Bontang

Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan, Kelurahan Belimbing Rajin Periksa Ibu Hamil

 

BONTANG – Guna menekan angka kematian pada ibu melahirkan, khususnya bagi warga Kelurahan Belimbing, pihak kelurahan  bekerjasama dengan Gerakan Sayang Ibu (GSI) rutin melakukan berbagai kegiatan pembinaan terhadap ibu-ibu yang sedang hamil. Salah satunya, mengadakan pemeriksaan dan Ultrasonography (USG) bagi ibu hamil. Mengambil tema “Ibu Sehat, Bayi Selamat”, pemeriksaan  ini dilakukan Sabtu (1/4) kemarin di kantor Kelurahan Belimbing, Jalan Abdul Rauf, BTN PKT.

Lurah Belimbang Muhammad Ihsan mengatakan, meski diadakan di Kelurahan Belimbing, namun sejatinya peruntukannya tidak hanya untuk warga Belimbing saja. Tetapi juga diikuti oleh warga yang tinggal di Kecamatan Bontang Barat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreatifitas ibu-ibu di sini dalam memberikan pembinaan kepada para ibu-ibu lainnya yang sedang hamil,” jelasnya kepada Bontang Post.

Ihsan melanjutkan, pemeriksaan dan USG ini diikuti oleh 100 ibu hamil. Saking banyaknya, dokter yang menangani pun dibagi dalam dua shift. Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan penyuluhan, jadi sembari para ibu-ibu ini menunggu nomor antrian, peserta juga dapat mendengarkan penyuluhan tersebut.

“Kegiatannya gratis. Dananya diperoleh dari swadaya RT dan dari sponsorship,” ujarnya.

Ditambahkan Ketua GSI Belimbing Pris Prianti, selain pemeriksaan dan USG, kegiatan pembinaan lainnya yang dilakukan GSI diantaranya, melakukan kunjungan ibu hami setiap Senin, senam ibu hamil yang dilaksanakan sebulan sekali, donor darah untuk mengantisipasi kekurangan darah saat melahirkan, hingga kunjungan dan pemberian bantuan pasca melahirkan.

“Saat kunjungan, kami juga selalu mengikutsertakan bidan. Sehingga kesehatan calon bayinya juga ikut terpantau dengan baik,” jelasnya.

Nantinya setelah lahir pun, pembinaan tidak berhenti begitu saja. Namun kata Pris, akan dilanjutkan oleh kader Posyandu kelurahan.

“Intinya kami melakukan pencegahan dini. Sebelum ibu hamil melahirkan, kami sudah inventarisir kira-kira kapan melahirkan, dimana, transportasi yang digunakan ke rumah sakit ada atau tidak, apakah ada jaminan kesehatannya, siapa pendonornya saat kekurangan darah nanti. Itu semua kami tanyakan dengan harapan dapat menekan angka kematian ibu hamil,” pungkasnya. (bbg)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button