terakhir berkomunikasi dengan Unding ialah sopir travel bernama Amir (45), warga Jalan Balikpapan RT 13 Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat. Sekira pukul 07.45 Wita, Amir sempat bergurau dengan korban yang sedang mengelap busnya.

“Sudah, jangan terlalu bersih,” guraunya. Namun korban tak menghiraukannya.

Kemudian sekira pukul 08.00 Wita, ketua RT 28 Gunung Telihan, Ahmad Yani mengaku melihat Unding baru selesai mandi.

Namun, Unding tidak langsung parkir ke tempat pemberangkatan karena belum jadwalnya. Dia pun parkir mundur ke dalam terminal. Saat jadwalnya sudah tiba, petugas mencari Unding. Namun tidak ditemukan.

“Tadi (kemarin, Red.) dia (Unding, Red.) bilangnya mau ganti baju, saat ditemukan sudah tengkurap,” ujarnya.

Saksi lainnya, Agus Sutomo (52) menambahkan, korban merupakan temannya sesama sopir bus Bone Jaya Indah. Dikatakan warga Jalan PM Noor Perumahan Griya Mukti Sejahtera RT 50 Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, sekira pukul 09.00 Wita merupakan jadwal antre bus milik Unding.

Namun, dirinya tak menemukan di mana posisi Unding. Akhirnya Agus mengintip dari kaca depan bus yang dikendarai Unding.

“Memang aku lihat orangnya ada di dalam, di kursi belakang. Tapi karena pintunya terkunci, saya panggil orang lain untuk memastikan dia (Unding, Red.) ini tidur atau apa,” jelas Agus.

Ditanya soal apa yang dilakukan Unding semalam, Agus mengaku tidak tahu. Pasalnya dirinya tidur di dekat traffic light RSUD Taman Husada Bontang, tepatnya di pencucian mobil. Sementara Unding tidur di terminal. Agus hanya menyebutkan, sudah dua hari Unding tidak pulang ke Samarinda karena pada Kamis tidak ada penumpang.

“Tidak ada komunikasi sebelumnya, hanya kemarin sore (Kamis, Red.) kami bertemu karena saya baru datang dari Samarinda. Tapi dia (Unding, Red.) sudah dua hari di sini (terminal, Red.),” ujarnya.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Ade Harri Sistriawan mengatakan, pihak kepolisian mengetahui setelah adanya laporan Hairuddin (24) sekira pukul 09.35 Wita. Pihaknya langsung menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Unding ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi badan telungkup di kursi belakang bus. Satu kaki di bawah, sementara kaki kanan di atas jok seperti sedang memeluk guling.

“Keberadaan korban diketahui setelah saksi atas nama Agus mencarinya, namun pintu bus terkunci hingga saksi hanya mengintip dari kaca,” ujarnya.

Saksi pun berupaya membuka kunci pintu belakang dari dalam melalui jendela pintu. “Saat saksi masuk, ternyata korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi telungkup,” ungkap Ade.

Polisi pun mengevakuasi jasad Unding ke RSUD untuk menjalani visum et repertum. Awalnya keluarga sempat menolak, namun visum harus tetap dilakukan polisi.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun untuk penyebab meninggalnya harus dilakukan autopsi karena tak bisa diperkirakan. Dugaannya, korban telah meminum anggur semalam,” terangnya.

Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono menambahkan, saat ini polisi masih menunggu kedatangan keluarga Unding tiba di Bontang dari Samarinda. Hal itu dilakukan untuk berkoordinasi, apakah korban sebelumnya memiliki riwayat penyakit atau tidak.

“Istri korban sudah menerima atas meninggalnya Unding, dan tidak mengizinkan untuk diautopsi, namun dokter menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Untuk kasusnya, sementara masih meminta keterangan sejumlah saksi. Dua saksi sudah dipanggil ke Polres Bontang. Suyono juga mengatakan tak ada barang bukti yang diamankan, karena tidak ada barang yang dicurigai.

“Dugaan salah minum obat, atau jamu tidak ditemukan. Kami masih menunggu hasil penyidikan dari Sat Reskrim Polres Bontang,” pungkasnya.(mga)

KRONOLOGIS TEWASNYA SOPIR BUS

07.45 Wita

Saksi Amir melihat Syarifuddin alias Unding sedang mengelap bus Bone Indah Jaya Bontang-Samarinda. Amir menegur Unding dengan mengatakan: “Sudah jangan terlalu bersih”.

08.00 Wita

Saksi Ahmad Yani melihat Unding masih beraktivitas. Usai mandi, Unding memarkirkan busnya ke dalam terminal.

09.00 Wita

Jadwal bus Unding berangkat ke Samarinda. Namun, Unding tidak ditemukan. Akhirnya saksi bernama Agus Sutomo mencari ke busnya dan mengintip dari kaca depan bus. Didapatinya Unding sudah berada di kursi belakang dengan posisi tengkurap.

09.10 Wita

Agus memanggil teman-temannya untuk memastikan Unding tidur atau tidak. Agus berusaha masuk dengan membuka kunci pintu belakang melalui kaca jendela pintu. Saat sudah bisa masuk, Agus menemukan Unding sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi telungkup di kursi belakang.

09.35 Wita

Hairuddin melaporkan ke Polres Bontang. Sat Reskrim Polres Bontang bersana Inafis mendatangi terminal dan melakukan olah TKP

10.00 Wita

Jasad Unding korban dibawa ke RSUD Taman Husada untuk menjalani visum et repertum. Hasil visum menunjukkan tidak ada tanda-tanda korban mengalami kekerasan.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button