• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Santri Tak Pulang Selama Dua Bulan

by Redaksi Bontang Post
19 September 2020, 12:30
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (pngtree/Nasrullah/Bontangpost.id)

Ilustrasi. (pngtree/Nasrullah/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tim Gugus Tugas menyatakan ada klaster panti yang sekaligus pondok pesantren di Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (16/9/2020) lalu. Dengan hasil pemeriksaan hingga Kamis (17/9/2020), tujuh kasus dinyatakan terkonfirmasi positif. Pendiri panti tersebut mengaku tidak mengetahui dari mana anak asuhnya terpapar.

Menurut dia, sejak dua bulan ini santri tidak pernah pulang. Bahkan, kunjungan keluarga yang biasanya memperbolehkan anak untuk dibawa keluar tidak diizinkan. “Dua bulan tidak ada yang pulang maupun pergi dari kompleks pondok,” ucap pendiri tersebut.

Dia menjelaskan terdapat pengasuh yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Tepatnya pada 5 Agustus. Tujuannya ialah mengantarkan anaknya untuk menuju pondok pesantren di Rembang, Jawa Tengah. Selama 15 hari berselang, pengasuh yang merupakan pasangan suami-istri itu kembali ke Kota Taman.

Baca Juga:  Dandim Choirul Sarankan Tempat Wisata Tetap Ditutup setelah Lebaran

Setibanya, langsung melakukan isolasi mandiri. Tidak diperkenankan untuk mengajar dan keluar selama 14 hari. Ruangannya pun terpisah dari bangunan santri tinggal. Meski dalam kompleks sama.

“Tidak ada keluhan. Artinya, kondisinya sehat selama masa isolasi mandiri,” ucapnya. Namun, ketika 27 Agustus terdapat tiga santri yang sakit. Perinciannya, dua terkena penyakit cacar dan satu santri mengalami haid yang tidak kunjung berhenti selama sebulan. Ketiganya langsung dibawa ke salah satu puskesmas di kecamatan tersebut.

“Sebelum diperiksa diminta untuk menjalani rapid. Hasilnya reaktif. Akhirnya disuruh pulang untuk isolasi mandiri,” tutur dia.

Pun demikian ruang isolasi santri setelah berobat berbeda. Meski demikian, santri tersebut mencuri waktu untuk bertemu rekan-rekannya. Akhirnya pihak pengelola meminta untuk diadakan rapid test massal. Total pengelola dan santri berjumlah 25 orang.

Baca Juga:  Tenaga Administrasi Positif Covid-19, Puskesmas Bontang Selatan II Ditutup Sementara

Akan tetapi, tenaga kesehatan hanya membawa 12 alat rapid antibodi. Kebijakan diambil hanya santri perempuan dan pengelola. Hasilnya non-reaktif semua. Pihak pengelola sempat marah karena jumlah alat tersebut. Dua hari berselang, kembali memohon untuk diadakan rapid test massal dan disinfeksi kawasan.

Sepekan berlangsung, seluruh santri laki-laki menjalani rapid test. Hasilnya keluar empat yang dinyatakan reaktif. Menindaklanjuti itu, awal September dilakukan pemeriksaan swab test PCR. Namun hanya mengacu hasil rapid test yang reaktif. Artinya, tidak total. “Hasilnya benar ada yang positif,” ujar dia.

Pengelola memutuskan untuk santri yang sehat dikembalikan ke orangtua atau saudaranya. Terhitung pada 16 September. Kebijakan ini dikeluarkan mengingat pengelola merasa tidak ada kepastian kapan dilakukan swab test total. Meski sebelumnya ada wacana untuk upaya itu.

Baca Juga:  Setelah Klaim Raih Prestasi, Angka Kasus Positif Covid-19 Tembus 1.003 Pasien

“Tetapi kami tidak diberi kepastian kapan swab dan hasilnya keluar berapa lama. Karena cemas kami mengambil kebijakan itu. Bahkan gerbang telah kami tutup,” keluhnya. Saat disinggung kondisi santri terkini, dia belum bisa memberikan keterangan. Lantaran posisinya berada di luar kompleks pondok. (*/ak/rdh/k8/kpg)

 

Tags: covid-19 bontangPesantren
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bebek Palekko dengan 12 Bumbu

Next Post

Diduga Dipengaruhi Miras, Wakil Bupati Tabrak Polwan Hingga Tewas

Related Posts

Inovasi Baru, Alat Deteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak
Bontang

Hasil Lab Keluar, Lima Sampel Pasien Positif Covid-19 di Bontang Tunjukan Varian Baru

13 November 2022, 17:32
Hari Pertama Isoter Dibuka, Langsung Dihuni Tiga Pasien
Bontang

Tingkat Kesembuhan Tinggi, Tersisa 7 Pasien yang Menjalankan Isoter di Rusunawa 

13 Maret 2022, 15:50
Sembilan Kelurahan Zona Merah, Pemkot Bontang Wacanakan Pembatasan
Bontang

Sembilan Kelurahan Zona Merah, Pemkot Bontang Wacanakan Pembatasan

14 Februari 2022, 13:09
Sembilan Pasien Dirawat di Rusunawa Guntung
Breaking News

Rusunawa Guntung Sudah Tampung 25 Pasien Covid-19

21 Juli 2021, 13:18
Enam Hari Dibuka, 12 Pasien Covid-19 Isolasi di Rusunawa Guntung
Bontang

Enam Hari Dibuka, 12 Pasien Covid-19 Isolasi di Rusunawa Guntung

18 Juli 2021, 19:00
Tersisa Kanaan di Zona Hijau
Bontang

Tersisa Kanaan di Zona Hijau

12 Mei 2021, 11:57

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.