bontangpost.id – Seekor bekantan dievakuasi di Selambai, Kelurahan Loktuan, Minggu (5/5/2024) sore.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang Amiluddin mengatakan, awalnya diinformasikan oleh masyarakat bahwa ada monyet yang berkeliaran.
Primata endemik tersebut naik dan melompat dari satu atap ke atap rumah warga yang lain.
Adapun sempat berenang di tengah laut dan ditolong oleh masyarakat sekitar.
Akhirnya diketahui bila monyet yang dimaksud jenis monyet hidung panjang atau bekantan.
“Ada dugaan itu (bekantan) dulunya peliharaan lalu dilepaskan pemiliknya,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2024).
Hal itu lantaran perilaku bekantan tersebut yang diduga tidak terbiasa mencari makanan sendiri, sehingga masuk ke permukiman.
Petugas pun langsung mengamankannya dan membawa ke Mako Disdamkartan Kota Bontang. Selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim.
“Tadi pagi sudah diambil (BKSDA),” sebut dia.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memelihara hewan liar.
Apalagi bekantan atau yang kerap disebut monyet Belanda itu masuk kategori hewan yang dilindungi.
“Bekantan ini kan sudah langka di alam liar. Belum lagi dia (bekantan) rentan stres jika dimasukkan ke dalam kandang, karena memang habitatnya di alam liar,” pungkasnya. (*)


