• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Gunakan Hipnoterapi untuk Sembuhkan Penyakit Masyarakat

by BontangPost
12 Januari 2017, 13:00
in Feature
Reading Time: 5 mins read
0
Nama: Dimas Saputra (LUKMAN/BONTANG POST)

Nama: Dimas Saputra (LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Dimas Saputra (132)

Persepsi masyarakat yang negatif terhadap hipnosis membuat Dimas Saputra kesulitan kala pertama kali memperkenalkan praktik hipnoterapinya. Bila dulu dia susah payah mencari pasien, kini banyak warga Bontang yang datang padanya baik meminta bantuannya.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Maraknya acara-acara bertema hipnosis di televisi serta tindakan kriminal menggunakan hipnotis membuat persepsi masyarakat Bontang terhadap praktik ini menjadi negatif. Hal ini berpengaruh pada Dimas Saputra yang mulai mempraktikkan hipnoterapi di tahun 2012. Saat mempromosikan praktik hipnoterapinya melalui jejaring sosial, dia mendapat penolakan dan cemoohan yang terbilang banyak.

“Dalam rentang 2012 sampai 2013, masyarakat Bontang masih banyak yang tidak menerima hipnoterapi. Mereka menilai negatif karena dianggap membuka rahasia orang, juga karena sering digunakan dalam kriminal. Ada juga yang bilang ilmu hitam dan gendam,” ungkap Dimas kepada Bontang Post.

Padahal, hipnoterapi bukan seperti itu. Melainkan sebuah metode pengobatan ilmiah dengan membuka alam bawah sadar manusia. Bentuk pengobatannya dengan memasukkan sugesti-sugesti positif yang bermanfaat dalam mengubah perilaku dan memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi. Misalnya untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasan buruk atau meningkatkan semangat bekerja.

Dimas mengisahkan, pertama kali mengenal hipnoterapi saat diajak temannya mengikuti sebuah pelatihan tahun 2012 di salah satu hotel di Bontang. Penasaran, Dimas yang kala itu menjadi pesulap lantas mengikuti pelatihan tersebut. Setelah mengikuti pelatihan dan mendapat pembekalan ilmu hipnoterapi, dia pun mulai mempraktikkan ilmu yang didapatkannya melalui berbagai bentuk promosi melalui jejaring sosial seperti facebook, black berry messenger, dan path. “Responsnya kebanyakan negatif, sampai 60 persen. Tapi saya tetap mempromosikan jasa hipnoterapi saya, siapa tahu ada yang berminat mencobanya,” kata Dimas.

Dari situ dia mulai dikenal sebagai praktisi hipnoterapi. Tidak sedikit warga Bontang yang lantas menjadwalkan pertemuan dengan Dimas untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup yang dihadapi. Karena masih dalam tahap mengasah kemampuan diri, kala itu Dimas sama sekali tidak memungut biaya. Pasien hanya menyediakan konsumsi selama proses konsultasi dilakukan.

Baca Juga:  Dikontrak Persik, Kelak Ingin Perkuat Timnas 

“Tapi seperti tukang pijat, walaupun saya tidak menentukan tarif, ada saja orang yang memberikan saya uang. Biasanya mereka yang puas dengan terapi yang saya berikan,” terangnya.

Akan tetapi tanggapan negatif masyarakat dan keluarga terhadap praktik hipnoterapi yang dilakoninya sempat membuat Dimas patah arang. Dia sempat berhenti berpraktik selama dua bulan dan merasa kariernya di hipnoterapi sudah selesai. Namun semangatnya tumbuh kembali ketika tiba-tiba ada seorang perempuan yang mendatanginya minta untuk hipnoterapi.

“Awalnya saya menolak untuk hipnoterapi. Karena memang saya sudah lama tidak praktik. Biasanya kalau sudah lama tidak praktik, ilmu bisa memudar. Tapi karena pasien itu terus memaksa, akhirnya saya ladeni juga,” kenang Dimas.

