bontangpost.id – Sudah lima hari ibu kota Kabupaten Kutim, Sangatta direndam air. Banjir mulai menggenangi ribuan rumah warga sejak Sabtu (19/3) lalu. Ketinggian air sempat mencapai di kisaran 1-2 meter. Situasi banjir ini membuat warga khawatir, lantaran Sungai Sangatta yang menjadi habitat buaya meluap.
Imbauan pun disampaikan oleh Tim SAR Gabungan terdiri dari BPBD, Basarnas, Polri hingga TNI. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di air. Karena situasi banjir dapat membuat hewan buas dengan mudah berkeliaran di permukiman warga. Benar saja, di tengah situasi banjir, seekor buaya berukuran 1,5 meter dikabarkan muncul di permukiman warga. Aktivitas hewan predator berukuran sedang itu sempat direkam dan videonya viral di jagat maya.
“Benar, kami sudah dapatkan informasi dari RT setempat, kami juga sudah mengecek lokasi buaya ini muncul,” ucap petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kutim Saudin saat dihubungi JPNN.com, Selasa (22/3). Saudin mengatakan buaya tersebut muncul di permukiman warga di Jalan Munthe, Sangatta Utara pada Senin (21/3) sore.
Buaya itu bisa berkeliaran di permukiman dampak meluap Sungai Sangatta. “Buaya sempat direkam warga sekitar dan melaporkan kepada RT setempat. Di lokasi memang ada sungai. Diduga buaya itu dari sungai berenang ke permukiman,” katanya.
Kendati begitu, Disdamkar Kutim belum bisa melakukan evakuasi. Lantaran kondisi banjir saat ini dapat membahayakan petugas saat melakukan proses evakuasi buaya. “Kami belum bisa lakukan evakuasi. Kami hanya meminta warga sekitar, khususnya anak-anak untuk tidak bermain atau berenang di kawasan banjir,” ucapnya.
Selain itu, Disdamkar Kutim masih disibukkan dengan kegiatan penanggulangan banjir yang masih melanda dua kecamatan di Kabupaten Kutim. “Personel Disdamkar Kutim saat ini masih melakukan penanganan banjir. Kami akan berkoordinasi dengan BKSDA Kaltim, agar dapat ikut mengevakuasi buaya tersebut dari permukiman pasca banjir,” kata Saudin. (mcr14/jpnn)






