bontangpost.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK untuk jalur regular dimulai sejak Selasa (15/6/2021). Berdasarkan rekapitulasi, slot di SMA 1 Bontang langsung penuh.
Kepala SMA 1 Bontang Sumariyah mengatakan, sekira 10.00 Wita berkas yang masuk sudah mencapai 222. Padahal kuota yang tersedia hanya 170 kursi.
“Setelah berkas masuk, operator langsung melakukan verifikasi data. Pengecekan satu-satu sehingga membutuhkan waktu cukup lama,” kata Sumariyah.
Hingga 15.30 Wita, total masih ada 94 berkas yang belum diverifikasi. Sesungguhnya jam operator tiap harinya maksimal 13.00 Wita. Tetapi, karena ingin memberikan pelayanan, maka berkas itu dirampungkan. Walaupun slot terpenuhi tapi berkas masuk tetap ditampung.
Nantinya, calon siswa dengan nilai akumulasi tertinggi dapat menggeser di bawahnya. Sesuai kuota yang tersedia. “Jadi, seleksi berdasarkan nilai. Yang tergeser maka diarahkan ke pilihan sekolah berikutnya,” ucapnya.
Total jumlah pendaftar dari jalur bina lingkungan mencapai 17 kursi. Pada jenjang SMA, slot RT prioritas tidak dibatasi. Artinya sesuai kuota reguler. Berbeda dengan jenjang SMK yang maksimal 10 persen dari jatah reguler di tiap kompetensi keahlian.
Dijelaskan dia, durasi pendaftaran jalur reguler lebih panjang. Dibandingkan masa pembukaan tiga jalur sebelumnya. Aplikasi akan menerima berkas hingga 18 Juni besok. Artinya ada waktu empat hari. Sementara pendaftaran jalur sebelumnya hanya dibuka tiga hari.
Disinggung itu, Sumariyah tidak mengetahui faktor pertimbangannya. “Ini mengikuti dari arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim,” tutur dia.
Semula pembukaan PPDB sesuai instruksi dibuka pada 10 Juni. Tetapi, MKKS Bontang meminta agar jadwal itu dimajukan sehari. Lantaran jam kerja tenaga pendidikan di Kota Taman hanya lima hari, Senin sampai Jumat.
Kondisi serupa juga terjadi di SMA 2. Dari 200 slot jalur reguler telah terisi sepenuhnya. Dengan nilai terendah hingga 16.00 Wita, yakni 68,87. Sementara kuota di SMA 3 masih sisa banyak, dari 195 kuota baru masuk berkas 73. Belum terpenuhinya kuota juga menimpa sebagian besar kompetensi keahlian di tiga SMK negeri.
Praktis hanya kompetensi rekayasa perangkat lunak di SMK 1 Bontang yang telah terisi. Dari 21 kompetensi keahlian lainnya masih ada sisa kuota. (*/ak/ind/k15)

