Bontang

Nahas Menimpa Penumpang Patas

 

Samarinda Lestari Terguling di Poros Bontang-Samarinda

Nasib nahas dialami puluhan penumpang bus patas jurusan Bontang-Samarinda, Jumat (3/3) sekira pukul 00.30 Wita. Bus milik Perusahaan Otobus (PO) Samarinda Lestari itu terguling di kilometer 38 (dari arah Samarinda).

Kamis (2/3) sekira pukul 22.00 Wita, dua bus meninggalkan pool Samarinda Lestari di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Bus pertama yang dikemudikan Andi Tomo T meninggalkan pool, diikuti bus lainnya. Kabarnya, seluruh bus terisi penuh.

Melaju di keheningan malam, kedua bus sempat berhenti Rumah Makan Bone Dua, di kilometer 73 (dari arah Samarinda). Beberapa saat kemudian, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan. Tepatnya menuju Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.

Selama perjalanan, mayoritas penumpang dalam kondisi terlelap. Mereka tak sadar jika maut mengintai.

Brak! Akhirnya bus terguling ke kiri. Lokasinya di RT 05 Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), atau tepatnya di tikungan tajam sebelum kantor Pos Polisi (Pospol) Tanah Datar.

Seketika itu juga, suasana mencekam. Bus bermerek Hino dengan nomor polisi (nopol) KT 7688 AK itu terguling. Kemiringannya mencapai 90 derajat.  Seluruh penumpang yang mayoritas terlelap, terlempar. Mereka saling tindis di sisi kiri bus. Mereka histeris. Bus itu ringsek. Kaca depannya pecah. Para penumpang yang panik berusaha keluar bus lewat kaca depan.

Sang sopir bus nahas enggan bercerita banyak terkait kejadian itu. Andi Tomo hanya bilang, bus terguling akibat dirinya menghindari truk yang melintas dari arah berlawanan.

Saat itu, ban belakang bus keluar dari aspal. Begitu banting setir, ban memang kembali ke aspal. Namun, bus ini tidak bisa dikendalikan dan terguling.

“Saya menghindari truk yang tiba-tiba muncul dari arah Samarinda,” katanya, ditemui di Pospol Tanah datar.

Didampingi anggota polisi setempat, Aiptu Nursalim, Andi Tomo mengaku siap bertanggung jawab. “Atas kejadian tersebut, sopir dan korban sudah menyelesaikan masalah ini dengan jalan kekeluargaan dan berakhir damai,” sambung Aiptu Nursalim.

Usai kejadian, sebagian besar penumpang bertahan di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka yang tidak mengalami luka serius memilih menunggu kedatangan bus cadangan. Sekira pukul 02.45 Wita, bus cadangan tiba dan langsung mengangkut para penumpang, berikut barang-barangnya.

Sementara, sebagian penumpang memilih membatalkan perjalanan menuju Balikpapan. Mereka ada yang dilarikan ke RSUD AW Sjahranie Samarinda, Puskesmas Sungai Siring, hingga RS Amalia. Dari pantauan media ini, terdapat tiga korban yang dilarikan RS Bontang. Sementara, di rumah sakit lainnya di Kota Taman tidak ada.

Dari pantauan media ini, tidak ada korban di RSUD Taman Husada Bontang, RS LNG Badak, RS Yabis, maupun RS Pupuk Kaltim.

Bus nahas itupun berhasil dievakuasi dan digeser ke Pospol Tanah Datar. Sedangkan sang sopir diamankan.

Menurut saksi mata, yang juga warga setempat, bus tersebut nyaris “menyapu” rumah warga. Wanita yang namanya enggan dikorankan itu mengatakan, saat kejadian, dia tengah asyik menonton televisi bersama keluarga.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Bahkan, atap rumah seperti kejatuhan kerikil. Tidak lama kemudian, anaknya yang mengintip di jendela berteriak ada bus terbalik.

Akhirnya, dia bersama suami keluar rumah mengeceknya. Ternyata benar, ada bus tepat di depan rumahnya.

“Sebelum terbalik di depan rumah, bus ini menabrak pohon ceri, lamtoro, dan tempat duduk di samping rumah. Nyaris saja mengarah ke rumah kami,” jelasnya.

Menurut pengamatannya, banyak penumpang yang menangis, shock, hingga pingsan. “Yang pingsan ini sepertinya istri anggota TNI. Dia terluka di bagian tangan dan sempat pingsan.  Anaknya ikut menangis. Waktu mau saya ambil, tidak mau,” katanya.

Terkait insiden kecelakaan bus Samarinda Lestari itu, Subdit Penegakkan Hukum (Gakum) Ditlantas Polda Kaltim mengaku belum menerima laporan. Direktur Lalu Lintas Kombes Pol Subandrya bersama Kanit Laka Gakum Kompol Priyadi menyebut, pihaknya belum menerima laporan singkat kejadian dari Sat Lantas Polres Bontang.

“Informasinya memang ada, tapi belum ada laporan resminya,” jawab Priyadi, melalui Kaltim Post, media segrup Bontang Post yang berada di bawah bendera Kaltim Post Group (KPG).

Perwira melati satu itu mencoba mengontak jajaran Sat Lantas Polres Bontang, guna memastikan kecelakaan tersebut. Menurut Priyadi, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus itu.

“Tidak ada korban, hanya kerugian materil, sudah diselesaikan juga kekeluargaan. Ini informasi kami terima dari Bontang,” jelasnya.

Namun, dirinya tetap meminta laporan resmi dari jajarannya.

“Meski tidak ada korban, ketika ada kecelakaan, wajib dilaporkan,” urainya. (dra/aim/kpg/bbg/ver/mga/zul/rw/al/gun)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button