BONTANG – Kalimantan Timur (Kaltim) masuk salah satu provinsi yang rawan politisasi SARA. Pasalnya, Bawaslu RI menginformasikan adanya 8 provinsi yang rawan isu SARA. Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase meyakini dan optimis bahwa masyarakat Bontang cinta damai, sehingga Bontang akan tetap aman dan kondusif.
“Insya Allah, saya yakin dan percaya walaupun Bawaslu RI mengidentifikasi daerah yang rawan dengan isu sara itu salah satunya Kaltim, tetapi saya percaya Bontang Insya Allah aman. Kami juga berharap Kaltim aman dan damai,” jelas Basri usai menghadiri Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara untuk Pilkada 2018 Berintegritas di Ballroom Hotel Bintang Sintuk, Rabu (14/2) kemarin.
Basri menilai, masyarakat Kaltim ini khususnya Bontang sudah sangat cerdas, untuk tetap menjaga kebersamaan. Karena menurutnya, Pilkada serentak tahun 2018 ini harus dituntaskan dengan baik. Mengingat setiap momen Pilkada di Bontang dilalui dengan penuh harmoni dan kondusif. Hal itu berkat profesionalisme lembaga penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu. “Dengan komunikasi yang baik Insya Allah aman, walaupun di Kaltim dan Bontang itu masyarakatnya heterogen, tetapi saya yakin semuanya mengutamakan kebersamaan. Semua cinta damai dan cinta NKRI,” ujarnya.
Bawaslu RI, mengidentifikasi provinsi yang rawan dengan isu SARA diantaranya Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Selatan (Sumsel), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat (Kalbar), Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Dikatakan Basri agar masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya isu SARA ini. Tetapi dirinya mengajak seluruh masyarakat Bontang agar mendukung pengawasan dan penanganan terhadap politik uang serta politisasi SARA. Sehingga diharapkan pesta demokrasi pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018 ini bisa berjalan aman dan kondusif. “Mari bersama-sama menjaga agar Pilgub Kaltim tahun 2018 ini bisa berjalan aman dan tertib,” pungkasnya.(mga)







