bontangpost.id – Sejumlah objek wisata maupun sarana olahraga di Bontang bakal dikenakan tarif masuk.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang Ahmad Aznem mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap kajian.
“Iya, pastinya kan dikaji dulu seperti apa, termasuk regulasinya,” katanya.
Ia mengungkapkan, penarikan tarif dirancang guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Lebih lanjut, sarana olahraga Stadion Bessai Berinta Lang-Lang juga akan dikenakan tarif masuk.
Ia pun membandingkan dengan sarana olahraga yang berada di Samarinda. “Seperti di Segiri, masuknya kan bayar,” sambungnya.
Kendati demikian, penetapan tarif tersebut juga masih dikaji lebih lanjut bersama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Kalau pujasera ada retribusinya, melalui lapak sewa pedagang,” sebut dia.
Selain itu, pihaknya tengah memetakan destinasi wisata yang akan dikenakan tarif masuk.
Mencakup wisata mangrove Berbas Pantai, Bontang Kuala, Malahing, Tihi-Tihi, Selangan, Gusung, hingga Pulau Beras Basah.
“Semuanya masih kajian. Tetapi yang memungkinkan secepatnya diterapkan (tarif masuk) di Mangrove Berbas Pantai,” pungkasnya. (*)





