• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Sepekan Selepas Teror di Selandia Baru: Azan Berkumandang di Penjuru Negeri, Hingga Gerakan Perempuan Pakai Kerudung

by M Zulfikar Akbar
22 Maret 2019, 20:15
in Internasional
Reading Time: 3 mins read
0
Salat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru, sepekan setelah aksi teror. (Reuters / JORGE SILVA)

Salat Jumat di Kota Christchurch, Selandia Baru, sepekan setelah aksi teror. (Reuters / JORGE SILVA)

Share on FacebookShare on Twitter

Pelaksanaan salat Jumat sepekan selepas aksi teror di Kota Christchurch, Selandia Baru, hari ini digelar di Taman Hagley. Azan dikumandangkan dan disiarkan ke seluruh negeri.

Seperti dilansir dari RadioNZ, Jumat (22/3), Perdana Menteri Jacinda Ardern turut hadir ke Taman Hagley, yang terletak di seberang Masjid Al Noor sebelum Salat Jumat dimulai. Dia sempat memberikan sambutan singkat selepas memimpin mengheningkan cipta selama dua menit.

“Kami hadir di sini turut bersimpati terhadap saudara Muslim kami. Ketika salah satu bagian tubuh kita terganggu, seluruh tubuh merasakan sakit. Selandia Baru turut berduka dengan kalian. Kita adalah satu,” kata Ardern yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Selepas itu, azan pertama dikumandangkan. Untuk pelaksanaan Salat Jumat, Taman Hagley dipisah menjadi dua bagian. Yakni untuk jemaah lelaki dan perempuan. Beberapa jemaah salat menggunakan kursi.

Di sekeliling jemaah diberi pagar pembatas. Warga non-muslim Selandia Baru yang hadir menyaksikan salat Jumat berkumpul di luar pagar.

Azan kedua kembali berkumandang ketika imam mulai naik ke mimbar untuk memberikan ceramah. Pelaksanaan salat Jumat itu juga disiarkan secara langsung melalui beberapa situs berita setempat.

Baca Juga:  PM Selandia Baru: Seharusnya Mereka Aman di Sini

Aksi teror yang dilakukan Brenton Tarrant, seorang warga Australia, terjadi di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret. Yakni Masjid Al Noor dan Masjid Linwood. Dia menggunakan senapan serbu AR-15 dan shotgun dalam aksinya.

Tarrant merekam perbuatannya dan disiarkan langsung melalui akun Facebook-nya. Tarrant berhasil ditangkap setelah menyerang Masjid Al Noor, ketika hendak pergi menggunakan mobil.

Jumlah korban meninggal dalam kejadian itu mencapai 50 orang. Sedangkan korban luka tercatat juga 50 orang.

Salah satu korban meninggal adalah warga Indonesia, mendiang Lilik Abdul Hamid.

Sedangkan WNI yang menjadi korban luka adalah Zulfirmansyah dan anaknya.

Sepekan setelah penembakan di masjid di Christchurch, perempuan di Selandia Baru mengenakan kerudung untuk mengenang korban teror yang menewaskan 50 orang itu. (Reuters/SNPA/David Alexander)

Tarrant, yang merupakan penganut ideologi supremasi kulit putih, menyatakan tidak mengajukan keberatan atas seluruh dakwaan. Persidangan lelaki Australia itu bakal dilanjutkan pada 5 April mendatang, dan kemungkinan besar dia bakal menghadapi dakwaan berlapis.

Ardern melarang penjualan senapan serbu dan semi-otomatis sebagai respons terhadap penembakan di dua masjid Kota Christchurch pada pekan lalu. Dia memaparkan siapa pun yang menyimpan senjata ke depannya akan menghadapi denda hingga NZ$4.000 dan terancam tiga tahun penjara.

Sejumlah warga Selandia Baru sudah terlihat berdatangan ke Taman Hagley. Sedangkan sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di sekitar Masjid Al Noor.

Baca Juga:  Penembakan di Masjid Selandia Baru, Menlu: 6 WNI Ada di Dalam Masjid

GERAKAN MENGENAKAN KERUDUNG

Di media sosial diramaikan dengan tagar gerakan #headscarffharmony. Tujuannya mengajak warga non-Muslim perempuan menunjukkan rasa simpati terhadap warga Muslim dengan mengenakan kerudung.

Beberapa perempuan tersebut berbicara kepada CNN. Mereka satu suara, bahwa bagi non-Muslim, pemakaian kerudung ini adalah simbol cinta, kekuatan, dan persatuan di masa kelam.

“Saya dengar beberapa perempuan Muslim takut keluar mengenakan hijabnya setelah penembakan itu dan saya pikir tak seharusnya ada orang yang takut menjadi diri sendiri atau mempraktikkan kebudayaan atau kepercayaan mereka di Selandia Baru,” tutur Mal Turner.

Senada dengan Turner, seorang warga perempuan Selandia Baru lainnya berkata, “Kerudung yang saya pakai melambangkan kebebasan dan harmoni. Kebebasan berpendapat, menentukan siapa diri Anda, hak untuk hidup dan memilih agama tanpa ketakutan.”

Lebih jauh, seorang remaja perempuan bernama Kate Mills Workman mengaku memakai kerudung karena kagum dengan keberanian para umat Muslim meski mungkin dapat membawa mereka dalam bahaya.

“Saya kagum dengan kekuatan dan komitmen kepercayaan mereka dan saya harap dapat melihat ribuan warga Selandia Baru pakai kerudung untuk menunjukkan betapa kami menghargai keberanian mereka,” ucapnya.

Baca Juga:  PM Selandia Baru: Seharusnya Mereka Aman di Sini

Mengenakan kerudung ungu, Cherie Hailwood juga mengaku ingin merasakan menjalani kehidupan sebagai minoritas di negaranya, walau hanya satu hari.

“Saya dengar beberapa perempuan Muslim takut keluar mengenakan hijabnya setelah penembakan itu dan saya pikir tak seharusnya ada orang yang takut menjadi diri sendiri atau mempraktikkan kebudayaan atau kepercayaan mereka di Selandia Baru,” Mal Turner

“Memang berbeda jika harus mengenakannya setiap hari, tapi saya bangga dapat merasakan menjadi komunitas Muslim, meski hanya satu hari,” kata Hailwood.

Sementara itu, Izzy Ford memakai kerudung untuk mengajarkan kepada anaknya bahwa meski berbeda, semua orang pada dasarnya setara.

“Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa meski berbeda agama dan penampilan, kita sama. Saya tahu hari-hari akan berlalu dan kami akan melepas kerudung dan kembali ke kehidupan kami, dan bagi komunitas Muslim, mereka akan tetap melanjutkannya,” tutur Ford.

Melanjutkan pernyataannya, Ford berkata, “Namun untuk saat ini, kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kami adalah mereka, kami mencintai mereka, dan mereka adalah keluarga kami.”(cnn)

Tags: christchurchselandia baruteror masjid selandia baru
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masih Sengketa, Pembebasan Lahan untuk Terminal Peti Kemas Molor Lagi

Next Post

KNKT Bantah Rekaman CVR Lion Air JT-610 yang Bocor di Media

Related Posts

PM Selandia Baru: Seharusnya Mereka Aman di Sini
Internasional

PM Selandia Baru: Seharusnya Mereka Aman di Sini

21 Maret 2019, 15:00
Penembakan di Masjid Selandia Baru, Menlu: 6 WNI Ada di Dalam Masjid
Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Menlu: 6 WNI Ada di Dalam Masjid

15 Maret 2019, 14:57

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.