• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Orang Suci

by M Zulfikar Akbar
5 Mei 2019, 12:01
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
Foto: Thai Rath

Foto: Thai Rath

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini playboy itu resmi sudah jadi orang suci. Setelah kemarin disucikan. Dengan air dari lima sungai dan empat danau.

Itulah puncak upacara penobatan Vajiralongkorn menjadi Raja Rama X. Di tanggal yang sama dengan saat ayahnya dinobatkan sebagai Rama IX. Hampir 70 tahun lalu.

Rangkaian ritual kali ini berlangsung selama tiga hari. Yang secara mengejutkan diawali dengan perkawinan sang raja. Yang sudah menduda tiga kali. Yang tahun ini berumur 66 tahun. Kali ini istrinya berangkat jendral. Berumur 40 tahun. Yang sejak lama menjadi ajudannya. (Baca DI’s Way: Istri Jenderal).

Permandian itu dilangsungkan pada jam yang keramat: 10.09 kemarin. Angka sepuluh menandakan gelarnya sebagai Rama ke X. Angka sembilan menandakan kesempurnaan.

Raja baru Maha Vajiralongkorn itu kini dianggap manusia sempurna: umurnya lebih dari matang, sudah punya isteri (lagi) dan sudah disucikan.

Berakhirlah citra lama: pemabok, penjudi, playboy, kawin cerai, dan apa saja yang sebangsa itu. Waktu umur 50 tahun dulu Vajiralongkorn sebenarnya sudah terlihat sumeleh. Perkawinan ketiganya saat itu diharapkan yang terakhir. Dengan mahasiswi berumur 22 tahun. Dengan ucapan terkenalnya waktu itu: saya kan sudah berumur 50 tahun, sudah waktunya settle.

Apalagi kini sudah 66 tahun. Dengan istri yang ideal pula untuk menjadi Sri Ratu: angkatan darat berumur 40 tahun dengan pangkat jendral. Betapa kian hormatnya penguasa militer sekarang ini kepada rajanya.

Baca Juga:  Debat Dalam Bus

Hari ini raja baru itu menerima rakyat pada umumnya. Di istana. Sebagai acara perkenalan dengan rakyatnya. Yang selama ini belum pernah melihatnya secara langsung. Saat muda dulu sang raja lebih banyak di luar negeri: Jerman, Inggris, Australia.

Tapi suasana kota Bangkok tidak terasa meriah. Hanya kantor-kantor pemerintah yang terlihat bersolek: pasang bendera kuning dan pagarnya dihias kain kuning. Tidak seberapa mencolok. Seperti sekedarnya.

Toko-toko dan rumah penduduk tidak ada yang memasang tanda apa pun. Seperti hari biasa saja.

Hanya di surat kabar yang terasa banget. Harian berbahasa Inggris Bangkok Post penuh dengan iklan-iklan satu halaman. Demikian juga yang berbahasa Thai, harian Thai Rath: penuh iklan.

Berita di koran juga penuh dengan peristiwa ini. Termasuk saat Sang Raja kemarin ke pagoda. Yang terkenal itu. Di pusat kota itu. Yang patung Budha-nya utuh terbuat dari zamrud. Berwarna hijau tua. Yang tingginya tidak seberapa: hanya 66 cm. Tapi pagoda berpatung zamrud ini di Bangkok paling banyak dikunjungi turis.

Sejarah patung zamrud itu sendiri amat panjang. Mungkin saja dulunya dari India. Atau Sri Lanka. Atau sudah keliling India dan Sri Lanka. Pernah pula menghuni pagoda di Chiang Rai. Dengan reputasi kian sakti: ketika pagoda itu dihancurkan bencana alam sang patung tetap utuh. Padahal batu zamrud itu mestinya mudah pecah.

Baca Juga:  Motorway Murah

Patung itu baru dibawa ke Bangkok tahun 1782. Saat Raja Taksin dikalahkan Raja Rama I. Lalu membangun pagoda di tepi sungai ini. Yang sebelumnya sudah ada kampung Tionghoa di situ. Mereka diminta pindah ke lokasi lain. Yang sekarang terkenal sebagai China town di Bangkok.

