<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bontang darurat korona Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/bontang-darurat-korona/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/bontang-darurat-korona/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Apr 2020 07:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>bontang darurat korona Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/bontang-darurat-korona/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cerita Dokter RSUD Taman Husada Tangani Pasien Covid-19, Berpisah dari Keluarga dan Andalkan Video Call</title>
		<link>https://bontangpost.id/cerita-dokter-rsud-taman-husada-tangani-pasien-covid-19-berpisah-dari-keluarga-dan-andalkan-video-call/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2020 03:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang darurat korona]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Taman Husada Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=73730</guid>

					<description><![CDATA[<p>Wabah virus covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distance pun dikumandangkan Pemkot Bontang menanggapi kasus kejadian luar biasa (KLB). Sebab hingga kini satu warga Kota Taman yang dinyatakan positif. ADIEL KUNDHARA, Bontang PENGORBANAN tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus korona wajib mendapat dukungan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan risiko justru menyerang dirinya sendiri. Bagaimana [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-dokter-rsud-taman-husada-tangani-pasien-covid-19-berpisah-dari-keluarga-dan-andalkan-video-call/">Cerita Dokter RSUD Taman Husada Tangani Pasien Covid-19, Berpisah dari Keluarga dan Andalkan Video Call</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Wabah virus covid-19 menjadi ancaman yang mengerikan. Social distance pun dikumandangkan Pemkot Bontang menanggapi kasus kejadian luar biasa (KLB). Sebab hingga kini satu warga Kota Taman yang dinyatakan positif.</p>
<p><strong>ADIEL KUNDHARA, <em>Bontang</em></strong></p>
<p><strong>PENGORBANAN </strong>tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus korona wajib mendapat dukungan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan risiko justru menyerang dirinya sendiri. Bagaimana kisah tenaga medis Bontang dalam berperang melawan virus asal Wuhan, Tiongkok, ini. Simak wawancara Kaltim Post (induk bontangpost.id) bersama dokter umum RSUD Taman Husada Dimas Satrio Baringgi</p>
<p><em><strong>Mulai kapan mendapat tugas penanganan covid-19? </strong></em></p>
<p>Kami memulai tugas pada 13 Maret. Kalau perasaan saya pastinya kaget. Tetapi karena sebagai tim dokter yang ditunjuk oleh pihak rumah sakit, saya tetap harus siap. Selain saya, ada empat dokter lain yang masuk dalam tim penanganan covid-19. Semuanya laki-laki.</p>
<p><em><strong>Skema tugas pemantauan tim ini seperti apa?</strong></em></p>
<p>Kami di sini dokter dan perawat dalam satu tim. Sistem kerjanya dibagi dalam sif. Sif pagi mulai pukul 07.30-14.30, sif sore 14.30-21.30, sif malam 21.30-07.30. Jadi alur sifnya tiap dokter itu pagi-sore-malam-libur-libur. Artinya ada dua hari libur tugas. Dan semua dokter menangani pasien positif korona. Termasuk menangani yang statusnya orang dalam pemantauan (ODP). Kami memantau dari ruangan perawat. Kami memasuki ruang isolasi hanya pada saat-saat tertentu. Misalnya mengganti infus atau menyuntikkan obat. Pengaturan sif ini untuk mengurangi kelelahan dari tiap anggota tim. Sebab kami harus tetap menjaga kesehatan kami ditengah merawat pasien.</p>
<p><em><strong>Apakah dua hari waktu istirahat itu cukup?</strong></em></p>
<p>Cukup. Meskipun pada hari libur itu kami tetap <em>standby</em> statusnya. Sebab apabila teman yang sedang tugas membutuhkan bantuan karena membludaknya pasien, kami harus siap dipanggil.</p>
<p><em><strong>Apakah ada perasaan takut, mengingat penyakit ini belum ada obatnya?</strong></em></p>
<p>Dalam hati sebagai manusia biasa pasti ada rasa takut. Apalagi kami dibekali alat pelindung diri (APD) yang minim.</p>
<p><em><strong>Awalnya satu pasien Bontang dan satu dari rujukan Kutim keluhannya apa? Hingga akhirnya dinyatakan positif terpapar korona? </strong></em></p>
