<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bandara sams sepinggan Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/bandara-sams-sepinggan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/bandara-sams-sepinggan/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 Nov 2019 00:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>bandara sams sepinggan Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/bandara-sams-sepinggan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jangan Ditiru, Pria ini Nekat Merokok di Pesawat</title>
		<link>https://bontangpost.id/jangan-ditiru-pria-ini-nekat-merokok-di-pesawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Nov 2019 03:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara sams sepinggan]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[wings air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=66955</guid>

					<description><![CDATA[<p>Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menuturkan pihaknya sudah mengambil langkah tegas terkait adanya penumpang yang nekat merokok di dalam pesawat. Di mana salah satu penumpang laki-laki berinisial AN (49) yang duduk di nomor 5C diketahui merokok di toilet (lavatory) bagian belakang pesawat saat posisi pesawat mengudara (in-flight) rute Kalimantan Selatan menuju [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jangan-ditiru-pria-ini-nekat-merokok-di-pesawat/">Jangan Ditiru, Pria ini Nekat Merokok di Pesawat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menuturkan pihaknya sudah mengambil langkah tegas terkait adanya penumpang yang nekat merokok di dalam pesawat.</p>
<p>Di mana salah satu penumpang laki-laki berinisial AN (49) yang duduk di nomor 5C diketahui merokok di toilet (lavatory) bagian belakang pesawat saat posisi pesawat mengudara (in-flight) rute Kalimantan Selatan menuju Balikpapan.</p>
<p>&#8220;Kepala awak kabin bekerjasama dengan pilot menjalankan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil,&#8221; ujar Danang.</p>
<p>&#8220;Kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada penumpang tersebut. Sesuai SOP, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan agar segera dilakukan penanganan setelah pesawat mendarat dan posisi sempurna,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Karena itu, begitu pesawat sudah landing, Wings Air telah menyerahkan AN kepada pihak terkait beserta Otoritas Bandar Udara (otband) guna pemeriksaan dan proses lebih lanjut.</p>
<p>Wings Air menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik (electric).</p>
<p>&#8220;Setiap penerbangan, awak kabin mengumumkan kepada penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang,&#8221; tegas dia.</p>
<p>Untuk itu, Wings Air mengimbau kepada seluruh penumpang untuk memahami serta mematuhi aturan tidak merokok di dalam kabin atau di toilet/ kamar kecil (lavatory) demi keselamatan bersama.(chi/jpnn)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jangan-ditiru-pria-ini-nekat-merokok-di-pesawat/">Jangan Ditiru, Pria ini Nekat Merokok di Pesawat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>1.500 Penumpang Menumpuk di Bandara Sepinggan</title>
		<link>https://bontangpost.id/1-500-penumpang-menumpuk-di-bandara-sepinggan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2019 02:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara APT Pranoto]]></category>
		<category><![CDATA[bandara sams sepinggan]]></category>
		<category><![CDATA[kabut asap]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=65242</guid>

					<description><![CDATA[<p>BALIKPAPAN–Efek domino kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim dan Kaltara terus berlanjut hingga Senin (16/9/2019). Sejumlah penerbangan dari dan menuju daerah tersebut lumpuh. Menukil data BMKG hingga pukul 20.00 Wita, jumlah titik panas (hotspot) di Kaltim tersebar di 153 lokasi. Dari jumlah itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyumbang 42 titik panas. Titik panas terbanyak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/1-500-penumpang-menumpuk-di-bandara-sepinggan/">1.500 Penumpang Menumpuk di Bandara Sepinggan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN–Efek domino kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaltim dan Kaltara terus berlanjut hingga Senin (16/9/2019). Sejumlah penerbangan dari dan menuju daerah tersebut lumpuh. Menukil data BMKG hingga pukul 20.00 Wita, jumlah titik panas (hotspot) di Kaltim tersebar di 153 lokasi.</p>
