• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

by BontangPost
2 Mei 2018, 09:15
in Dahlan Iskan
Reading Time: 3 mins read
0
DAHLAN ISKAN

DAHLAN ISKAN

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Teman-teman saya di luar negeri ternyata mengikuti disway. Di negara masing-masing. Berkat jasa Google Translate.

Mereka pun mengadu. Saat server Disway “jebol”. Kebanyakan yang akses. Dua minggu lalu.

Mereka mengadu. Tidak bisa lagi mengakses Disway. Teman Singapura kirim WA. Teman  Tiongkok kirim WeChat. Teman Korea kirim KakaoTalk. Teman Amerika kirim email: mengapa tidak bisa lagi akses Disway.

Mereka pun mengkhawatirkan saya. Tidak menulis lagi? Ada masalah?

Maka saya jelaskan jalan keluarnya. Mengikuti petunjuk Mas Joko Intarto. Yang mengelola Disway: hapus dulu semua history. History akses Disway.

Biasanya pemilik HP berkapasitas besar malas cuci gudang. Merasa di zona aman. Maka sambil bercanda saya anjurkan kepada mereka: zuhudlah. Pakailah HP berkapasitas 16GB saja. Agar rajin bersih-bersih. Sehari dua kali. Sambil mandi, eh, setiap habis mandi.

Akhirnya gol. Bisa akses kembali. Namun masih ada persoalan. Penerjemahannya tidak praktis lagi. Dulu, begitu klik translate semua berubah ke bahasa Inggris. Termasuk setelah klik “read more” sekali pun.

Tapi setelah server lebih besar tidak begitu. Di tampilan awal semua berubah ke bahasa Inggris. Namun begitu klik “read more” artikel lengkapnya kembali dalam bahasa Indonesia. Mereka harus menproses translate sendiri. Mas Joko akan memperbaikinya.

Baca Juga:  Alexa Si Seksi dari Amerika

Selanjutnya saya pun ingin tahu: apakah penerjemahan profesor Google cukup baik?

Rupanya ada masalah besar. Untuk menerjemahan naskah berbahasa Indonesia ke Inggris. Padahal tidak untuk sebaliknya.

Rupanya saya juga harus belajar lagi. Bagaimana menulis yang benar. Dari kacamata Google.

Misalnya kisah tentang wanita yang menjadi penumpang pesawat South West Airlines itu. Yang separo badannya kesedot udara.

Kalimat pertama saya kan begini: Saya dapat tempat duduk di dekat jendela. Gak ada masalah kan? Mengerti maksudnya kan?

Google ternyata menerjemahkannya begini: I can seat by the window. Hahahaaa. Kalimat Google tersebut menjadi tidak bisa dimengerti. Kata “dapat” diterjemahkan menjadi “can”. Google benar. Sebenarnya.

Rupanya saya harus introspeksi: baiknya saya jangan menggunakan kata “dapat” dalam kalimat seperti itu. Saya harus pakai kata “mendapat”. Begitu kata “dapat” saya ubah “mendapat” saya coba masukkan Google Translate. Hasilnya bagus: I got seat by the window.

Persoalan saya: kalau saya ubah kata “dapat” menjadi “mendapat” kalimat saya terlalu resmi. Terlalu formal. Menjadi kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar. Taste-nya berubah. Terasa tidak lincah. Tidak renyah. Tidak gurih.

Baca Juga:  Sarapan Saya: Menu Kuda

Padahal saya menulis ini untuk pembaca Indonesia. Yang suka gurih dan renyah. Saya masih mikir apakah harus tepo sliro ke Google. Atau justru berharap Google yang mau mengalah. Dengan memperbanyak pengetahuan tentang kata yang punya dua makna seperti itu.

Demikian juga kalimat seperti ini: Penumpang yang kebetulan perawat …. Terjemahannya tidak bisa dimengerti. “Penumpang” diterjemahkan “passanger”. Betul. Tapi dalam bahasa Inggris mestinya “ a passanger”. Ada huruf “a” di depannya.