<p>Keluhan pasien rata-rata batuk dan demam. Tapi ada pasien yang tidak ada gejala apa-apa. Untuk penanganan kami berikan obat-obatan sesuai dengan gejala pasien. Misalnya demam kami berikan obat demam, batuk kami berikan obat batuk. Tentunya kami berikan obat-obat sesuai yang direkomendasikan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Obat spesifikasi covid memang belum ada.</p>
<p><em><strong>Sejauh ini bagaimana kondisi kedua pasien itu?</strong></em></p>
<p>Kondisinya stabil. Artinya tanda vital pasien bagus, suhu badan, tekanan darah, nadi, frekuensi napas normal. Mereka tidak ada keluhan sesak. Batuknya masih ada, tapi sudah berkurang dibandingkan awal.</p>
<p><em><strong>Bagaimana kondisi ruang isolasi </strong><strong>rumah sakit?</strong></em></p>
<p>Kondisi ruang isolasi tidak seperti yang dibayangkan orang banyak. Kondisinya sama seperti ruang rawat inap biasa. Hanya memang tidak ada yang boleh masuk kecuali petugas. Apabila masuk pun memakai APD lengkap. Pasien bisa melakukan aktivitas biasa. Bahkan kedua pasien di dalam yang sedang dirawat tampak saling ngobrol.</p>
<p><em><strong>Sehari tiap dokter berapa kali masuk ruang isolasi?</strong></em></p>
<p>Berapa kalinya tidak tentu. Bisa cuma sekali.</p>
<p><em><strong>Apa benar petugas medis yang menangani pasien korona harus menjalani karantina?</strong></em></p>
<p>Tenaga medis yang merawat dan kontak dengan pasien positif Covid-19 sesuai dengan protokol dari Kemenkes wajib dikarantina di rumah sakit selama 14 hari. Kami tetap boleh keluar kamar untuk melakukan pelayanan terhadap pasien kornan, baik di Poli Covid-19 Center maupun ruangan isolasi dan ruang perawatan ODP.</p>
<p><em><strong>Artinya dokter tidak bertemu dengan keluarga?</strong></em></p>
<p>Benar. Berat rasanya berpisah dari keluarga. Apalagi di tengah wabah seperti ini. Saya tidak bisa mengontrol kondisi keluarga di rumah secara langsung. Harus memberikan pengertian ke keluarga tentang tugas ini.</p>
<p><em><strong>Bagaimana cara mengobati rasa kangen dengan keluarga?</strong></em></p>
<p>Saya biasanya menelepon atau <em>video call</em> sekali sehari minimal. Hanya itu yang bisa dilakukan.</p>
<p><em><strong>Selama masa karantina bagaimana dengan pemenuhan gizi dan pemberian vitamin?</strong></em></p>
<p>Untuk <em>support </em>makanan, kami di sini alhamdulillah sangat tercukupi. Banyak dari pihak perusahaan di Bontang memberikan makanan dan minuman seperti susu di tiap sif. Ada juga dari masyarakat umum yang turut peduli sama kami dengan memberikan makanan. Mengenai vitamin kami sudah diberikan pihak rumah sakit dan sangat cukup.</p>
<p><em><strong>Ada imbauan kepada masyarakat di tengah masa social distanc</strong><strong>ing ini?</strong></em></p>
<p>Kami meminta bantuan dan dukungannya untuk tetap di rumah saja. Tidak keluar rumah kalau tidak sangat penting. Lakukan pola hidup sehat. Makan-makanan yang bergizi. Konsumsi vitamin C. Rajin mencuci tangan. Lakukan <em>social distanc</em><em>ing</em> dengan menjaga jarak dengan orang lain. Segera melapor apabila ada riwayat dari luar kota dan memeriksakan diri ke Covid Center apabila ada gejala. <strong>(rom/k16/kpg)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/cerita-dokter-rsud-taman-husada-tangani-pasien-covid-19-berpisah-dari-keluarga-dan-andalkan-video-call/">Cerita Dokter RSUD Taman Husada Tangani Pasien Covid-19, Berpisah dari Keluarga dan Andalkan Video Call</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bontang Dapat 25 Paket APD Covid-19 dari Pusat</title>
		<link>https://bontangpost.id/bontang-dapat-25-paket-apd-covid-19-dari-pusat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 08:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[apd]]></category>
		<category><![CDATA[bontang darurat korona]]></category>
		<category><![CDATA[virus korona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=73673</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Sebanyak 2 ribu alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 akan disalurkan ke rumah sakit rujukan di Kaltim, salah satunya RSUD Taman Husada Bontang. Juru Bicara Covid-19 Bontang, Adi Permana menerangkan dari 2 ribu APD tersebut, Kota Taman hanya mendapatkan 25 set APD overall dan lima dus masker N95. Paket tersebut sudah tiba [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-dapat-25-paket-apd-covid-19-dari-pusat/">Bontang Dapat 25 Paket APD Covid-19 dari Pusat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Sebanyak 2 ribu alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19 akan disalurkan ke rumah sakit rujukan di Kaltim, salah satunya RSUD Taman Husada Bontang.</p>
