• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Opini

Fenomena “Kursi Panas” dan Menipisnya Gengsi Jabatan

by Redaksi Bontang Post
27 Maret 2026, 22:00
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Rusdiansyah Aras

Rusdiansyah Aras

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Sebagai orang yang tumbuh di dunia jurnalistik, jempol saya terbiasa lincah menggulir media sosial. Namun kali ini, sebuah artikel membuat saya berhenti. Topiknya sederhana, tapi menggugah: mengapa ASN muda kini justru “alergi” menjadi pejabat?

Dulu, menerima SK jabatan struktural adalah momen yang dirayakan. Ada kebanggaan, bahkan menjadi prestise bagi keluarga. Kini, situasinya berbalik. Saat nama masuk dalam bursa pimpinan, bukan euforia yang muncul, melainkan kecemasan. Jabatan struktural terasa seperti “kursi panas” yang sarat risiko.

Mengapa terjadi pergeseran?

Pertama, soal keseimbangan hidup. Generasi saat ini semakin sadar pentingnya work-life balance. Menjadi pimpinan berarti siap menghadapi tekanan birokrasi, rapat tanpa batas waktu, hingga beban tanggung jawab yang bisa mengganggu kesehatan mental.

Baca Juga:  Wacana Penambahan Libur PNS, Menteri Tjahjo: Mbok Jangan Banyak-Banyak

Kedua, risiko hukum. Di era transparansi, satu keputusan atau tanda tangan bisa berdampak panjang. Jabatan kini bukan sekadar soal kewenangan, tapi juga potensi konsekuensi hukum yang membayangi.

Ketiga, faktor finansial. Selisih tunjangan antara jabatan struktural dan fungsional yang tidak terlalu signifikan membuat banyak orang memilih jalur yang lebih aman namun tetap stabil secara ekonomi.

Dilema: Expert atau Leader?

Fenomena ini melahirkan kecenderungan baru. Banyak individu kompeten lebih memilih menjadi tenaga fungsional atau ahli. Mereka fokus pada bidangnya, bekerja tanpa sorotan, dan menjaga kesehatan mental.

Namun, pertanyaan penting muncul: jika banyak orang berkualitas memilih “aman” sebagai ahli, siapa yang akan mengisi posisi kepemimpinan? Tanpa figur yang berani dan kompeten, perubahan akan sulit terwujud.

Baca Juga:  Daerah Ini Paling Banyak Pelanggaran ASN Tak Netral

Menjadi pemimpin memang penuh tekanan. Tapi tanpa keberanian untuk mengambil peran tersebut, sistem yang ada berisiko stagnan.

Memang, lebih nyaman menjadi penonton daripada dirigen. Namun tanpa dirigen yang mampu memimpin, harmoni perubahan tidak akan pernah tercipta.

Lantas, Anda di posisi mana: memilih menjadi “bos” dengan segala risikonya, atau tetap menjadi “expert” yang stabil dan tenang?. (sapos)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: asnjabatan ASN
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Disdik Siap Kembalikan Anak Putus Sekolah di Bontang Lestari ke Bangku Pendidikan

Next Post

Temu Tani Agrosolution, Pupuk Kaltim Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kupang

Related Posts

ASN Boleh Kerja dari Mana Saja 29–31 Desember 2025, Ini Penjelasan MenPAN-RB
Nasional

ASN Boleh Kerja dari Mana Saja 29–31 Desember 2025, Ini Penjelasan MenPAN-RB

19 Desember 2025, 09:00
THR dan Gaji Ke-13 PNS Siap-siap Cair
Nasional

THR dan Gaji Ke-13 PNS Siap-siap Cair

6 Februari 2025, 14:34
Jadi Potensi Kerawanan Pemilu, ASN di Bontang Tak Boleh Hadiri Deklarasi Bapaslon
Bontang

Jadi Potensi Kerawanan Pemilu, ASN di Bontang Tak Boleh Hadiri Deklarasi Bapaslon

1 Agustus 2024, 12:30
Cegah Perselingkuhan dan Kekerasan, ASN Wajib Pasang Foto Keluarga di Meja Kerja
Kaltim

Cegah Perselingkuhan dan Kekerasan, ASN Wajib Pasang Foto Keluarga di Meja Kerja

2 Mei 2024, 15:22
Gaji ASN Naik, IKN Butuh 250 Ribu PNS Fresh Graduate
Kaltim

Gaji ASN Naik, IKN Butuh 250 Ribu PNS Fresh Graduate

1 Februari 2024, 16:30
Gaji PNS Naik 8 Persen Tahun 2024, Cair Mulai Januari
Nasional

Jokowi Buka 2,3 Juta Lowongan ASN, Tes Dimulai Mei

8 Januari 2024, 09:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.