• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ditantang Forkom TK2D, Bupati Mengaminkan

by BontangPost
4 Oktober 2018, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Bupati Ismunandar(Dok Sangatta Post)

Bupati Ismunandar(Dok Sangatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Siapa takut. Kira-kira demikian ilustrasi jawaban Bupati Kutim, Ismunandar saat ditantang Forum Komunikasi Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) untuk merasionalisasi TK2D.

Sebelumnya, rasionalisasi diusulkan agar gaji mereka naik dan setara Upah Minimum Kabupaten (UMK). Saat ini, diketahui gaji mereka masih jauh dari kata laik.

Merasa “tertantang,” Ismunandar akan “mengabulkan” permohonan forum. Tapi, ia lebih condong kepada TK2D yang tidak aktif dalam bekerja.

Untuk mengetahui hal itu, mantan Sekda itu meminta  Kepala-Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memberikan penilaian dan laporan terhadap bawahannya yang tidak efektif.

“Bila dari salah satu TK2D di pusat pemerintahan maupun di pedalaman tak aktif, baiknya diberhentikan saja. Setelah banyak pengurangan TK2D, pemkab lebih mudah untuk meningkatkan gaji yang sesuai UMK,” kata mantan Kadis PU itu.

Baca Juga:  ALHAMDULILLAH!!! Antrean Haji di Kutim Terpangkas 4 Tahun

Meskipun condong kepada TK2D yang tingkat kehadiran rendah, dirinya tak menutup mata untuk mengeluarkan  TK2D yang hanya datang, duduk, dan diam. Artinya, tak memberikan sumbangsih baik bagi Kutim.

“Yang terpenting adalah tenaga medis dan guru di daerah pedalaman dan pesisir. Sebab, mereka yang paling penting bagi warga yang lokasinya jauh dari jangkauan pemerintah. Sehingga layanan pemkab bisa sampai ke mereka,” katanya.

Sebenarnya, Pemkab Kutim, sebelumnya sudah melakukan pengurangan TK2D. Mereka yang dipecat ialah tak aktif kerja dan tersangkut masalah hukum. Pemkab Kutim, juga sudah menerapkan wajib absen dan upacara pagi. Hasil absen pegawai wajib diserahkan kepada bupati. Dengan tujuan, untuk mengetahui keaktifan pegawai. Baik PNS maupun TK2D.

Baca Juga:  Timbun Sembako, Izin Dicabut

Namun, hal itu tak berjalan maksimal. Banyak OPD yang mengabaikan hal itu. Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kutim, mengaku tak mengetahui penyebabnya. Padahal, pihaknya rutin memberikan imbauan baik melalui lisan maupun tulisan. Hasilnya, rekap absen pegawai tak diserahkan.

“Kami mana bisa  mengetahui mana yang aktif dan tidak. Karena yang mengetahui pasti ialah pimpinan OPD masing-masing. Makanya kami minta absen pegawai setiap bulannya. Tapi tidak diserahkan juga,” kata Kepala DKPP Zainuddin Aspan.

Lantaran belum maksimal, pihaknya kembali mengusulkan opsi tersebut. Bupati kembali menekankan masing-masing OPD agar memberikan rekap absen. “Kami minta semua OPD agar menyerahkan absensi untuk melihat tingkat kehadiran pegawai,” pintanya.

Baca Juga:  WOW!!! 10 Hari,  600 Pengendara Kena Tilang

Terlepas dari itu, Ismu mengingatkan  sejarah hadirnya TK2D. Sebenarnya, Pemkab Kutim, tak pernah secara resmi menerima TK2D. Semua bermula dari nilai kemanusiaan.

“Saya tahu sejak dulu itu, bahkan sebelum saya menjabat Sekda Kutim. Saat itu mulai penerimaan TK2D karena pemkab ingin membuka lapangan pekerjaan, membantu masyarakat yang pengangguran,” kata Ismunandar.

Dia menceritakan, beberapa warga bahkan meminta dipekerjakan agar menjadi TK2D secara ikhlas meski tak digaji sekalipun. Yang penting dapat bekerja di Pemkab Kutim.

“Banyak macam asal-muasal adanya TK2D di Kutim, itu jangan dilupakan. Intinya bahwa kami selaku pemerintah ingin memberi lapangan pekerjaan secara merata,” katanya mengingatkan. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bupati kutimSangatta Posttk2d
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Api Mengamuk di Hutan Pelangi

Next Post

Tidak Berpita Cukai, Liquid Vape Akan Disita 

Related Posts

Satu Rekanan Kelola 407 PL, Diintervensi Ismunandar, Pembayaran Dipermudah
Kaltim

Satu Rekanan Kelola 407 PL, Diintervensi Ismunandar, Pembayaran Dipermudah

16 Oktober 2020, 20:00
Sidang OTT KPK di Kutim, Fee Penyuap Tersebar Merata ke Pejabat Dinas PU
Kaltim

Sidang OTT KPK di Kutim, Fee Penyuap Tersebar Merata ke Pejabat Dinas PU

13 Oktober 2020, 18:23
Biaya Tinggi Politik Dinasti: Proses Lelang Diatur, Tindakan Korup Melenggang Jelang Pilkada
Kaltim

Tiga Hari, 38 Orang Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Kutim

27 Juli 2020, 09:19
Biaya Tinggi Politik Dinasti: Proses Lelang Diatur, Tindakan Korup Melenggang Jelang Pilkada
Kaltim

Biaya Tinggi Politik Dinasti: Proses Lelang Diatur, Tindakan Korup Melenggang Jelang Pilkada

13 Juli 2020, 11:30
KPK: OTT Bupati Kutim dan Istri terkait Realokasi Dana Covid-19
Kaltim

KPK: OTT Bupati Kutim dan Istri terkait Realokasi Dana Covid-19

7 Juli 2020, 14:30
Diamankan KPK di Jakarta, Ternyata Ini Kasus yang Membelit Bupati Kutim
Kaltim

Diamankan KPK di Jakarta, Ternyata Ini Kasus yang Membelit Bupati Kutim

3 Juli 2020, 10:45

Terpopuler

  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Neni Beri Sinyal Mutasi Pejabat Bontang Digelar Akhir April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komplotan Anak di Bawah Umur Bobol Kos di Loktuan Bontang Demi Main Game Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.