bontangpost.id – Sembari bergandengan tangan, Rifki dan Fitri beranjak. Dari lantai 1 ke lantai 2 Pasar Taman Rawa Indah, Bontang. Di tangan kirinya, Fitri menenteng barang belanjaan. Sebungkus ikan tuna segar yang baru saja dibelinya.
Sejatinya, pasangan muda ini sekadar berencana beli ikan. Tak ada lain. Namun rasa penasaran memantik keduanya untuk tinggal lebih lama. Beranjak ke setiap lantai. Menyusuri tiap sudut, serta fasilitas apa saja yang ditawarkan pasar terbesar di Bontang itu.
“Aslinya cuma beli ikan. Cuma penasaran sama lantai atas, jadi kami naik,” ujar Fitri kala berbincang dengan bontangpost.id, Rabu (15/7/2020) pagi.
Fitri dan Rifki cuma dua dari segerombolan pembeli lain yang menyambangi Pasar Taman Rawa Indah pagi ini. Adapun tepat di hari ini, Rabu (15/7/2020) pasar semi modern 4 lantai itu resmi beroperasi. Mulai menggelar transaksi jual beli perdananya.
Dari pantauan bontangpost.id di lokasi sekitar pukul 09.00-10.30 Wita, untuk ukuran hari perdana, pengunjung sudah cukup ramai. Aktivitas jual beli berjalan lancar. Tak sedikit pula pedagang yang mengangkut barang dagangannya dari luar menuju kios baru.
Namun belum semua kios terisi. Dari semua lantai, justru di lantai dasar yang diisi penjual kelapa parut, telur, makanan, plastik banyak kosong. Untuk los ikan, mulai penuh diisi pedagang.
Beranjak ke lantai 2, yang diisi pedagang sayur mayur, pun sudah ditempati. Belum sepenuhnya, tapi hanya beberapa saja yang kosong.
Yang tak disangka ialah lantai 3, tempat pedagang sembako. Kendati sebelumnya sempat terjadi polemik, ternyata pedagang sudah menempati kiosnya. Dengan kuantitas barang tidak sedikit, banyak pedagang memang terlihat masih mengangkut dan menata barang dagangan. Sembari melayani pelanggan yang ingin berbelanja.

Tak Mau Tergesa-gesa
SEMENTARA Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar, Haedar menuturkan, berdasarkan imbauan yang pihaknya keluarkan, sejatinya seluruh pedagang sudah harus pindah hari ini, Rabu (15/7/2020). Dari pasar sementara ke gedung baru. Realitasnya, masih banyak kios yang kosong.
Kata Haedar, merelokasi pedagang pasar tak mudah. Ada ribuan pedagang yang mesti diberi pemahaman. Beberapa mudah saja, beberapa lainnya masih keras kepala. Belum lagi untuk memindahkan barang dagangan. Jumlahnya banyak dan berat. Pedagang butuh waktu.
“Harusnya hari ini, cuma kita enggak bisa terburu-buru juga. Kasih pedagang waktu,” ujar Haedar kala disambangi di kantornya.
Dia menambahkan, pihaknya tak terlalu tergesa-gesa meminta pedagang pindah. Mereka tetap diberi waktu. Disamping karena beban pedagang tak mudah. Pun lantaran sekarang pandemi. Semua mesti dilakukan hati-hati.
“Ini pandemi. Jadi kami jaga-jaga juga,” ujarnya.
Sejatinya saat ini pasar masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor. Berakhir Desember 2020 mendatang. Usai konsultasi bersama kontraktor, Pemkot Bontang sepakat pedagang direlokasi Juli ini. Sebabnya pun, kontrak sewa di pasar sementara berakhir Kamis (16/7/2020) esok.
“Kontrak sekitar 3 tahunan. Besok selesai sudah,” bebernya.
Haedar mengakui masih ada persoalan sepanjang relokasi ini. Pihaknya berjanji rutin melakukan evaluasi.
Bila tak ada aral, pasar akan diresmikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pada Rabu (5/8/2020) mendatang. Bersamaan dengan peresmian gedung pemerintahan lainnya. (*)







