BONTANGPOST.ID, Sangatta – Penantian panjang selama 12 tahun akhirnya terbayar. Jembatan Sei Nibung yang menghubungkan Desa Kandungan Jaya, Kecamatan Kaubun, dengan Desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), kini resmi beroperasi.
Peresmian dilakukan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, pada Selasa (25/2). Dengan dibukanya jembatan tersebut, akses masyarakat di dua kecamatan itu kini semakin mudah.
Tak hanya mempermudah mobilitas warga lokal, jembatan ini juga membuka jalur baru menuju wilayah pesisir Kabupaten Berau. Jarak tempuh dari Kutim ke kawasan Biduk-Biduk pun terpangkas hingga 140 kilometer.
Waktu perjalanan yang sebelumnya harus memutar dan menyeberang menggunakan feri kini berkurang sekitar empat jam. Kehadiran jembatan ini menjadi solusi atas keterisolasian wilayah yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Rudy menyebut pembangunan jembatan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar warga. Ia mengakui proyek tersebut memakan waktu lama karena berbagai hambatan.
“Pimpinan boleh berganti, tetapi tanggung jawab untuk kepentingan masyarakat itu tidak boleh berhenti,” ujarnya.
Menurutnya, proyek sempat tertunda akibat kendala teknis, keterbatasan pembiayaan, faktor cuaca, hingga persoalan kontraktor.
“Faktor terutamanya yang paling besar adalah kontraktornya hilang,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan panjang total jembatan mencapai 390 meter. Rinciannya, bentang tengah sepanjang 90 meter dan bentang pendekat masing-masing 150 meter di sisi kiri dan kanan.
Selain itu, terdapat tambahan jalan pendekat menggunakan pile slab. Dari sisi Kandungan Jaya sepanjang 135 meter, sedangkan dari sisi Pelawan mencapai 500 meter.
Ia menambahkan, akses jalan dari sisi Pelawan akan dilanjutkan secara bertahap hingga tersambung ke Simpang 46 di wilayah Berau.
“Nanti kita cicil sampai keluar Simpang 46,” katanya.
Dari sisi anggaran, pembangunan Jembatan Sei Nibung menyerap dana besar secara bertahap. Pada 2014–2022, proyek ini menghabiskan Rp58,7 miliar untuk pekerjaan awal.
Pada 2023, kembali dialokasikan Rp58,7 miliar guna penyelesaian substruktur. Tahun 2024, anggaran meningkat menjadi Rp104 miliar untuk pemasangan struktur atas atau girder.
Selanjutnya, pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp139,3 miliar untuk penyelesaian jalan akses. Dengan total anggaran ratusan miliar rupiah dan proses panjang lebih dari satu dekade, jembatan ini kini resmi menjadi urat nadi baru penghubung Kaubun dan Sangkulirang. (*)