<p>Dari jumlah itu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyumbang 42 titik panas. Titik panas terbanyak terdeteksi di Kecamatan Kenohan yang mencapai 12 titik. Lalu, disusul Kabupaten Berau sebesar 40 titik panas. Titik panas terbesar berada di Kecamatan Gunung Tabur yang mencapai 8 titik.</p>
<p>BMKG Kalimarau Berau bahkan telah merilis peringatan cuaca ekstrem sejak Jumat (13/9/2019). Kemungkinan cuaca ekstrem akan terus berlangsung hingga hari ini. Walhasil, sudah sekitar empat hari penumpang transportasi udara harus gigit jari tak bisa melakukan perjalanan. Bahkan penumpang akhirnya banyak tertumpuk di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.</p>
<p>Ada yang penerbangannya <em>delay </em>(ditunda), <em>cancel </em>(dibatalkan), hingga <em>divert </em>atau dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan. Station Manager Sriwijaya Air Balikpapan Roy Watulingas membenarkan maskapainya tidak bisa berangkat sejak Jumat. Mereka sudah membatalkan penerbangan mulai rute Balikpapan-Berau PP dan Balikpapan-Tarakan PP. Tujuan Berau memiliki dua jadwal keberangkatan setiap harinya. Begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Sementara tujuan Tarakan memiliki jadwal keberangkatan satu kali setiap hari. Seperti penerbangan tujuan Berau. Rute tersebut selalu terisi penuh alias <em>full seat</em>. Kapasitasnya sekitar 120 orang untuk setiap kali terbang dengan pesawat Boeing 737-500NG.</p>
<p>“Termasuk rute favorit karena hari biasa saja penuh apalagi <em>peak season</em>,” ujarnya. Adapun untuk tujuan Tarakan, biasanya tingkat keterisian penumpang sebesar 80 persen. Rute ini menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800NG dengan kapasitas 180 orang. Roy menuturkan, penerbangan menuju Berau tidak dapat dilakukan karena <em>visibility </em>di Bandara Kalimarau tidak memungkinkan pesawat <em>landing</em>.</p>
<p>Setidaknya butuh jarak pandang 3.500–4.000 meter untuk bisa mendarat di Berau. Sementara untuk tujuan Tarakan jarak pandang minimal 2.500 meter agar pesawat bisa landing. “Ada rombongan haji yang harusnya sudah berangkat Minggu, tapi kami tunda dulu. Kemungkinan baru berangkat besok (Selasa, 17 September 2019). Sementara ini mereka kembali ke embarkasi,” bebernya.</p>
<p>Rute Balikpapan-Berau PP sudah dibatalkan empat hari berturut-turut sejak Jumat hingga Senin. Berbeda dengan penerbangan tujuan Tarakan yang sudah mencoba berangkat pada Senin (16/9/2019).</p>
<p>“Saat itu, kami lihat cuaca mulai membaik jarak pandang sekitar 7 kilometer. Jadi berani berangkat,” sebutnya. Roy menjelaskan, pihaknya telah memberikan dua opsi kepada penumpang dalam menghadapi kondisi cuaca buruk tersebut. Yakni memilih <em>refund </em>atau <em>reschedule</em>.</p>
<p>“Kalau kondisi seperti ini, maskapai tidak dibebankan, berdasarkan aturan pemerintah. Ketika terjadi pembatalan karena cuaca, mereka tidak boleh menuntut,” ujarnya. Namun, penumpang mendapat pilihan dua opsi tersebut. Apabila memilih <em>refund</em>, biaya akan kembali kepada penumpang. Dengan potongan 15 persen dari maskapai sesuai aturan.</p>
<p>Sementara bagi yang memilih <em>reschedule</em>, harus bersabar menunggu kapan pesawat dinyatakan aman untuk berangkat menuju rute tersebut.</p>
<p>“Bagi yang <em>reschedule</em>, kami jadwalkan terbang mulai 18 September,” sebutnya. Dengan catatan, itu pun melihat kondisi nanti mendukung atau tidak pesawat mendarat di sana. Roy menuturkan, banyak penumpang Sriwijaya Air yang lebih memilih <em>reschedule </em>daripada <em>refund</em>. Terutama mereka yang berangkat tujuan Tarakan karena tidak ada pilihan lain selain transportasi jalur udara.</p>
<p>“Berbeda dengan tujuan Berau ada yang memilih <em>refund </em>untuk beralih ke jalur darat. Namun, tetap angka yang <em>refund </em>tidak banyak,” jelasnya.</p>
<p>Menurut dia, kerugian tidak begitu besar untuk operasional. Hanya, lebih repot karena jadwal penerbangan menjadi tidak menentu. “Ada yang harus <em>delay </em>selama satu atau dua jam,” imbuhnya.</p>
