JAKARTA – Pemerintah tengah fokus mengembangkan sejumlah bandara di daerah. Pada Maret 2017, Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin mendapat giliran untuk ditingkatkan kapasitasnya. Pengembangan ini sejalan dengan target pencapaian 20 juta wisatawan pada 2019.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pengembangan bandara ini dilakukan untuk mendorong kemajuan Banjarmasin. Menurutnya, kegiatan masyarakat yang sangat dinamis bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan.
”Kita ingin masyarakat Banjarmasin maju. Dan, menjadi kewajiban negara melalui PT Angkasa Pura (AP) I untuk menghadirkan bandara yang bisa melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Biasanya, kata dia, dengan memperbesar bandara maka penumpang akan meningkat seiiring naiknya daya tampung dari bandara tersebut. Saat ini, pergerakan penumpang di bandara yeng terletak di Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini sudah mencapai 3,5 juta penumpang pertahun.
Tapi, belum didukung penuh oleh kondisi bandara saat ini. Kapasitas terminal bandara seluas 9.043 meter persegi tersebut hanya mampu menampung hingga 1 juta penumpang pertahunnya. Panjang runway pun baru sepanjang 2500 x 45 meter persegi.
”Appron juga hanya mampu menampung12 pesawat saja,” ungkapnya.
Karenanya, Mantan Dirut AP II mendukung penuh agar pembangunan bisa segera dilakukan. Rencananya, pembangunan tahap I mulai digarap pada Maret 2017. Pembangunan yang dilakukan diantaranya yaitu perluasan terminal menjadi 50.359 meter persegi dan perpanjangan runway hingga 3000×45 meter persegi. Dengan perluasan terminal ini diharapkan mampu menampung hingga 6 juta penumpang pertahunnya. Begitu pula untuk apron, ditargetkan dapat menampung hingga 18 pesawat.
Tidak hanya itu, perluasaan terminal kargo juga dilakukan menjadi seluas 5.000 meter persegi dari kondisi saat ini yang hanya seluas 802 meter persegi. Perluasan ini untuk mengantisipasi pergerakan barang yang terus meningkat tiap tahunnya. rata-rata, pergerakan barang di sana mengalami peningkatan 10 persen per tahunnya.
”Awal Maret dibangun. Selesai awal 2019. Insha Allah tidak molor,” tegasnya.
Dia menjelaskan, pembangunan ini akan terus dilakukan hingga tahap 4 yaitu pada tahun 2047. Pada tahun tersebut, ditargetkan bandara sudah memiliki terminal penumpang seluas 103.953 m2 yang dapat menampung hingga 12 juta penumpang pertahunnya.
”Agar sejalan dengan pembangunan ini, kami minta dukungan pemda untuk membangun akses jalan menuju bandara. Sehingga, saat bandara selesai dikembangkan di tahun 2019, jalannya pun sudah jadi,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga meminta PT AP I untuk memperhatikan kearifan lokal dalam pembangunan bandara ini. menteri yang akrab disapa BKS itu ingin agar desain bandara bisa menonjolkan budaya Banjarmasin. (mia)






