• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Cara si ”Suneo dan SpongeBob” Menunjukkan Kepedulian kepada Sesama

by M Zulfikar Akbar
24 Februari 2019, 15:30
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Santosa Amin sedang melukis dikediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. FOTO: Drian Bintang/Jawa Pos

Santosa Amin sedang melukis dikediamannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. FOTO: Drian Bintang/Jawa Pos

Share on FacebookShare on Twitter

Terpanggil melihat banyak orang tidak mampu terjerat hukum, Santosa Amin menyumbangkan sebagian hasil penjualan lukisan kepada LBH Jakarta. Karyanya jadi punya nilai tambah berkat perannya sebagai ”peniup roh” Suneo dan SpongeBob.

DRIAN BINTANG SURYANTO, Jakarta

ADA tiga ikan di kanvas itu. Santosa Amin terus menyapukan warna. Hanya sesekali berhenti untuk mengganti kelir. Dari biru ke hitam dan sebaliknya.

”Tidak ada jenisnya, ya cuma ikan yang kelihatan tulang belulangnya,” ucapnya kepada Jawa Pos saat jeda sejenak dari depan kanvas.

Lukisan itu memang belum selesai. Santosa juga belum tahu akan menamainya apa.

Tapi, di kamar tempat dia melukis pada Selasa siang lalu (19/2), ada sejumlah lukisan karyanya yang lain. Juga, berlembar-lembar kertas yang akan dijadikan naskah film.

Kamar di lantai 3 rumah yang berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, tersebut memang saksi bisu kemultitalentaan pria 44 tahun tersebut. Melukis, menulis naskah, hingga menjadi dubber alias pengisi suara.

Dialah sosok di balik karakter Suneo Honekawa di serial televisi Doraemon. Dia pula yang ”meniupkan roh” SpongeBob dalam SpongeBob Squarepants.

Namun, jangan lantas menyamakannya dengan Suneo yang sombong, usil, dan suka mengganggu orang-orang di sekitar. Santosa malah sebaliknya. Dia justru peduli dengan kondisi sosial di sekelilingnya.

Sejak 2016 dia mengikutkan karyanya dalam lelang yang diadakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Sebagian hasil penjualan disumbangkan kepada organisasi penyelenggara.

Baca Juga:  “Usir Dubes Myanmar!”, 47 Organisasi Aksi Peduli Rohingya

Dia mengaku merasa terpanggil saat melihat banyak orang tidak mampu yang berhadapan dengan hukum. ”Mereka (LBH) menghimpun dana untuk memfasilitasi teman-teman yang tidak mampu mendapatkan perlindungan hukum secara gratis. Nah, uangnya nanti akan digunakan sebagai biaya operasional mereka,” jelas Santosa.

Dia masih ingat jelas karya pertama yang laku di lelang yang diadakan LBH Jakarta tiga tahun silam. Lukisan tersebut menggambarkan punggung seorang perempuan.

Lewat goresannya di kanvas itu, dia ingin menunjukkan kehebatan seorang perempuan. Bahwa, sekuat apa pun seorang pria memimpin, pasti ada andil dari seorang perempuan di kehidupan pria tersebut. ”Lukisan itu laku Rp 20 juta,” tuturnya.

Lelang 2016 adalah edisi pertama lelang yang diadakan LBH. Setahun berikutnya kegiatan tersebut tak diadakan.

Pada 2018 lelang kembali dihelat. Dan, satu lukisan Santosa laku terjual lagi ketika itu. Menggambarkan seorang perempuan Tibet yang sedang menggendong anaknya di belakang. Sembari tetap melakukan aktivitas menjahit.

”Lukisan itu laku Rp 10 juta,” katanya.

Saat ini masih ada dua lukisannya di LBH yang rencananya diikutkan kegiatan serupa pada tahun ini.

Staf Pelaksana Penggalangan Dana Publik LBH Jakarta Khaerul Anwar menjelaskan sedari dulu pihaknya memang memiliki program bernama Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan (Simpul) LBH Jakarta. Dalam program tersebut, LBH mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi.

Kontribusinya dalam bentuk apa pun. Mulai menjadi sukarelawan hingga memberikan donasi. ”Jadi, tidak terpaku ke lelang hasil karya seniman. Apa saja akan kami terima,” katanya.