<p>Ada pula yang akhirnya harus <em>reschedule </em>ganti hari. Akibat situasi ini, pihaknya harus ekstra melakukan penjagaan dan mengatur penumpang yang menumpuk di Bandara SAMS Sepinggan sehingga semua merasa terlayani.  “Alhamdulillah penumpang mengerti, memang tidak bisa berangkat karena kondisi cuaca. Bukan karena kesalahan maskapai,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I Balikpapan Andanina Megasari menyebutkan,  belum ada perubahan dari tiga hari terakhir. Ada beberapa penerbangan yang <em>cancel </em>dan <em>delay</em>. Maskapai yang <em>cancel </em>bisa 35 penerbangan dan <em>delay </em>sekitar 20 penerbangan. Sebagian besar tujuan Tarakan dan Berau.</p>
<p>Kemudian ada yang statusnya <em>divert</em>, rata-rata pesawat tujuan Samarinda yang akhirnya terpaksa mendarat di Balikpapan. “Lalu yang berangkat Samarinda–Jakarta dialihkan berangkat dari Balikpapan. Jika dihitung dari Jumat, sudah lebih sekitar 1.500 penumpang yang terdampak,” bebernya.</p>
<p>Pihaknya belum dapat memastikan sampai kapan kondisi ini terjadi. Sebab, harus melihat kondisi di bandara tujuan memungkinkan atau tidak untuk pesawat <em>landing</em>. “Bandara tujuan ada yang paling rendah <em>visibility </em>200 meter di berau. Ada yang variasi jarak pandang di 400 meter dan 1.000 meter,” ujarnya. Ega yakin tidak ada masalah untuk penerbangan yang berangkat dan mendarat di Balikpapan dari rute lainnya.</p>
<p>Operasional berjalan lancar dengan tingkat <em>visibility </em>sebesar 6 kilometer di Bandara SAMS Sepinggan sehingga aman untuk <em>take off</em> dan <em>landing</em>.</p>
<p>Sementara untuk penumpang yang menumpuk, Angkasa Pura sudah mengarahkan penumpang untuk ke maskapai. Mereka akan memilih <em>refund </em>atau <em>reschedule</em>. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan maskapai untuk memberi tempat istirahat bagi mereka yang ingin menunggu. “Ada di area lantai atas dan dalam terminal. Menginap pun ada,” tuturnya.</p>
<p><strong>LOKASI BANDARA IKUT MENENTUKAN </strong></p>
<p>General Manager Bandara SAMS Sepinggan Farid Indra Nugraha menjelaskan, bandara di Balikpapan ini tidak terpengaruh dari kabut asap seperti di bandara lain. Baik untuk<em> take off</em> maupun <em>landing </em>semua berjalan lancar. Dia menjelaskan, Bandara SAMS Sepinggan berbeda dengan bandara yang ada di daratan seperti Bandara APT Pranoto.</p>
<p>Sebab, lokasi bandara yang berada di pinggir laut, kabut asap tidak ada karena akan sendirinya menghilang saat muncul matahari. Apalagi antara suhu laut dan daratan cepat berubah yang membuat kabut di pagi hari cepat naik. Jadi paling hanya ada kabut saat pagi hari, kemudian akan naik dan menghilang.</p>
<p>“Sementara bandara yang di daerah darat,  kabut akan terjebak dan sulit keluar,” jelasnya. Apabila terjadi <em>delay</em>, <em>cancel</em>, <em>divert</em>, semua bergantung <em>visibility</em> di bandara tujuan. Jika kabut tebal, baik berangkat maupun datang dari tujuan tersebut tidak bisa terbang. Karena itu, ada manajemen <em>delay</em> dari maskapai.</p>
<p>Dia menjelaskan, setiap tipe pesawat memiliki kemampuan berbeda. Ada yang menggunakan visual dan instrumen. Kalau instrumen, bandaranya punya fasilitas lengkap, kabut dengan ketebalan berapa pun bisa mendarat. “Namun, kalau visual, bergantung kemampuan, kesiapan pesawat, dan keberanian pilot. Jadi tidak bisa dianggap rata semua penerbangan,” tutupnya. (gel/riz/k16/prokal)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/1-500-penumpang-menumpuk-di-bandara-sepinggan/">1.500 Penumpang Menumpuk di Bandara Sepinggan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Landa Kaltim, Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Masih Aman</title>
		<link>https://bontangpost.id/kabut-asap-landa-kaltim-penerbangan-di-bandara-sams-sepinggan-balikpapan-masih-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 04:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[bandara sams sepinggan]]></category>
		<category><![CDATA[kabut asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=65124</guid>

					<description><![CDATA[<p>BALIKPAPAN- Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan sejak Senin lalu, rupanya belum berdampak pada penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan hingga saat ini. Hal ini dipastikan oleh General Manager (GM) Angkasa Pura 1 Balikpapan. GM AP1 Farid Indra Nugraha mengatakan, khusus di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan kabut asap yang terjadi belum [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kabut-asap-landa-kaltim-penerbangan-di-bandara-sams-sepinggan-balikpapan-masih-aman/">Kabut Asap Landa Kaltim, Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Masih Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN- Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan sejak Senin lalu, rupanya belum berdampak pada penerbangan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan hingga saat ini. Hal ini dipastikan oleh General Manager (GM) Angkasa Pura 1 Balikpapan.</p>
