• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Atasi Banjir, Tunggu Bendali atau Optimalisasi Waduk Kanaan

by BontangPost
10 Maret 2021, 11:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Jalan Ahmad Yani terendam banjir. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Jalan Ahmad Yani terendam banjir. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Musim penghujan membuat warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Bontang was-was. Pasalnya ancaman limpahan air sungai bisa saja menggenangi hunian mereka. Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul) Tamrin mengatakan ada dua opsi yang bisa dipilih Pemkot Bontang untuk penanganan banjir.

Berupa menunggu pembuatan Bendali Suka Rahmat atau memperbaiki DAS Bontang. Jika menanti realisasi bendungan maka waktunya relatif lama. Sebab saat ini masih terkendala urusan pembebasan lahan di ranah Pemprov.

“DAS Bontang masuk sebagian di hutan lindung. Makanya bendungan yang dijanjikan Pemprov sampai saat ini belum bisa jadi,” kata Tamrin.

Ia memaparkan jika bendungan itu ada maka ada efek terhadap penanganan banjir Bontang. Meskipun sebenarnya tidak sepenuhnya aliran sungai yang menuju DAS Bontang ditampung. “Hanya sebagian anak sungai saja yang dibendung,” ucapnya.

Baca Juga:  Jalan Utama Terendam Banjir, Bupati Kubar Bakal Ganti Camat dan Lurah

Opsi lain ialah pengoptimalan waduk Kanaan. Dijelaskan dia, dengan kondisi saat ini waduk di bawah makam Toraja ini hanya mampu menampung debit air kurun 2-3 jam. Sehingga diperlukan lagi perluasan dan pengerukan kedalaman waduk. Diimbangi dengan pelebaran sungai pasca aliran dari waduk tersebut.

“Debit air yang dari hulu itu besar banget. Waduk ini memungkinkan untuk mereduksi banjir namun harus benar-benar dioptimalkan luasan genangannya,” tutur dia.

Perluasan ini membutuhkan kajian. Penghitungan berapa lahan yang dibutuhkan dan volume kedalamannya. Sebenarnya ada skema alternatif yaitu pemanfaatan area seberang Waduk Kanaan. Tetapi ini juga memiliki risiko. Sebab ada kawasan permukiman di atasnya.

“Bila itu dimanfaatkan sebagai daerah retensi maka permukiman di atasnya pasti akan mengalami banjir,” sebutnya.

Baca Juga:  Sebulan, Dua Kali Ngungsi di Perpustakaan Kelurahan karena Banjir

Sebelumnya diberitakan, seruan keras digaungkan oleh mantan Ketua Pansus Banjir DPRD Bakhtiar Wakkang kepada korban banjir di Kota Taman. Bentuknya dengan menggugat Pemkot melalui jalur pengadilan tata usaha negara (PTUN). Pasalnya, apa yang telah direkomendasikan Pansus DPRD tidak semuanya dilakukan.

“Kalau ada masyarakat yang mau PTUN kan wali kota silakan. Saya dukung korban banjir karena Pemkot tidak menjalankan amanah rekomendasi DPRD,” kata wakil rakyat yang akrab disapa Tiar ini.

Menurutnya, tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh. Pasalnya anggota dewan juga dilumpuhkan kewenangannya berdasarkan UU 23/2004. Tak hanya itu, ia mengajak anggota dewan lain untuk menggunakan hak interpelasi. Diketahui DPRD memiliki hak tersebut untuk meminta keterangan kepada kepala daerah mengenai kebijakan yang penting, strategis, serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Baca Juga:  Tambang Jadi “Dalang”

“Salah satu yang akan kami tanyakan ialah soal besaran APBD untuk penanganan banjir. Seperti kami usulkan yakni 10 persen,” ucap politisi  Partai NasDem ini.

Diketahui, Pansus Banjir DPRD telah memberikan 16 rekomendasi penanganan banjir kepada Pemkot Bontang. Poin rekomendasi pertama ialah menyusun kajian induk penanganan banjir. Hingga kini, DPRD belum mendapatkan salinan mengenai kajian ini. (*/ak)

 

 

 

 

 

 

Tags: banjirPenanganan Banjir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Percepat Realisasi Pasar Sementara Citra Mas Loktuan, Pupuk Kaltim Bersama Anper dan JVC Salurkan Material Pembangunan

Next Post

Tega, Paman Dua Kali Cabuli Ponakan 11 Tahun

Related Posts

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00
Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon
Bontang

Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon

6 Maret 2026, 14:03
Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan
Bontang

Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan

17 Februari 2026, 18:29
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak
Bontang

Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

14 Februari 2026, 18:21
Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar
Nasional

Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar

11 Januari 2026, 08:00
Enam Proyek Pembangunan Drainase di Bontang Dianggarkan Lewat Bankeu, Ini Rinciannya
Bontang

Enam Proyek Pembangunan Drainase di Bontang Dianggarkan Lewat Bankeu, Ini Rinciannya

6 Januari 2026, 15:14

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.