Dia menceritakan, perempuan tersebut datang dengan keluhan sakit perut dan kepala kanan yang sering sakit. Kondisinya cukup memprihatinkan, dengan wajah yang tirus. Si pasien menduga terkena ilmu hitam karena ketika periksa ke medis, dokter mengatakan pasien tidak menderita penyakit apapun. Mendapat keluhan seperti itu, Dimas pun mengutamakan penyelesaian secara ilmiah terlebih dulu sebelum memercayai asumsi pasien.

“Ternyata setelah hipnoterapi, saya temukan pasien sendiri yang membuat penyakit tersebut. Ternyata dia punya masalah keluarga. Setiap kali dilanda emosi, asam lambungnya naik dan kepalanya sakit. Lalu saya berikan sugesti-sugesti positif dalam proses penyembuhannya,” urai pemuda jangkung ini.

Dari situ Dimas menyadari ada orang-orang yang memang membutuhkan hipnoterapi. Dia pun mulai kembali berpraktik hipnoterapi, menerima pasien-pasien dengan berbagai permasalahan yang berbeda-beda. Selain itu, dia juga mulai membuka pelatihan hipnoterapi secara privat. Walaupun pelatihan yang dibukanya tersebut juga tidak berjalan mulus.  “Karena ada orangtua dari murid-muridnya yang masih menganggap hipnoterapi sebagai sesuatu yang negative,” tambahnya.

Bahkan apa yang dilakukan Dimas sempat ditentang kedua orangtuanya. Dia sempat dilarang berpraktik hipnoterapi oleh kedua orangtua karena disangka ilmu hitam. Namun setelah melihat rekaman-rekaman hipnoterapi Dimas, serta perkataan orang yang mengapresiasi kegiatannya, orangtua Dimas malah berbalik menjadi bangga dengan apa yang dilakukan anak ke-4 dari lima bersaudara ini.

Baca Juga:  Kisah Inspirasi Warga Bontang: Saiful Rizal, S.Pdi  (288); Selalu Istiqomah Tepat Waktu dan Tak Pernah Absen

“Dukanya memang itu, sempat dituduh ilmu hitam. Sempat juga ditakuti sama orang-orang, dikucilkan. Tapi setelah tahu kebenarannya, mereka jadi lebih loyal dan peduli pada saya. Dari situ karakter saya terbentuk, dari yang sebelumnya diremehkan jadi disegani,” jelas Dimas.

Kemampuannya dalam hipnoterapi sempat membawa Dimas bekerja sebagai HRD di salah satu perusahaan komunikasi di Balikpapan tahun 2015. Akan tetapi, kesibukan dalam pekerjaan membuat Dimas tak punya waktu dalam melatih kemampuan hipnoterapinya. Karena memang, ilmu hipnoterapi mesti terus diasah, minimal dengan pemberian sugesti dan motivasi. Akhirnya mahasiswa Universitas Trunajaya Bontang ini memutuskan berhenti bekerja dan kembali ke Kota Taman.

Pengalaman Dimas dalam dunia hipnoterapi lantas digunakannya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Di luar praktiknya sebagai praktisi hipnoterapi, kini Dimas bekerja sebagai pendamping advokasi di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bontang. Korban-korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi pasien-pasien yang ditanganinya di P2TP2A.

Secara mandiri, Dimas juga menggunakan ilmunya untuk menyembuhkan penyakit masyarakat. Dia kerap mendatangi kerumunan-kerumunan remaja yang ditenggarai sedang melakukan tindakan negatif. Misalnya menenggak minuman keras, ngelem, dan narkoba. Dengan modus permainan, Dimas beberapa kali menyadarkan remaja-remaja tersebut tentang buruknya kegiatan yang dilakukan. Remaja-remaja itu pun pulang ke rumah masing-masing.

“Saya datangi mereka, ajak ngobrol. Tentu sudah ada yang saya kenal terlebih dulu di antara mereka. Awalnya saya kasih permainan sederhana seperti menghilangkan angka tiga dari ingatan mereka. Dari situ saya masuk dan memberikan sugesti-sugesti positif, misalnya tentang kekhawatiran orangtua mereka,” urai pemuda kelahiran Bontang, 24 tahun lalu ini.