Adakah kelak saya harus menulis “seorang penumpang….” untuk memenuhi keinginan Google? Rasanya saya keberatan. Melanggar prinsip ekonomi kata dalam membuat kalimat. Boros kata.

Ya sudahlah. Semua itu adalah urusan saya dengan Google. Bukan persoalan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Saya akan berusaha menyelesaikannya dengan Google. Sayangnya mungkin Google  merasa tidak punya persoalan dengan saya.

Apalagi persoalan yang lebih besar masih banyak. Bukan persoalan saya lagi. Juga bukan persoalan Google. Ini masalah miskinnya bahasa Indonesia. Harus kita perkaya.

Terutama di zaman penerjemah bukan lagi manusia. Misalnya kata “dia”. Tidak ada “dia” yang mewakili wanita dan “dia” yang mewakili pria. Semua hantam kromo: pokoknya dia. Padahal di bahasa Inggris ada he dan ada she.

Baca Juga:  Pilih Amerika atau Tiongkok

Dalam bahasa Mandarin pun juga dibedakan. Dia untuk laki-laki ditulis 他. Dia untuk perempuan ditulis 她. Tahu bedanya kan? Untuk wanita goresan di depannya ada lubangnya. Coba perhatikan. Perhatikan huruf Mandarinnya itu, maksud saya. Bukan perhatikan  wanita yang lagi menghadap ke Anda.

Gara-gara “dia” yang seperti itu tulisan saya pun jadi kacau. Setelah diterjemahkan Google. Misalnya waktu laki-laki bertopi cowboy menarik kaki wanita itu. Yang kesedot jendela itu. Setelah jadi kalimat Inggris benar-benar tidak bisa dimengerti. Karena apa? Kata “dia” di situ diterjemahkan menjadi “he”. Menjadi: laki-laki bertopi cowboy itu menarik kakinya sendiri! Untuk apa dia (laki-laki) menarik kakinya sendiri? Padahal yang kesedot jendela adalah dia si  penumpang wanita? Eh, SEORANG penumpang wanita?

Ayo kita berubah.

Ayo kita putuskan: kita ubah sendiri. Gak usah tunggu peraturan pemerintah. Ayo kita bedakan “dia” dan “ia”. Yang selama ini artinya sama.

Kita ubah sekarang. Gak (eh, tidak) usah tunggu (eh, menunggu) Kepres. Kita putuskan begini: “Dia” untuk laki-laki. “Ia” untuk perempuan. Beres. Gitu saja kok repot. Kepresnya bisa menyusul. Kapan-kapan. Kalau kepikiran. Pasti Google senang. Bahasa Indonesia pun bisa kian modern. (dis)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: catatan dahlan iksan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Buruh Suarakan Kesejahteraan

Next Post

TK2D juga Buruh

Related Posts

Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dag Dig Dug Pemilu Malaysia

9 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Manufacturing Hope

8 Mei 2018, 09:15
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Adu Kuat Kereta Cepat

4 Mei 2018, 09:15
Obat #Stress2019 Ala Shanghai
Dahlan Iskan

Obat #Stress2019 Ala Shanghai

3 Mei 2018, 09:15
Ideologi Republik dari Kansas
Dahlan Iskan

Ideologi Republik dari Kansas

1 Mei 2018, 09:15
Merelakan Ditinggal Anak, Cucu, Menantu
Dahlan Iskan

Baterai Lithium Tanpa Ember

30 April 2018, 19:41

Terpopuler

  • Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    Pemprov Kaltim Setop Bayar Iuran BPJS Warga, Wali Kota Neni; Kami Siapkan Langkah Antisipasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tabrak Median di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelombang Demo 21 April di Kaltim, Ribuan Massa Desak Copot Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Viral Ajakan Demo Kenaikan Tarif Air PDAM Bontang, Ini Kata Kapolres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • April 2026
    • Maret 2026
    • Februari 2026
    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.