bontangpost.id – Perbaikan jembatan Rusunawa Api-Api terus dilakukan oleh kontraktor pemenang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) memastikan progres saat ini sudah di angka 42 persen. Angka ini melebihi dari target jadwal yang ditetapkan.
“Progresnya surplus delapan persen dari target,” kata Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin.
Menurutnya pemacangan selesai dilaksanakan. Kendala terkait material pancang ialah diameter material kebanyakan 30 inci. Padahal Dinas PUPRK membutuhkan ukuran 40 inci. Akhirnya material didapatkan di tiga daerah. Meliputi Balikpapan, Tangerang, dan Surabaya.
Termasuk pabrikasi besi juga rampung. Tetapi pabrikasi ini tidak masuk progres. Kecuali pengadaan besi tapi besarannya kecil. Selanjutnya pengerjaan akan menyasar pengecoran plat. Kemudian menyasar pembuatan abutmen.
“Pengerjaan ke depan kecil semua progresnya sampai rampung,” ucapnya.
Saat ini belum ada kendala yang terjadi di lapangan. Tetapi ketika pengecoran abutmen nantinya berpengaruh terhadap aliran sungai. Jika situasinya banjir maka pengerjaan ditunda. Sebelum pengecoran juga dilakukan pembersihan dan pembuatan bekisting.
Target kontraktor jika sudah mencapai progres 50 persen akan menuju ke Surabaya. Melakukan pemesanan rangka baja untuk gelagar jembatan. Durasi dari pemesanan hingga pengiriman membutuhkan waktu satu bulan. Pemesanan ini harus sesuai dengan gambar.
“Mengecek material dulu kalau tidak sesuai standar maka tidak setuju dikirim. Ketika material gelagar tiba langsung dipasang,” tutur dia.
Ketika pemasangan gelagar nantinya rampung, pengerjaan tinggal pengaspalan. Ditargetkan pengerjaan ini rampung di akhir November. Meski kontrak sampai akhir tahun. Rencananya jembatan ini akan menghubungkan jalur inspeksi sisi kanan dan kiri badan sungai Siagian.
“Kalau sudah rampung maka jembatan lama akan dibongkar. Ini harapannya juga terkoneksi dengan jalur yang ada di depan SMP 7,” sebutnya.
Diketahui tender ini dimenangkan oleh CV Bebika Borneo. Perusahaan ini berdomisili di Kutim. Dengan nilai penawaran Rp 3,7 miliar. Dari pagu anggaran Rp 4,6 miliar. Adapun rencana pengerjaan ini sudah lama. Sebab perencanaan sudah dilakukan pada 2014 silam. Tetapi karena keterbatasan anggaran, baru bisa direalisasikan tahun ini.
Meski jeda lama, perencanaan pembangunan itu masih relevan dipakai. Karena tidak ada perubahan signifikan di lokasi tersebut. Ia menjelaskan dari segi beban ketahanan jembatan sekarang masih dianggap mumpuni. Tetapi kaki jembatan itu menyebabkan aliran sungai terhambat. Akibatnya terjadi perbedaan ketinggian air dari sisi arah Perum BTN KCY dengan pasca jembatan. (ak)