Baca Juga:  PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

Kebetulan pada 2016 LBH dibantu Tempo Institute. Dari jaringan LBH dan Tempo, mereka pun mengumpulkan beberapa seniman.

Tidak hanya yang menggeluti bidang seni lukisan seperti Santosa. Tapi, juga pematung seperti Dolorosa Sinaga.

Dari lelang edisi pertama itu, hasil yang terkumpul lumayan banyak. Sebab, beberapa orang yang dituju pun merupakan penggemar seni. Dari pelelangan pertama tersebut, LBH berhasil mendapatkan donasi Rp 350 juta. Meski, tidak semua uang itu masuk ke kantong LBH.

”Jadi, kami memang ada kesepakatan, sebagian besar akan masuk ke seniman dan sisanya baru masuk ke kami. Kami tidak mematok harus menyumbang berapa juga sih,” ungkap Arul, sapaan akrab Khaerul Anwar.

Dari Rp 350 juta itu, LBH mendapat laba bersih Rp 100 juta–Rp 150 juta. Hasil tersebut akan mereka gunakan sebagai pendanaan operasional sehari-hari.

Santosa mulai melukis saat di bangku sekolah dasar (SD). Kala itu dia sudah menumpahkan kegemarannya melalui coretan-coretan. Hingga memasuki SMA, pria kelahiran 15 Juli 1974 itu mulai mengenal media kanvas untuk berekspresi.

Ketika lulus dari SMA Negeri 1 Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, pada 1994, dia tetap meneruskan kegemarannya melukis. Beberapa pameran pernah dia gelar dan ikuti.

Lukisan pertamanya laku pada 1997. Dia menggambar seorang anak kecil yang tengah tertidur di atas sebuah sepeda.

Lukisan tersebut dibeli seseorang berkewarganegaraan Jerman. Dihargai Rp 12 juta. ”Saat itu nominal segitu sudah dianggap lumayan tinggi,” papar pria kelahiran Cilacap tersebut.

Baca Juga:  PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

Bagi Santoso, lukisan dan gambar merupakan media paling cocok untuk menyalurkan kegelisahannya selama ini. Tidak harus di atas kanvas. Jika sedang gelisah, Santosa terkadang suka mencoret-coret kertas atau buku diari.

Semata untuk menumpahkan apa yang sedang dia pikirkan saat itu. ”Aku itu orangnya gemar menyampaikan kegelisahan ke beberapa media, baik melukis, menulis, atau bikin naskah film. Di antara semuanya, melukis yang paling sering,” tuturnya.

Kegelisahan serupa kemudian menuntunnya untuk mengikutkan karyanya di lelang LBH. Dan, berkat pekerjaannya sebagai pengisi suara SpongeBob dan Suneo, lukisannya jadi punya semacam nilai tambah.

”Orang-orang suka berpikir, oh ini lukisan yang dibuat SpongeBob, atau Suneo, hehehe,” ungkapnya.

Dia menjadi dubber sejak 1999. Lewat karakter Suneo. Sampai kini dia masih terus mengisi suara si bocah bengal tersebut. Sedangkan SpongeBob tidak lagi karena belum ada episode baru.

Arul memuji Santosa sebagai seniman serbabisa. Tidak hanya mengisi suara dan melukis, tapi juga sering ikut dalam pembuatan film.

Selain itu, Santosa dianggap sebagai seniman yang peduli tentang gerakan-gerakan sosial. Itu tecermin dari beberapa lukisan yang diperlihatkannya. Hampir semua lukisannya bercerita tentang kegigihan perempuan. ”Dari situlah Mas Santosa ini akhirnya memutuskan untuk ikut lelang kami pada 2016,” katanya. (*/c10/ttg/jpg)

Tags: dubberPeduli SesamaSantosa Aminspongebobsuneo.
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polemik TNI Tempati Jabatan Sipil, Wapres JK: Boleh, Asal Sesuai UU

Next Post

90 Persen Bisnis Narkoba Dikendalikan Narapidana, Kaltim Masih Primadona para Bandar

Related Posts

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya
Kaltim

PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

6 September 2017, 11:38
“Usir Dubes Myanmar!”, 47 Organisasi Aksi Peduli Rohingya
Kaltim

“Usir Dubes Myanmar!”, 47 Organisasi Aksi Peduli Rohingya

6 September 2017, 11:35

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.