• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kapal Batu Bara Hambat Nelayan 

by BontangPost
10 Maret 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
MEDIASI: Dishub Kaltim melakukan mediasi dengan nelayan dan perusahaan batu bara, agar ada solusi atas tuntutan kelompok nelayan yang meminta kompensasi.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

MEDIASI: Dishub Kaltim melakukan mediasi dengan nelayan dan perusahaan batu bara, agar ada solusi atas tuntutan kelompok nelayan yang meminta kompensasi.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Malang benar nasib 1.400 nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejak kehadiran kapal pengangkut batu bara di laut Muara Badak Ilir 2012 lalu, cahaya kapal nelayan harus beradu dengan cahaya raksasa yang dimiliki kapal pengangkut emas hitam. Akibatnya, para pemburu ikan laut mengalami kerugian, karena tangkapan ikan berkurang drastis.

Wakil Kelompok Nelayan Muara Badak, Amiruddin menuturkan, sebelum kehadiran kapal pengangkut batu bara, biasanya setiap hari nelayan mendapat uang Rp 500 ribu. Setelah batu bara jadi primadona di daerah setempat, setiap hari nelayan hanya pulang membawa uang Rp 150 ribu.

“Bahkan pendapatan nelayan bisa lebih kecil dari itu. Itupun belum dihitung biaya operasional. Ada juga yang kadang-kadang pulang dengan tangan kosong,” ungkap Amiruddin, Jumat (9/3) kemarin.

Baca Juga:  Bagikan Sembako untuk Korban Banjir

Biasanya, nelayan menangkap ikan menggunakan bagan tancap. Secara keseluruhan jumlanya 254 unit. Selain itu, ada jaring trammel net, petani tambak, blade, dan zero zero. Semua jenis jaring tersebut seolah tak berkutik saat menghadapi massifnya cahaya kapal pengangkut batu bara di Muara Badak.

“Selain cahaya kapal pengangkut batu bara yang lebih besar dari cahaya kapal nelayan, kebisingan juga membuat nelayan kesulitan menangkap ikan,” ujarnya.

Akibatnya, setiap tahun nelayan mengalami kerugian sekira Rp 50 juta. Minimal selama enam tahun nelayan sudah merugi Rp 30 miliar. “Tapi jika dihitung seluruhnya, nelayan merugi Rp 500 miliar,” ucapnya.

Sadar akan merosotnya pendapatan setiap hari, tiga kelompok nelayan mengadu pada anggota Komisi II DPRD Kukar. Berturut-turut tiga kali pertemuan dilakukan, namun hasilnya nihil.

Baca Juga:  Hujan Interupsi Warnai Konsultasi RPJMD

Seolah tak menyerah, atas dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, nelayan mengadu asa pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Sebanyak 17 kali pertemuan dilakukan, namun hasilnya tak sesuai harapan.

“Kami sangat kecewa, bagaimana mungkin dengan sekian banyak pertemuan itu, pemerintah tidak bisa menekan perusahaan agar segera menunaikan tuntutan nelayan,” katanya.

Sejak 2015, terungkap ada banyak perusahaan yang memanfaatkan perairan setempat untuk pengangkutan batu bara. Teranyar, ada PT Pelabuhan Tiga Bersaudara dan Felindo Empat. Setiap hari terdapat 900 unit kapal pengangkut emas hitam hilir mudik di Muara Badak Ilir.

Atas kerugian tersebut, nelayan menuntut ganti rugi dari perusahaan. Karena pemerintah dinilai tak punya taring, jika tuntutan nelayan tidak kunjung dipenuhi, nelayan akan menutup jalur pengangkutan batu bara di Muara Badak Ilir.

Baca Juga:  Terkait Penolakan Pembangunan Masjid AN NUR, Klaim Perluasan Sesuai Aturan 

“Kami sudah jenuh rapat terus mencari keadilan dari pemerintah. Jika tidak ada kepastian, kami akan menutup laut Muara Badak Ilir, agar tidak digunakan untuk kapal batu bara,” tegasnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: konflikMetro SamarindaNelayan-Perusahaan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Penunjukan Plt Wali Kota Balikpapan, Husni: Penafsiran Gubernur Kurang Tepat 

Next Post

Perusahaan Ogah Penuhi Permintaan Nelayan

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.