<p>Juru Bicara Covid-19 Bontang, Adi Permana menerangkan dari 2 ribu APD tersebut, <em>Kota Taman</em> hanya mendapatkan 25 set APD <em>overall</em> dan lima dus masker N95. Paket tersebut sudah tiba di Bontang, kemarin (25/3/2020). APD ini diperuntukkan bagi tenaga medis di rumah sakit.</p>
<p>“Dikirim kemarin,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Dia mengatakan, APD yang didapat dari pusat itu dianggap belum cukup. Diperkirakan, 25 set itu hanya dapat dipakai selama 3 hari saja. Mengingat APD tersebut hanya sekali pakai ketika memeriksa pasien.  Sementara itu, Kepala Gugus Covid-19 Bontang, Aji Erlynawati menerangkan, kiriman APD tersebut membantu tim medis di <em>Kota Taman</em> dalam bertugas.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah masih dapat bantuan APD,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejauh ini, Pemkot juga mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Dia berharap wabah ini berhenti di sini saja dan tidak ada lagi penambahan warga yang positif covid-19.</p>
<p>Ditambahkan Plt Direktur RSUD Taman Husada, I Gusti Made Suhardika menerangkan sudah mendapatkan info terkait bantuan APD tersebut. Namun hingga kini pihaknya belum mendapatkannya.</p>
<p>“Lewat Diskes dulu, baru kemari (RSUD),&#8221; ucapnya. (Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-dapat-25-paket-apd-covid-19-dari-pusat/">Bontang Dapat 25 Paket APD Covid-19 dari Pusat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bontang Status KLB, Belum Ada Keputusan Tutup THM</title>
		<link>https://bontangpost.id/bontang-status-klb-belum-ada-keputusan-tutup-thm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2020 03:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang darurat korona]]></category>
		<category><![CDATA[dprd bontang]]></category>
		<category><![CDATA[etha rimba paembonan]]></category>
		<category><![CDATA[virus korona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=73577</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Masuk dalam status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, namun sampai Senin (23/3/2020), Bontang tak kunjung mengeluarkan kebijakan atau maklumat edaran penutupan tempat hiburan malam (THM). Meski imbauan terus disuarakan, namun banyak desakan agar pemkot segera melakukan langkah konkret Anggota Komisi II DPRD Bontang Etha Rimba Paembonan menyebut, Pemkot Bontang terlalu lambat untuk bergerak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-status-klb-belum-ada-keputusan-tutup-thm/">Bontang Status KLB, Belum Ada Keputusan Tutup THM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; Masuk dalam status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19, namun sampai Senin (23/3/2020), Bontang tak kunjung mengeluarkan kebijakan atau maklumat edaran penutupan tempat hiburan malam (THM). Meski imbauan terus disuarakan, namun banyak desakan agar pemkot segera melakukan langkah konkret</p>
<p>Anggota Komisi II DPRD Bontang Etha Rimba Paembonan menyebut, Pemkot Bontang terlalu lambat untuk bergerak untuk menutup THM yang dianggap berpotensi menjadi tempat penyebaran virus.</p>
<p>&#8220;Apa sih yang ditunggu oleh pemerintah. Seharusnya telah dilakukan kalau pencegahan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia sedikit menyinggung, edaran yang diberikan untuk para abdi negara dapat bekerja di rumah atau<em> work from home</em> (WFH). Dia melihat seolah pemerintah seakan tidak serius dalam pencegahan. Sebab, tidak ada imbauan tertulis terkait penutupan atau larangan untuk THM.</p>
<p>Selain itu, pemerintah, polisi dan TNI dapat bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi imbauan agar tidak nongkrong atau kumpul-kumpul dengan jumlah banyak. Padahal hingga saat ini, sudah ada pasien positif di Bontang. Kewaspadaan harus dilakukan untuk pencegahan virus asal Wuhan, Tiongkok ini.</p>
<p>&#8220;Ibu (Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni) kan lulusan dokter juga. Seharusnya paham,&#8221; katanya.</p>
