• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Lambatnya Kereta Cepat

by BontangPost
28 April 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Amerika sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas – Los Angeles ini. Rencana itu sudah matang sejak tahun 2005. Sejauh sekitar 300 km. Ingin segera mempercepat yang selama ini lambat: empat jam naik mobil. Atau 6 jam naik bus Greyhound. Seperti yang pernah saya lakukan.

Sampai hari ini rencana itu belum juga dimulai. Sudah 17 tahun. Padahal sudah begitu banyak energi dikeluarkan. Di pemerintah pusat maupun daerah.

Pemilik proyeknya pun sebenarnya sudah disetujui: Marnell Carrao Associates. Perusahaan swasta terbesar bidang kontraktor dan arsitektur. Tidak ada BUMN di Amerika. Pengalaman Marnell tak terpermanai: membangun berbagai hotel dengan total kamar  70.000. Bahkan saat itu juga sedang membangun hotel casino seluas 32 ha.

Marnell sudah siap dengan modal setor Rp 20 triliun. Tepatnya 1,4 miliar dolar. Biaya proyeknya sendiri sekitar Rp 100 triliun. Sisanya sudah sangat optimistis. Didapat dari lampu hijau: pinjaman pemerintah pusat. Dari program rehabilitasi dan pengembangan kereta api.

Baca Juga:  Gara-Gara "Apel Washington"

Siplah sudah. Proyek bisa dimulai tahun 2012. Tapi urusan-urusan tanah, amdal dan lampu hijau ternyata tidak mudah. Belum selesai. Maka diundur. Tidak kepalang tanggung: diundur dua tahun. Tapi mulai ada kepastian:  proyek akan selesai tahun 2016.

Saat itu saya sudah mimpi naik kereta cepat di Amerika. Tidak mau lagi naik kereta ini: lambat sekali. Dari Denver di Colorado ke Salt Lake City selama 14 jam. Padahal dengan pesawat hanya satu jam. Hujan salju lagi berat saat itu. Penerbangan dari dan.ke Denver dibatalkan. Selama dua hari. Terpaksa naik kereta siput itu. Untunglah memandangannya luar biasa. Terutama saat kereta melintasi gugusan Rocky Mountain. Yang meliuk-liuk. Yang bersalju. Sangat wild.

Dua hari di Utah saya sambung lagi naik kereta ke Sacramento di California. Hampir 24 jam. Melewati gurun Nevada. Kalau Las Vegas berada di Nevada selatan, jalur ini di gurun Nevada utara.

Maka berita bagus kalau akan ada kereta cepat.

Baca Juga:  Pemilu Big Data Dalam Humor

Ternyata diundur lagi. Dua tahun lagi. Dinyatakan baru bisa dimulai tahun 2014. Berarti kepastian selesai di tahun 2016 sangat mustahal. Mengapa?

Maret 2013 dua tokoh DPR kirim surat. Nama mereka menakutkan: Paul Ryan dan Jeff Session. Ryan kelak jadi ketua DPR. Isi surat: lampu hijau itu harus dimerahkan. Pemerintah pusat tidak menyetujui pinjaman itu. Terlalu besar. Sudah terlanjur pernah ada lampu hijau lain.

Diberikan ke proyek kereta cepat jurusan San Fransisco – Los  Angeles. Yang lebih dulu mengajukan. Kalau permintaan Las Vegas dipenuhi maka daerah lain tidak kebagian. Dana rehabilitasi itu akan tercurah semua ke pantai barat. Dapil Paul Ryan dari Wiscounsin. Belahan Midwest.

Las Vegas tidak menyerah. Masih ada akal. Terobosan pun dicari. Proyek ini sudah tertunda 10 tahun. Tiongkok tiba-tiba sudah menyalib di tikungan. Dalam sekejap. Punya 25.000 km kereta cepat. Sedang proyek Las Vegas ini hanya 300 km. Bahkan yang di Tiongkok sudah berupa kereta peluru.

Baca Juga:  Tafsir Baru Usep

Proyek Las Vegas itu  enteng. Hanya direncanakan berkecepatan 210 km/jam. Di Tiongkok hanya disebut 动车 (dong ce). Bukan 高铁 (gao tie) yang berkecepatan 300 km/jam.

Maka Tiongkok pun dagang lampu hijau. Siap membangunnya. Termasuk memberikan pinjaman. Beres.

Beres? Belum. Tiongkok memerlukan jaminan. Dari pemerintah.

Terobosan pun ditemukan. Pemda Nevada membentuk badan khusus. Meniru California. Namanya pun mirip: Nevada High Speed Rail Road Authority. Hanya kata California diganti Nevada. Dari 41 anggota DPRD 40 setuju.

Langkah berikutnya dibentuklah joint venture: antara China Railway International USA dengan otoritas itu. Beres. Sepertinya sudah gak ada masalah lagi. Proyek pun sudah bisa dimulai. Rencananya: September 2016.

Enam bulan sebelum itu jatuhlah bom: proyek itu tidak boleh dilanjutkan. Pemerintah federal melarangnya. Alasannya: bertentangan dengan kebijakan “belilah Amerika”.

Kalau proyek mau dilanjutkan harus dilakukan dulu ini: membangun pabrik kereta cepat di tanah Amerika. Selesai. Tamat. Wassalam.(dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan dahlan iksan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Paslon Tak Banyak Keluar Biaya, Semangatnya Tak Ada Korupsi

Next Post

Saat Keperawanan Tak Lagi Punya Arti

Related Posts

Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

9 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Manufacturing Hope

8 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Adu Kuat Kereta Cepat

4 Mei 2018, 09:15
Obat #Stress2019 Ala Shanghai
Dahlan Iskan

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

3 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

2 Mei 2018, 09:15
Ideologi Republik dari Kansas
Dahlan Iskan

Ideologi Republik dari Kansas

1 Mei 2018, 09:15

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tabrak Median di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.