Raja Taksin-lah yang sebenarnya proklamator Thailand. Ialah yang membebaskan Tanah Siam dari penguasaan Burma (kini Myanmar). Tapi Raja Taksin hanya berkuasa 50 tahun. Ditumbangkan Phra Phutthayotfa Chulalok. Yang kemudian bergelar Rama I itu.

Rama pertama itu pula yang mendeklarasikan penguasa baru itu disebut Dinasti Chakri. Yang langgeng sampai sekarang. Sudah lebih 300 tahun.

Kata ‘Chakri’ diambil dari gabungan antara chakra dan trisula. Yang dua jenis senjata itu kemudian menjadi lambang istana raja. Juga melambangkan senjata Wishnu dan Siwa. Satu siklus reinkarnasi yang sempurna.

Dalam rangkaian penobatan itu ada dua dekrit raja baru. Pertama berbunyi sama dengan yang pernah dititahkan oleh Rama-Rama sebelumnya. “Hari ini saya mulai bertahta untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat”.

Dekrit kedua: membebaskan narapidana. Lebih 10 ribu yang dibebaskan atau dikurangi hukuman mereka. Termasuk narapidana politik. Yakni para promotor demo prodemokrasi. Para tokoh pengikut lawan politik junta militer sekarang.

Narapidana wanita, anak di di bawah 18 tahun, orang tua di atas 70 tahun termasuk yang diprioritaskan. Terutama yang sudah menjalani hukuman separo jalan. Dan yang kelakuannya baik.

Baca Juga:  Boyke untuk Dampak Ma'erot 

Di antara yang akan dibebaskan itu adalah mahasiswa. Yang pernah dianggap menghina raja. Dengan cara mengunggah ‘riwayat hidup’ raja. Yang diambil dari sumber di Inggris. Yang memuat segala kelakuan buruk putra mahkota itu.

Perbuatan seperti itu di Thailand bisa dihukum antara 3 sampai 15 tahun. Mahasiswa tadi sudah menjalaninya selama dua tahun.

Kerajaan Thailand mengubah diri menjadi demokrasi di tahun 1932. Antara lain itulah yang dulu diinginkan Raja Taksin. Meniru apa yang terjadi di Kerajaan Inggris.

Di sejarah modern Thailand nama Raja Taksin tidak lagi dianggap bekas musuh. Raja Bhumibol (Rama IX) sudah mengakuinya sebagai pahlawan bangsa. Pejuang. Proklamator. Nasionalis. Patung-patungnya dibangun. Sosoknya menjadi penghias mata uang Bath.

Tapi penguasa militer sekarang menemukan musuh baru: namanya juga Taksin. Yang ini konglomerat. Pernah jadi perdana menteri. Kini hidup di pengasingan. Ia menjadi raja di hati rakyat kecil di belahan utara negara.

Sampai Senin besok Thailand dipenuhi suasana damai, gembira dan bahagia. Entahlah minggu depan. Setelah tanggal 9 Mei nanti KPU mengumumkan siapa pemenang pemilu bulan lalu. Yang hasilnya pasti dipersoalan oleh partai oposisi. Yang pro-demokrasi.

Lumayan juga damai dulu tiga hari.(Dahlan Iskan)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dahlan iskandis way
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pleno Kota Dihentikan Saksi BPN 02, Ada Masalah Dokumen DA

Next Post

Harga Bawang Putih Naik, Polres Bontang Turun Tangan

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Istri Jendral

3 Mei 2019, 10:56

Terpopuler

  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jembatan Baru Guntung Siap Dibangun, Pemkot Bontang Gelontorkan Rp7,8 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Dilaporkan, Ini Alasan Terduga Sultan UMKM Bontang Belum Dipanggil Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disorot Publik, Polisi Pastikan Kasus “Sultan UMKM Bontang” Tetap Diproses

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Berlanjut, Jalan Kampung Gotong Royong Bontang Kembali Dicor Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.