<p>GM AP1 Farid Indra Nugraha mengatakan, khusus di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan kabut asap yang terjadi belum parah dan mengganggu jadwal penerbangan yang ada.</p>
<p>&#8220;Sampai saat ini belum ada penundaan penerbangan di kami,&#8221; ujarnya, Rabu (11/9).</p>
<p>Lanjut Farid, jadwal penerbangan yang mengalami gangguan berada di bandara Melak dan Berau. Namun, kondisi tersebut sempat mengganggu manajemen <em>delay</em> dan dirasakan oleh Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan juga.</p>
<p>&#8220;Dari yang masuk ada, seperti dari Melak dan Berau meraka enggak bisa memberangkatkan dan memasukkan. Jadi terganggu dan <em>delay</em>,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Khusus di Kalimantan Timur saat terjadi gangguan dari kabut asap ini, ada tipe pesawat dan pilot yang tidak mempermasalahkannya. Pasalnya didukung oleh teknologi serta jam terbang sang pilot.</p>
<p>&#8220;Masing-masing tipe pesawat berbeda ada yang visual dan instrumen. Begitu juga dengan pilotnya jadi tidak bisa disamaratakan untuk menghadapi dampak kabut asap,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat disinggung soal <em>delay</em> yang dialami oleh bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin terhadap dampaknya di Balikpapan, Farid menyatakan jika Balikpapan sempat terkena dampaknya juga.</p>
<p>&#8220;Sempat ada sedikit <em>delay</em> saat penerbangan ke Banjarmasin. Di sana juga enggak bisa ngapa-ngapain,&#8221; terangnya.</p>
<p>Seperti diketahui, saat ini di sebagian wilayah di Kaltim memang dilanda kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. (pro/one/prokal)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kabut-asap-landa-kaltim-penerbangan-di-bandara-sams-sepinggan-balikpapan-masih-aman/">Kabut Asap Landa Kaltim, Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Masih Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tarif Bagasi Lion Air Belum Berlaku. Ini Rencana Tarifnya</title>
		<link>https://bontangpost.id/tarif-bagasi-lion-air-belum-berlaku-ini-rencana-tarifnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2019 09:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[angkasa pura 1]]></category>
		<category><![CDATA[bandara sams sepinggan]]></category>
		<category><![CDATA[lion air]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Bagasi]]></category>
		<category><![CDATA[wings air]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57381</guid>

					<description><![CDATA[<p>BALIKPAPAN- Maskapai Lion Air dan Wings Air tampaknya menunda memberlakukan tarif untuk bagasi para penumpang. Dari pantauan Kaltim Post di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Sepinggan, Balikpapan, Selasa (8/1) penumpang yang check in masih diberikan free bagasi 20 kilogram (kg) untuk Lion dan 10 kg untuk Wings. Daniela (30), salah satu penumpang Lion Air [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tarif-bagasi-lion-air-belum-berlaku-ini-rencana-tarifnya/">Tarif Bagasi Lion Air Belum Berlaku. Ini Rencana Tarifnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BALIKPAPAN- Maskapai Lion Air dan Wings Air tampaknya menunda memberlakukan tarif untuk bagasi para penumpang. Dari pantauan Kaltim Post di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Sepinggan, Balikpapan, Selasa (8/1) penumpang yang check in masih diberikan free bagasi 20 kilogram (kg) untuk Lion dan 10 kg untuk Wings.</p>
<p>Daniela (30), salah satu penumpang Lion Air mengaku, bagasi masih tidak dipungut biaya. “Ada dua barang yang saya masukkan ke bagasi pesawat. Satu koper dan satu kardus berupa oleh-oleh. Ditimbang beratnya sekitar 12 kilogram. Dan tadi saya tidak dipungut biaya bagasi. Masih seperti biasanya,” ucapnya saat ditemui di area Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Selasa (8/1).</p>
