Bontang

Naik Pangkat, PNS Wajib Tanam Pohon

 

BONTANG – Aturan pelaksanaan penanaman pohon kini tidak hanya menjadi syarat bagi calon pengantin (catin) yang akan menikah, tetapi wajib bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan naik pangkat.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Wali Kota Bontang  nomor 1 Tahun 2017 yang didalamnya berisi tentang aturan penanaman minimal satu pohon bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, kenaikan pangkat PNS, kenaikan gaji berkala, serta PNS yang akan menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya.

Juni, Kabid Kabid Pengendalian Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan, aturan ini sudah dikeluarkan Wali Kota sejak awal Januari lalu. Adapun dalam pelaksanaannya, tidak hanya DLH saja, tetapi juga melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya seperti Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan (BPKPP).

“Dalam instruksi ini, penanaman ini perlu dilakukan agar dapat mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pemanasan global, menumbuhkan budaya menanam pohon, serta mewujudkan keindahan dan kelestarian lingkungan hidup yang sejalan dengan program Pemkot Bontang, yakni mewujudkan green city,” ujar Juni belum lama ini.

Terkait teknis di lapangan, Juni menuturkan, setiap SKPD yang terlibat memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Di mana pertama-tama, BKPP bertugas untuk menyampaikan daftar nama CPNS yang akan diangkat menjadi PNS, daftar PNS yang mendapat kenaikan gaji berkala, PNS yang akan naik pangkat,  maupun PNS yang telah mengabdi sebagai PNS selama 10 tahun, 20 tahun, hingga 30 tahun kepada DLH.

Selanjutnya, pegawai yang dikriteriakan tersebut melakukan penanaman pohon yang lokasi penanamannya ditentukan oleh DLH. Usai melakukan penanaman, barulah oleh DLH akan diterbitkan surat keterangan penanaman pohon dari DLH.

Barulah untuk perawatan dan pemeliharaannya, di lakukan oleh BPKPP. Untuk bibit pohon, pupuk kompos, maupun peralatan pendukung seperti cangkul, sekop, dan lainnya, yang bersangkutan harus membawanya sendiri.

“Yang bersangkutan juga diminta untuk membuat label yang mencantumkan nama pohon dan nama pegawai dengan material kayu berkuran 35 sentimeter dikali 12 sentimeter. Cat dasarnya menggunakan warna putih dengan tulisan berwarna hitam serta menggunakan tiang penyangga label dengan ukuran 75 sentimeter,” pungkasnya. (bbg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga

Close
Back to top button