Didesain Menyerupai Pegunungan Karst
SANGATTA- Kutim memiliki banyak barang antik pra sejarah. Namun sayang tak memiliki wadah yang tepat untuk menempatkannya. Karenanya, Dinas Kebudayaan akan membangun museum raksasa di Kutim.
Museum ini dimaksud untuk menampung semua barang-barang prasejarah yang dimiliki Pemkab Kutim. Seperti kerangka manusia purba, tulang binatang purba, gerabah, dan lainnya.
Dalam konsepnya, museum tersebut disulap menyerupai pegunungan karst. Ada menara karst yang menjulang tinggi serta dilengkapi dengan kebutuhan lainnya. Seperti gedung kesenian,ruang pameran, kuliner khas daerah, dan lainnya.
Kadisbud Kutim, Iman Hidayat didampingi Kepala Bidang Pelestarian Cagar Budaya dan Permusiuman, Budi Amoranto menyatakan, saat ini semua aset prasejarah hanya diletakkan di Galeri Cagar Budaya yang masih berada di belakang Kantor Dispora Kutim.
Karena memang sebelumnya, Galeri Cagar Budaya masih berada di bawah naungan Disporapar Kutim. Satu paket dengan rumah adat Indonesia.
“Lokasinya seluas empat hektar nanti di samping Stais Kutim. Dulu awalnya di Kristian Center. Tapi enggak jadi,” ujar Budi.
Pembangunan musium tersebut terus digenjot. SK penetapan bupati sudah terbit sejak 2014. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan penyuratan kepada Dinas PU untuk melihat kelanjutannya.
“Sudah dibayar DP juga tanahnya. Tinggal dilunasi saja. Untuk pasti pembebasan pelunasan lahan di PLTR. Kalau berapa dan kapan kami belum tau juga. Mudahan saja bisa secepatnya terealisasi, ” katanya. (dy)






