Bontang

Hari Ini Operasi Simpatik Dimulai, Berlangsung 21 Hari Serentak Seluruh Indonesia 

 

BONTANG –  Operasi Simpatik kembali dimulai pada Rabu, 1 Maret 2017. Operasi ini dilakukan selama 21 hari dan dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Kapolres Bontang, AKBP Andy Ervyn melalui Kasat Lantas, AKP Irawan Setyono membeberkan beberapa wilayah yang rawan kecelakaan lalu lintas, rawan kemacetan dan rawan pelanggaran.

Dalam Operasi Simpatik 2017 ini, pihaknya akan tetap mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Hal tersebut demi mengurangi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang mengakibatkan fatalitas hingga merenggut nyawa.

“Untuk Operasi Simpatik ini kami siagakan personel Polantas sebanyak 38 orang, namun saat pelaksanaan juga melibatkan Dinas Perhubungan Bontang serta Satpol PP Bontang,” jelas Irawan, Senin (27/2) lalu.

Dijelaskan dia, daerah rawan lakalantas meliputi wilayah Jalan Cipto Mangunkusumo, serta tikungan Eks Jalan Flores. Dua wilayah tersebut dianggap rawan lakalantas padahal jalanan terbilang lengang dan mulus. Namun justru karena kondisi jalan mulus, pengendara banyak lengah apalagi dengan kondisi kurangnya penerangan jalan. “Banyak perilaku pengendara yang cenderung lalai,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan tindakan preemtif dengan cara sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media cetak, online dan elektronik.

Sementara, preemtif dilakukan, Irawan juga menyatakan bahwa pihaknya akan rutin patroli di daerah rawan lakalantas. Dua wilayah di luar kota Bontang yang masih wilayah hukum Polres Bontang pun terdapat 2 titik rawan laka.

Di antaranya, Desa Sebuntal yang merupakan akses Samarinda Bontang. Jalannya menanjak dan menikung, sementara minim penerangan jalan. “Di wilayah tersebut banyak truk bermuatan lebih dari 5 ton tak kuat menahan beban dan mengalami patah as,” ungkapnya.

Atas dasar itu juga, pihaknya akan melakukan razia muatan bagi truk bermuatan agar tidak melebihi kapasitas dan membahayakan pengendara lain. Ditambahkan Irawan, Desa Makarti juga termasuk daerah rawan laka serta Desa Sukadamai. “Kami akan tambah spanduk imbauan, karena keterbatasan pemerintah provinsi memasang rambu-rambu,” imbuhnya.

Dua wilayah rawan kemacetan, dikatakan Irawan yakni Pasar Malam Berbas Pantai dan Pasar Rawa Indah Sementara. Sedangkan 2 wilayah rawan pelanggaran ialah Jalan Ahmad Yani serta Jalan RE Martadinata Loktuan.

“Kami mengedepankan preemtif dan preventif, namun, jika ada yang melanggar akan kami tindak sesuai pelanggarannya, karena sosialisasi dengan penyebaran pamflet ke sekolah dan kampus sudah dilakukan,” bebernya.

Tindakan preemtif dan preventif diharapkan bisa mengurangi lakalantas yang mengakibatkan fatalitas.

Dari data Operasi Simpatik tahun 2016 lalu, tercatat sebanyak 870 pelanggaran di wilayah Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) dan 290 diluar wilayah KTL tanpa lakalantas.(mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button