• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pengusaha Laundry Pakai Air Sungai 

by BontangPost
24 Januari 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ONGKOS PRODUKSI BENGKAK: Jemuran milik salah seorang pengusaha laundry di kawasan Sangatta Selatan. (LELA SIWI/SANGATTA POST)

ONGKOS PRODUKSI BENGKAK: Jemuran milik salah seorang pengusaha laundry di kawasan Sangatta Selatan. (LELA SIWI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Kenaikan tarif air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua Kutai Timur berdampak langsung kepada para pengusaha. Praktis ongkos produksi semakin membengkak. Makanya mereka terpaksa putar otak agar bisnis tetap jalan.

Terhitung kenaikan tahap awal bulan lalu, beberapa pengusaha laundry, kue rumahan, dan penjual air galon sudah mengeluh. Pasalnya keuntungan mereka menipis. Makanya, untuk mengirit penggunaan air, mereka ‘mengoplos’ air PDAM dengan air Sungai.

“Untuk mencuci perabotan bekas membuat kue saya cuci menggunakan air sungai. Air PDAM mahal sekali,” ucap Herni salah seorang penjual kue di kawasan Masabang, Sangatta Selatan.

Banyak masyarakat yang belum mengetahui alasan naiknya tarif PDAM. Sehingga pengusaha kecil yang sangat bergantung pada air PDAM hanya pasrah.

Baca Juga:  Perempuan Wajib Dilibatkan Dalam Caleg

“Mau gimana lagi. Mau harga kami dinaikkan juga kasihan. pelanggan sudah tahu harga galon hanya 5.000. Masa untuk minum saja harus mahal”, jelas Rina, salah seorang pemilik depot isi ulang di Sangatta Selatan.

Pengusaha kecil ini lebih memilih mempertahankan harga dan mengambil keuntungan tipis. Ada pula yang memilih membuat aliran air dari sungai untuk mengurangi pengeluaran yang melonjak.

“Saya lebih memilih mengendapkan air sungai yang di campur dengan air PDAM. Agar tidak terlalu kuning airnya. Jadi baju laundri juga tetap bersih,” jelas Suwarni pengusaha laundri.

Mereka mengharapkan tarif air tidak dinaikan kembali. Karena mereka merasakan menipisnya pendapatan jika tarifnya terus

Baca Juga:  Berantas Narkoba Jangan Hanya Fokus ke Warga Saja

meningkat. Hal tersebut terjadi karena minimnya informasi yang mereka dapat mengenai hilangnya subsidi air di PDAM Kutim.

“Kita inginnya harga air sudah jangan naik lagi. Kalau naik lagi ya penggunaan air sungai akan sepenuhnya. Tidak lagi campuran dengan air PDAM”, Ujar Suwarni.

Naiknya tarif tahap pertama telah meresahkan pengusaha yang usahanya bergantung dengan air. Bahkan informasi yang mereka terima, tarif air akan naik kembali di tahap ke dua Febuari mendatang membuat mereka semakin resah.

“Bulan lalu saja lihat tagihan sudah kaget, masa bulan depan naik lagi. Bisa bisa bangkrut begini”, ucap Herni. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kenaikan tarif airSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bersih-bersih di Polder, Wabup Temukan 3 Karung Bungkus Komix

Next Post

Takut Pelanggan Kabur karena Kemahalan

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.