<p>Perempuan yang hendak pergi ke Kendari ini mengaku baru pagi tadi membeli tiket pesawat terbang. Ia berangkat pukul 14.40 Wita. Awalnya ia mengaku mencari petugas di bandara untuk menanyakan terkait adanya biaya bagasi. Pasalnya dalam berita yang beredar sepekan terakhir, menginformasikan ada pengenaan biaya tarif bagasi Lion Air dan Wings Air.</p>
<p>“Ya kalau naik, saya kurang setuju sih. Soalnya maskapai lainnya masih free bagasi. Apalagi, malah jadi lebih mahal harganya. Mending sekalian saya beli tiket pesawat yang full service,” imbuhnya.</p>
<p>Senada, Sarjono (39), penumpang pesawat Wings Air rute Banjarmasin mengaku belum mendapat pungutan tarif bagasi. “Saya check in tadi tidak ada diminta uang bagasi. Masih free 10 kg. Saya sempat menghitung kalau membawa barang 20 kg, bisa menambah biaya hingga Rp 700 ribuan. Tapi tadi masih gratis,” terang pria yang bertugas sebagai protokoler Kodam VI/Mulawarman ini.</p>
<p>Ia mengaku, Senin (7/1) lalu mendapatkan informasi bahwa Lion Air dan Wings Air menunda penerapan tarif bagasi. Dari informasi yang ia dapat, akan ada perpanjangan 60 hari lagi. Jeda waktu tersebut digunakan pihak maskapai untuk menyosialisasikan kebijakan baru ini. “Nantinya bakal dikenakan atau tidak saya tidak tahu,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, petugas counter check in Lion Air Bandara Sepinggan Balikpapan, Irfan R menyatakan hari ini masih free 20 kg. Dari pagi tadi hingga siang, layanan masih seperti biasa. “Besok kemungkinan masih belum berlaku. Sebab, manajemen belum menyosialisasikan. Kami hanya menjalankan tugas, kalau ada perintah ya kami jalankan. Tapi sejauh ini belum ada,” terangnya.</p>
<p>Pihak manajemen Lion Air masih belum bisa dikonfirmasi atau memberikan keterangan resmi terkait aturan ini. Namun, dari pantauan di area Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan kondisi check in Lion Air masih seperti biasanya. Tidak ada penumpukan atau sesuatu yang tidak diinginkan.</p>
<p><strong>Boleh Dikenakan, asal Service Sesuai</strong></p>
<p>Terpisah, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Balikpapan menilai, kebijakan tersebut memunculkan potensi maskapai lain di kelas low cost carrier (LCC) untuk mengikuti. Ketua KPPU Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu mengatakan, saat ini wewenang pihaknya tidak bisa lebih dalam. Namun, tetap akan memantau pergerakan maskapai lainnya.</p>
<p>Sebab, bisa terjadi kartel kalau maskapai lain ikut menerapkan kebijakan serupa. “Selain itu, kami menampung suara dari konsumen terkait Lion Air ini,” tuturnya.</p>
<p>Jika mengacu peraturan Menteri Perhubungan, kebijakan Lion Air dan Wings Air ini sebenarnya sah saja dilakukan. Dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 menjelaskan, bagasi untuk jenis penerbangan LCC bisa dikenakan biaya. Sementara jika ada barang bawaan penumpang yang ukurannya kecil bisa disimpan di bagasi kabin.</p>
<p>“Tapi kan itu harus ada persetujuan menteri dulu. Jangan asal saja. Kalau tidak kan bisa saja menimbulkan kegaduhan. Saya tidak mengerti apa yang dilakukan manajemen Lion Air ini. Hitung-hitungannya masih belum tahu. Penerapan tarif bagasi ini bisa saja menjadi bumerang bagi mereka,” tuturnya.</p>
<p>Ia menyoroti layanan servis yang dimiliki Lion Air. Masih sangat jelek. Bahkan dari maskapai lain, Lion Air ini paling buruk. “Ya kalau mau naik atau menerapkan tarif bagasi benahi dulu layanan servisnya. Kalau masyarakat mengeluhkan layanan kan tidak sebanding dengan apa yang mereka keluarkan,” tuturnya.</p>
<p>Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pemantauan. Sebab, jadi atau tidaknya kebijakan tersebut masih belum jelas. Ia mengkhawatirkan akan terjadi kegaduhan. Apalagi kalau tidak disosialisasikan dengan baik. Terutama masyarakat yang emosinya tinggi. “Ya kita tidak tahu itu. Tapi, kami berusaha menjaga agar iklim usaha yang ada berjalan baik,” tutupnya. (aji/ndu/k15/kpg)</p>
<p>Rencana Tarif Bagasi Lion Air dan Wings Air dari Balikpapan</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="88"><strong>BERAT</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-SRG</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-MDC</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-CGK</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-SUB</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-JOG</strong></td>
