bontangpost.id – Jalan poros Bontang-Samarinda sudah mulai terlihat mulus setelah dilakukan perbaikan secara bertahap. Perbaikan jalan ini mendapat tanggapan dari masyarakat. Pengguna jalan mengaku bersyukur dengan kondisi jalan yang lebih nyaman dilalui saat ini. “Alhamdulillah sudah mulai mulus,” kata Wisnu Ponco Wisudo, petani sawit di Marangkayu, dikutip dari akun Instagram Pemprov Kaltim @pemprov_kaltim, Kamis (14/4/2022).
Namun diakuinya masih ada beberapa titik kerusakan dan longsor. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi ikut bersyukur dan meminta masyarakat bersabar. Di sisi lain pemerintah menurutnya akan terus berupaya agar persoalan infrastruktur ini menjadi perhatian serius.
“Alhamdulillah jalan-jalan rusak terus kita perbaiki. Mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan sudah lebih banyak yang bagus daripada yang rusak,” ujarnya.
“Bersama Pak Gubernur, perjuangan itu sudah lama kami sampaikan dan alhamdulilah sudah mulai dikerjakan,” lanjutnya.
Bagi masyarakat yang hendak menuju Bandara APT Pranoto dari arah Samarinda, saat ini kondisi jalan sudah mulus. Sementara jalan bergelombang di depan bandara tengah dicor beton. Demikian pula jalur lepas Simpang Muara Badak, hampir semua lubang jalan sudah ditutup dan akan diteruskan dengan preservasi pada kilometer-kilometer lainnya melalui alokasi APBN. Jalur ke Muara Badak pun saat ini sudah mulus dibangun menggunakan dana APBD Provinsi Kaltim.
Diketahui, tahun 2022 ini Kementerian PUPR telah menyiapkan anggaran untuk preservasi jalan Simpang 3 Lempake-Simpang 3 Sambera-Santan dengan nilai anggaran sebesar Rp 136,15 miliar. Ditambah untuk jalur Santan sampai dalam Kota Bontang, dana APBN yang disiapkan sebesar Rp 35,43 miliar untuk preservasi. Tahun ini secara keseluruhan untuk kegiatan preservasi jalan dan jembatan, APBN menyiapkan sebanyak Rp 1,1 triliun tersebar untuk seluruh ruas jalan nasional di Kaltim.
Antara lain jalur menuju Kutai Barat hingga batas Kalimantan Tengah. Termasuk juga jalur menuju Kabupaten Berau hingga batas Kalimantan Utara dan preservasi jalan di wilayah selatan Kabupaten Paser, sampai Jalan Kerang batas Kalimantan Selatan. Demikian juga pembangunan jalan dan jembatan di kabupaten perbatasan di Mahakam Ulu. Penanganan preservasi jalan ini dilakukan menggunakan dana single year contract (SYC) dan multiyears contract (MYC). (kaltiminews)







