Bontang

Cek Laik Kesehatan KFC Akan Ditingkatkan

Pengecekan laik kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) Bontang akan ditingkatkan. Dari sebelumnya hanya satu tahun 2 kali, menjadi satu tahun 4 kali.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan bahwa setiap 6 bulan sekali, KFC Bontang memang dilakukan pengecekan laik kesehatan oleh Diskes-KB Bontang. “Mungkin ke depan akan kami tingkatkan menjadi per triwulan, yakni 4 kali sebulan,” jelas Neni, Sabtu (1/4) kemarin.

Sebanyak 28 indikator yang dicek oleh Diskes-KB Bontang di KFC pun hasilnya selalu bagus. Neni mengungkapkan, kemungkinan adanya belatung dalam ayam goreng KFC ini saat proses penyimpanan sebelum dimakan konsumen ada lalat hijau yang hinggap dan meninggalkan larva yang hidup. “Mungkin dia sudah membesar karena dalam makanan, jadi saya minta jangan terulang lagi,” pintanya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes-KB Bontang, Kasdi menambahkan sejak berdirinya KFC, Diskes-KB akan memberikan izin setelah ada hasil pemeriksaan uji laboratorium.

Baik itu sample bahan baku, maupun dari produk yang sudah dihasilkan. Samplenya ini, jika makanan akan diberikan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Hasilnya, jika kualitasnya memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh Kementerian Kesehatan baru kami memberikan izin,” jelas Kasdi.

Sementara untuk pengawasan secara rutin, Kasdi menyebut setiap 2 kali setahun. Bulan Januari lalu, KFC baru diperiksa, hasilnya sudah memenuhi standar Permenkes yang diberlakukan bagi standar makanan laik higienis. “Sehingga kami berikan melakukan sertifikat laik sehat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Manager KFC Area Kaltim, Yoga menyampaikan permohonan maaf kepada costumer yang menemukan benda asing dalam produknya. Pihak KFC berharap dengan adanya sidak oleh Wali Kota dan DPRD serta OPD terkait di Bontang, masyarakat kembali percaya dengan produk KFC.

Karena dari pihaknya, semua sistem dan proses sudah melalui prosedur yang ditetapkan perusahaan. “Dari internal kami juga per-3 bulan sekali ada pemeriksaan, dari eksternal juga ada setahun 2 kali, bahkan dari internasional KFC per-6 bulan sekali,” ungkapnya.

Sebelumnya, sempat membuat heboh dunia maya saat postingan atas nama akun Her Hera mem-posting foto dan status bahwa didalam ayam goreng KFC yang baru dia beli terdapat belatung yang sudah besar. Herawati di Polres Bontang mengaku dibelikan ayam KFC oleh sepupunya pada Kamis (30/3) sekira pukul 20.00 Wita paket promo combo 5 dengan harga Rp 56 ribu.

3 potong ayam goreng sudah dimakan oleh adik-adik dan sepupunya hingga tersisa 2 potong. Pukul 22.30 Wita, sepulangnya bekerja, Hera hendak memakan ayam KFC tersebut. Alangkah terkejutnya dia saat membelah ayam goreng bagian paha bawah ternyata didalam dagingnya keluar puluhan belatung yang ukurannya sudah sebesar butiran nasi. Atas kejadian tersebut, dirinya enggan lagi memakan ayam goreng KFC karena merasa jijik.

Disadur dari berbagai sumber, belatung merupakan telur lalat yang sudah menetas. Lalat menghasilkan telur yang kemudian menetas menjadi larva muda alias belatung dalam kurun waktu 24 jam saja. Larva sendiri, terbagi menjadi 3 bagian, larva instar I panjangnya 2-5 mm selama 2-3 hari, larva instar II panjangnya 6-14 mm selama 3-4 hari, dan larva instar III panjangnya 15-20 mm selama 4-6 hari. Telur lalat sendiri, tidak akan mati walaupun dimasak. (mga)

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button