• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Berikut Empat Penyebab Gas Melon Langka di Bontang

by Lutfi Rahmatunnisa'
6 Juli 2023, 15:17
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Tim gabungan lakukan monitoring gas elpiji 3 kg ke sejumlah agen dan pangkalan di Bontang (Nasrullah/bontangpost.id)

Tim gabungan lakukan monitoring gas elpiji 3 kg ke sejumlah agen dan pangkalan di Bontang (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kelangkaan gas subsidi tiga kilogram di Kota Bontang dalam sepekan terakhir tepatnya usai lebaran Iduladha akhirnya terkuak. Hal itu diketahui saat Pemerintah Kota Bontang melakukan monitoring lapangan pada Kamis (6/7/2023).

Setidaknya, dalam monitoring yang dipimpin Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkot Bontang Moch Arif Rochman dan didampingi Diskop-UKMP Bontang itu mengunjungi 5 titik lokasi.

Lokasi pertama di area Kelurahan Loktuan. Yakni Agen PT Pantai Subur dan Pangkalan Rusma. Kemudian, bergeser ke Pangkalan Adaruddin di Kelurahan Belimbing lalu berpindah ke Agen PT Akawy Usaha Mandiri dan sebuah pangkalan gas yang terletak di Kelurahan Api-Api.

Dari pantauan di lokasi disimpulkan ada 4 penyebab gas melon di Bontang langka pasca Iduladha. Pertama, adanya kebijakan baru dari Pertamina. Yakni perubahan jadwal penyaluran dari SPBE ke agen di Bontang.

Baca Juga:  Jatah Oknum Pengecer Disetop

Biasanya, agen di Bontang menerima penyaluran gas melon setiap hari. Bahkan saat hari libur pendistribusian dari SPBE ke agen tetap dilakukan. Justru, di hari libur agen mendapat kuota tambahan gas melon. Namun jumlahnya berbeda dari hari biasanya.

Namun, saat ini SPBE menerapkan jadwal terbaru. Yakni tidak manyalurkan saat tanggal merah. Artinya, selain Minggu, asalkan tanggal merah tidak ada pendistribusian gas melon dari SPBE ke agen. Imbas yang dirasakan agen adalah adanya pengurangan jumlah pendistribusian gas melon.

“Kalau jadwal sebelumnya kan Minggu tetap ada penyaluran dan kuotanya ditambah. Kalau sekarang kuotanya malah berkurang,” aku Administrator Agen LPJ Akawy Etti saat monitoring.

Dalam sehari, Etti bilang pihaknya menerima 1.680 tabung gas melon dari SPBE. Itupun, langsung disalurkan kepada 32 pangkalan di bawah naungannya. Setiap pangkalan menerima gas melon dengan jumlah yang berbeda. Mulai 30 buah hingga 75 buah. Dalam sebulan setiap pangkalan menerima tak lebih dari 1.850 tabung gas.

Baca Juga:  Penerapan Pengecer Elpiji Jadi Sub Pangkalan di Bontang Masih Tunggu Juknis

“Setiap agen memiliki kuota yang berbeda. Kalau kami dapat segitu penyalurannya,” timpalnya.

Penyebab berikutnya diutarakan Arif ialah adanya antrean panjang di SPBE untuk mengisi gas melon. Hal itu terjadi akibat hadirnya kebijakan baru yang melarang pendistribusian gas melon saat tanggal merah.

Akibat libur panjang yang bertepatan dengan Iduladha membuat pengiriman pasokan gas melon ke tingkat pangkalan pun macet. Sebab, saat tanggal merah pengiriman gas melon tidak dilakukan.

“Bukan karena antrean mobilisasi ke Bontang ya. Tapi antrean di SPBE,” ucapnya.

Kondisi itulah yang menyebabkan gas melon sulit dijumpai dan membuat masyarakat panic buying. Sebab, saat Iduladha kebutuhan gas melon meningkat.

Terlebih, adanya pelaku usaha yang memiliki omset lebih dari Rp 800 ribu per hari turut menggunakan gas melon. Bahkan satu pelaku usaha ada yang memiliki 21 tabung gas elpiji 3 kilogram. Alhasil, pemerintah melakukan penyitaan dan mengganti dengan gas nonsubsidi 5 kilo.

Baca Juga:  Buntut Gas Melon Langka, Pemkot Bontang Janji Bakal Sidak

“Nah, soal pelaku usaha bisa mendapatkan puluhan tabung itu yang masih kami dalami. Sebab, satu pelaku usaha itu mendapat jatah dua tabung saja per hari. Itupun belinya wajib menyertakan fotokopi KTP,”  bebernya.

Mengenai, pelaku usaha “nakal” yang memiki omset di atas Rp 800 ribu  per hari dan masih menggunakan gas melon, kata Arif monitoring akan diperluas.

“Enggak mungkin ada pelaku usaha yang bisa mengakses banyak tabung kalau enggak ada yang ‘bermain’. Makanya mau kami evaluasi dulu setelah itu monitoring akan menyasar pelaku usaha,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gas elpiji 3 kgGas Melon
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Demi PAD, Perumda AUJ Diminta Maksimalkan Peluang PI Migas

Next Post

Biawak 2 Meter Nyelonong Masuk ke Warung Warga di Rawa Indah, Dievakuasi Disdamkartan

Related Posts

Aturan Baru Gas Melon 3 Kg, Harga Diseragamkan dan Pembelian Diawasi Identitas
Bontang

Aturan Baru Gas Melon 3 Kg, Harga Diseragamkan dan Pembelian Diawasi Identitas

9 Februari 2026, 14:27
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemkot Bontang Bakal Ajukan Extra Dropping Gas Melon

15 Maret 2025, 14:08
Khawatir Alami Kelangkaan, Warga Bontang Antre Tukar Gas Elpiji 3 Kg
Bontang

Khawatir Alami Kelangkaan, Warga Bontang Antre Tukar Gas Elpiji 3 Kg

26 Februari 2025, 10:47
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Warga Bontang Masih Sulit Dapat Gas Elpiji Melon, Harga Menyentuh Rp35 Ribu

12 Februari 2025, 13:30
Agen Klaim Tidak Ada Penimbunan Gas Elpiji 3 Kilogram
Bontang

Penerapan Pengecer Elpiji Jadi Sub Pangkalan di Bontang Masih Tunggu Juknis

7 Februari 2025, 08:54
Masih Ada Oknum Pangkalan di Bontang Jual Gas Melon Melebihi HET
Bontang

Masih Ada Oknum Pangkalan di Bontang Jual Gas Melon Melebihi HET

6 Februari 2025, 11:30

Terpopuler

  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Neni Beri Sinyal Mutasi Pejabat Bontang Digelar Akhir April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komplotan Anak di Bawah Umur Bobol Kos di Loktuan Bontang Demi Main Game Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.