bontangpost.id – Muhammad Yafie Eza Mahendra, menjadi satu-satunya atlet boling yang akan berlaga mewakili Kalimantan Timur pada kejuaraan bergengsi bertajuk Special Olympics World Summer Games (SOWSG) pekan ini di Berlin, Jerman.
Diketahui, kegiatan internasional tersebut akan berlangsung selama 12 hari. Yakni pada 15 sampai 26 Juni 2023.
Kepada redaksi bontangpost.id, Pelatih sekaligus Wakil Ketua Special Olympics Indonesia Bontang Yeti mengaku terharu sekaligus bangga dengan perjuangan Eza sampai di titik tersebut. Sebagai atlet boling difabel tuna grahita, Yeti menyebut semangat Eza tak pernah padam selama berlatih.
Bagaimana tidak, di Bontang sendiri tak ada fasilitas publik untuk berlatih boling. Satu-satunya venue yang ada hanya milik sebuah perusahaan swasta di Bontang. Di Kaltim pun venue boling publik hanya ada di Balikpapan.
Alhasil, atas rekomendasi Dispopar juga DPRD Bontang, Eza diizinkan berlatih menggunakan vanue perusahaan swasta sejak November 2022 hingga April 2023 lalu. Kendati waktu berlatih yang singkat, Yeti yakin Eza bisa mendapatkan medali dari ajang internasional tersebut.
“Duh, saya masih merinding menceritakan ini. Pokoknya alhamdulillah banget lah bisa difasilitasi latihan. Kebutulan hari ini Eza baru sampai Jerman. Nanti saya menyusul,” ujarnya.
Usai mengalahkan atlet dari berbagai provinsi dalam pertandingan tingkat nasional, Yeti semakin yakin Eza bisa bersaing dengan 132 atlet dari berbagai negara dan membawa pulang medali.
“Kalau melihat potensi yang dimiliki Eza saya yakin pasti membawa pulang medali. Paling tidak perak lah. Semoga saja tercapai,” timpalnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eza bakal mengikuti dua kelas pertandingan. Yakni perorangan dan ganda. Eza bukan satu-satunya yang mewakili Indonesia di Jerman. Namun, ada enam atlet nasional dari berbagai provinsi yang turut bergabung sebagai atlet boling.
“Pokoknya tujuh atlet saja yang terpilih dari berbagai provinsi. Alhamdulillah, keberangkatan Eza di Jerman dibiayai oleh Pemkot Bontang melalui APBD,” tandasnya. (*)