<p>Terpisah, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pemkot masih melakukan imbauan agar masyarakat tidak berkumpul di kafe atau ke tempat keramaian.</p>
<p>&#8220;Saya imbau agar masyarakat dapat berdiam di rumah untuk memutus rantai pemyebaran Covid-19,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, meningkatnya status Bontang menjadi KLB membuatnya akan lebih memperketat kembali imbauan tersebut. Pasalnya, terdapat dua orang yang dinyatakan positif dirawat di RSUD Taman Husada.</p>
<p>&#8220;Satu asal Bontang dan satu asal Kutim (Kutai Timur),&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menambahkan, Kapolres Bontang AKBP Boyke Karel Watimena menjelaskan, akan melakukan patroli dan membubarkan jika mendapati adanya sekumpulan warga.</p>
<p>&#8220;Sesuai dengan keadaan saat ini maka kami melakukan patroli untuk pencegahan,&#8221; singkatnya. (*/eza/rdh/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bontang-status-klb-belum-ada-keputusan-tutup-thm/">Bontang Status KLB, Belum Ada Keputusan Tutup THM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Riwayat Perjalanan 1 Pasien Positif Korona di Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/ini-riwayat-perjalanan-1-pasien-positif-korona-di-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 12:49:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang darurat korona]]></category>
		<category><![CDATA[neni moerniaeni]]></category>
		<category><![CDATA[pemkot bontang]]></category>
		<category><![CDATA[virus korona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=73559</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Pemkot Bontang resmi merilis jumlah pasien positif virus korona, Senin (23/3/2020). Sesuai dengan yang diumumkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dua pasien dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di RSUD Taman Husada Bontang. Rinciannya, satu pasien merupakan warga Kutai Timur, sedangkan satu pasien merupakan warga Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ini-riwayat-perjalanan-1-pasien-positif-korona-di-bontang/">Ini Riwayat Perjalanan 1 Pasien Positif Korona di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Pemkot Bontang resmi merilis jumlah pasien positif virus korona, Senin (23/3/2020). Sesuai dengan yang diumumkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dua pasien dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di RSUD Taman Husada Bontang. Rinciannya, satu pasien merupakan warga Kutai Timur, sedangkan satu pasien merupakan warga Bontang.</p>
<p>Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam konferensi pers menjelaskan, pasien positif asal <em>Kota Taman</em> ini sebelumnya melakukan pertemuan di Jakarta mulai 9-11 Maret. Ia melakukan kontak erat dengan KKR 1, pasien positif korona asal Kutai Kartanegara. Sama-sama melakukan pertemuan di Jakarta, mereka berada satu meja bundar dengan KKR 1.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://bontangpost.id/73545-breaking-news-dua-pasien-rsud-taman-husada-positif-korona/">Breaking News!!! Dua Pasien RSUD Taman Husada Positif Korona</a></p>
<p>“Usai pertemuan pada 12 Maret, pasien kembali dari Jakarta melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, dan melanjutkan perjalanan ke Bontang dengan menggunakan mobil yang sama dengan teman satu kantornya,” katanya.</p>
<p>Pada 13 sampai 20 Maret, ia masuk kantor seperti biasa. Setelah KKR 1 dinyatakan, Pemprov Kaltim meminta Pemkot Bontang untuk melakukan <em>tracing</em> kontak dan melakukan isolasi yang berada satu meja. Sehingga pada 20 Maret, Dinas Kesehatan Bontang melakukan penjemputan dan dilakukan karantina di RSUD Taman Husada. Sedangkan teman satu kantornya masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP).</p>
<p>“Semuanya dalam kondisi stabil dan tanpa keluhan,” ujar Neni.</p>
<p>Dengan kejadian ini, Neni menyebut Bontang dalam status kejadian luar biasa (KLB). Perkembangan data Covid-19 dapat dilihat di <em>https://bontangpost.id/covid. </em>(Zaenul)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/ini-riwayat-perjalanan-1-pasien-positif-korona-di-bontang/">Ini Riwayat Perjalanan 1 Pasien Positif Korona di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
