Bontang

Didukung Infrastruktur Badak LNG, Kilang Bontang Hemat Rp 40 Triliun

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, biaya investasi untuk pembangunan Grass Root Refinery (GRR) Bontang lebih rendah sekitar USD 3 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun dibanding GRR Tuban. Sebab, infrastruktur pendukung untuk kilang di Bontang sudah banyak tersedia, tidak membangun dari nol seperti Kilang Tuban.

“GRR Bontang memang lebih murah USD 3 miliar, banyak itu, karena fasilitasnya enggak perlu bangun lagi, supporting facility-nya seperti permukiman, terus bandara, tempat ibadah, sekolahan, enggak perlu bangun lagi,” kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi dikutip dari rilis kepada Bontang Post, kemarin (26/2).

Total nilai investasi untuk GRR Bontang yang berkapasitas 300.000 barel ber hari (bph) diperkirakan sebesar USD 8-10 miliar, sedangkan GRR Tuban USD 12-15 miliar dengan kapasitas sama.

“Estimasinya sekitar USD 8 miliar, mungkin bisa sampai USD 10 miliar ya. Kalau yang Tuban kan antara USD 12-15 miliar. Jadi bedanya memang sekitar USD 2-3 miliar less than Tuban,” ucapnya.

Ia menjelaskan, di Bontang sudah ada kilang Liquid Natural Gas (LNG) milik Badak LNG, salah satu anak usaha Pertamina. Ada berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan juga untuk GRR Bontang. Mulai dari power generator, bandara, pemukiman, rumah sakit, jetty, dan sebagainya.

“Pada 2022, kilang LNG Bontang itu dari 8 train akan beroperasi hanya 1,5 train. Padahal ada boiler, pembangkit sangat idle, fasilitasnya sangat bagus untuk infrastruktur yang lain. Kalau bangun kilang di sana bukan mulai dari nol. Listriknya sudah ada, nitrogen interkoneksi, steam, power generator, permukiman, rumah sakit, bandara, enggak perlu bangun lagi,” paparnya.

Lahan untuk GRR Bontang juga sangat luas, ada 460 hektare. Tanah itu berstatus Barang Milik Negara (BMN) yang bisa dipakai. GRR Bontang bahkan masih bisa diperluas lagi hingga 650 hektare.

“Ada 460 hektare dan bisa dikembangkan sampai 650 hektare yang lahannya berstatus BMN,” Hardadi menuturkan.

Sampai hari ini, sekitar 50 perusahaan telah menyatakan minatnya untuk mengambil bagian dalam Project Expose (penawaran proyek) GRR Bontang yang akan dilaksanakan pada 28 Februari mendatang.

Pertamina telah mengumumkan sekaligus mengundang perusahaan-perusahaan yang memiliki kompetensi untuk menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan megaproyek GRR Bontang, baik dari refiner, trading company, maupun institusi finansial.

Terdapat empat karakteristik utama calon mitra yang dikehendaki Pertamina, yaitu memiliki rekam jejak yang kuat pada industri pengolahan minyak utamanya keandalan operasional dan eksekusi proyek, dapat menyesuaikan dengan struktur dan model bisnis yang dikehendaki Pertamina, memiliki keinginan kuat untuk percepatan proyek dan menyelesaikannya pada 2023, serta memberikan nilai menarik bagi proyek GRR Bontang.

  1. Memiliki rekam jejak yang kuat pada industri pengolahan minyak. Utamanya keandalan operasional dan eksekusi proyek.
  2. Dapat menyesuaikan dengan struktur dan model bisnis yang dikehendaki Pertamina.
  3. Memiliki keinginan kuat untuk percepatan proyek dan menyelesaikannya pada 2023.
  4. Memberikan nilai menarik bagi proyek GRR Bontang.

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button