Memang, kini Dimas lebih mengkhususkan hipnoterapinya pada berbagai masalah sosial. Selain menyembuhkan penyakit masyarakat, dia juga aktif dalam meningkatkan semangat belajar generasi muda. Termasuk dalam hal motivasi belajar kepada anak-anak SMP dan SMA. Dia kerap diundang ke sekolah-sekolah untuk memberikan motivasi tentang masa depan ataupun tentang persiapan ujian. Bahkan dia pernah melakukan hipnoterapi massal menidurkan 121 siswa untuk diberikan sugesti-sugesti positif.

Baca Juga:  Kembangkan Potensi Daerah Lewat Abon dan Toko Oleh-Oleh

“Dalam kaitannya dengan edukasi, hipnoterapi bisa digunakan untuk menghilangkan sifat malas membaca, bisa juga meningkatkan daya ingat. Serta untuk relaksasi agar proses belajar bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dimas mengakui, praktik hipnoterapi sangat membantu dalam kebutuhan hidupnya. Apalagi dalam melakukan praktik hipnoterapi dia sudah memegang sertifikat dari Man Power Edutainment (MPE). Sehingga jasa konsultasi hipnoterapinya dapat dipertanggungjawabkan. Bila dulu dia mesti mempromosikan praktiknya, kini warga Bontang yang datang sendiri mencarinya untuk berkonsultasi. Untuk layanan hipnoterapi, dia kini memberikan tarif Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.

Di antara berbagai pasien yang pernah ditanganinya, Dimas menyebut ada yang paling berkesan baginya selama berpraktik hipnoterapi. Yaitu ketika dia didatangi pria paruh baya yang berprofesi sebagai kontraktor. Kepada Dimas, pria tersebut mengaku tidak bisa tidur selama tiga hari. Yang mengejtukan, ketika Dimas melakukan hipnoterapi, dia tidak mampu membuat pria tersebut tertidur.

“Padahal berbagai metode hipnoterapi sudah saya gunakan, termasuk dengan cara ekstrem. Meski begitu dia merasa senang dan membayar saya,” kenang Dimas.

Kata Dimas, sebenarnya di Bontang banyak terdapat praktisi hipnoterapi. Akan tetapi sedikit yang menginformasikannya secara publik seperti yang dilakukannya. Selain untuk melatih kemampuannya dan juga kerja sosial, Dimas berkeinginan mengubah paradigma masyarakat Bontang mengenai hipnoterapi. Sehingga harapannya tidak ada lagi orang yang menganggap hipnoterapi sebagai ilmu hitam, melainkan merupakan sesuatu yang ilmiah.

“Hipnoterapi itu kompleks. Dimulai dari pembacaan karakter, pembacaan emosional, mengenal lingkungan, dan mengenal problem. Dari situ mulai dilakukan hipnoterapi, induksi sugesti sesuai dengan masalah yang dihadapi,” tegas ketua komunitas Hipno Science Bontang ini. (bersambung)

Nama: Dimas Saputra

TTL: Bontang, 17 Juli 1992

Orangtua: Thamrin (ayah), Jamilah (ibu)

Status dalam keluarga: Anak ke-4 dari 5 bersaudara

Pendidikan:

  • SD 006 Bontang Utara (lulus 2004)
  • SMP Bahrul Ulum (lulus 2007)
  • SMA Monamas (lulus 2010)
  • Universitas Trunajaya (2011-sekarang)

Alamat: Jalan MH Thamrin RT 3 Gunung Elai

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Rencana Kenaikan Gaji di 2017, RT Tagih Janji Bupati 

Next Post

Keindahan Pesisir Bontang Dalam Lensa

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00
Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)
Feature

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (1)

30 November 2018, 17:00

Terpopuler

  • PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Ruas Jalan Kewenangan Pemprov Kaltim di Bontang Tahun 2026 Hanya Ditambal Sulam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja Sawit Hanyut di Sungai Santan Ulu Marangkayu, Pencarian Masih Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Terseret Arus, Pekerja Sawit di Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.