<td width="88"><strong>BPN-PNK</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>1 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 36 ribu</td>
<td width="88">Rp 37 ribu</td>
<td width="88">Rp 42 ribu</td>
<td width="88">Rp 35 ribu</td>
<td width="88">Rp 39 ribu</td>
<td width="88">Rp 41 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>5 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 150 ribu</td>
<td width="88">Rp 115 ribu</td>
<td width="88">Rp 160 ribu</td>
<td width="88">Rp 145 ribu</td>
<td width="88">Rp 155 ribu</td>
<td width="88">Rp 155 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>10 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 300 ribu</td>
<td width="88">Rp 310 ribu</td>
<td width="88">Rp 320 ribu</td>
<td width="88">Rp 290 ribu</td>
<td width="88">Rp 310 ribu</td>
<td width="88">Rp 310 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>15 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 450 ribu</td>
<td width="88">Rp 465 ribu</td>
<td width="88">Rp 480 ribu</td>
<td width="88">Rp 435 ribu</td>
<td width="88">Rp 465 ribu</td>
<td width="88">Rp 465 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>20 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 600 ribu</td>
<td width="88">Rp 620 ribu</td>
<td width="88">Rp 640 ribu</td>
<td width="88">Rp 580 ribu</td>
<td width="88">Rp 620 ribu</td>
<td width="88">Rp 620 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>25 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 750 ribu</td>
<td width="88">&nbsp;</td>
<td width="88">Rp 800 ribu</td>
<td width="88">Rp 725 ribu</td>
<td width="88">Rp 775 ribu</td>
<td width="88">Rp 775 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="88"><strong>30 KG</strong></td>
<td width="88">Rp 900 ribu</td>
<td width="88">Rp 775 ribu</td>
<td width="88">Rp 960 ribu</td>
<td width="88">Rp 870 ribu</td>
<td width="88">Rp 960 ribu</td>
<td width="88">&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="77"><strong>BERAT</strong></td>
<td width="77"><strong>BPN-BDJ</strong></td>
<td width="77"><strong>BPN-HLP</strong></td>
<td width="77"><strong>BPN-UPG</strong></td>
<td width="77"><strong>BPN-TRK</strong></td>
<td width="77"><strong>BPN-BDG</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>1 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 19 ribu</td>
<td width="77">Rp 41,8 ribu</td>
<td width="77">Rp 26 ribu</td>
<td width="77">Rp 28 ribu</td>
<td width="77">Rp 41 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>5 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 85 ribu</td>
<td width="77">Rp 170,5 ribu</td>
<td width="77">Rp 110 ribu</td>
<td width="77">Rp 110 ribu</td>
<td width="77">Rp 155 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>10 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 170 ribu</td>
<td width="77">Rp 341 ribu</td>
<td width="77">Rp 220 ribu</td>
<td width="77">Rp 220 ribu</td>
<td width="77">Rp 310 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>15 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 255 ribu</td>
<td width="77">Rp 511,5 ribu</td>
<td width="77">Rp 330 ribu</td>
<td width="77">Rp 330 ribu</td>
<td width="77">Rp 465 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>20 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 340 ribu</td>
<td width="77">Rp 682 ribu</td>
<td width="77">Rp 440 ribu</td>
<td width="77">Rp 440 ribu</td>
<td width="77">Rp 620 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>25 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 425 ribu</td>
<td width="77">Rp 825,5 ribu</td>
<td width="77">Rp 550 ribu</td>
<td width="77">Rp 550 ribu</td>
<td width="77">Rp 775 ribu</td>
</tr>
<tr>
<td width="77"><strong>30 KG</strong></td>
<td width="77">Rp 510 ribu</td>
<td width="77">Rp 1,023 juta</td>
<td width="77">Rp 660 ribu</td>
<td width="77">Rp 660 ribu</td>
<td width="77">Rp 930 ribu</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>BPN: Balikpapan, CGK: Jakarta, SUB: Surabaya,  MDC: Manado, JOG: Jogjakarta, PNK: Pontianak, BDJ: Banjarmasin, HLP: Jakarta, UPG: Ujung Pandang, TRK: Tarakan, BDG: Bandung</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tarif-bagasi-lion-air-belum-berlaku-ini-rencana-tarifnya/">Tarif Bagasi Lion Air Belum Berlaku. Ini Rencana Tarifnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
