<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Event Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/event/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/event/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 10:30:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Event Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/event/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi</title>
		<link>https://bontangpost.id/samarinda-half-marathon-batal-digelar-dua-terduga-penyelenggara-akhirnya-serahkan-diri-ke-polisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 10:28:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[Pelari]]></category>
		<category><![CDATA[Pelari Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=151812</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; Batalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang sempat viral di media sosial memasuki babak baru. Dua orang yang diduga sebagai penyelenggara akhirnya menyerahkan diri dan memenuhi panggilan penyidik Polresta Samarinda setelah ribuan peserta mengaku mengalami kerugian akibat event yang gagal digelar tersebut. Kedua terduga, yakni perempuan berinisial NO (32) dan laki-laki berinisial AW [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/samarinda-half-marathon-batal-digelar-dua-terduga-penyelenggara-akhirnya-serahkan-diri-ke-polisi/">Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Samarinda &#8211; </strong>Batalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang sempat viral di media sosial memasuki babak baru. Dua orang yang diduga sebagai penyelenggara akhirnya menyerahkan diri dan memenuhi panggilan penyidik Polresta Samarinda setelah ribuan peserta mengaku mengalami kerugian akibat event yang gagal digelar tersebut.</p>
<p>Kedua terduga, yakni perempuan berinisial NO (32) dan laki-laki berinisial AW (36), datang ke Polresta Samarinda pada Selasa (23/6) malam didampingi kuasa hukum mereka, Tino Heidel Lampulembang. Keduanya langsung menjalani pemeriksaan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Kasus ini mencuat setelah event Samarinda Half Marathon yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) gagal terlaksana. Kekecewaan peserta mulai memuncak sehari sebelumnya saat jadwal pengambilan racepack dan starter kit di kawasan Taman Bebaya, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang.</p>
<p>Saat mendatangi lokasi pada Jumat (19/6/2026) sore, para peserta tidak menemukan panitia maupun aktivitas penyelenggaraan. Tenda yang sebelumnya diinformasikan menjadi lokasi distribusi perlengkapan lomba juga dalam keadaan kosong.</p>
<p>Kondisi tersebut memicu keresahan peserta, terutama mereka yang datang dari luar daerah dan telah mengeluarkan biaya pendaftaran, transportasi, hingga akomodasi.</p>
<p>Dani (30), salah seorang peserta kategori 21 kilometer, mengaku mendaftar sejak Desember 2025 setelah melihat promosi event tersebut di media sosial. Ia bahkan mengajak tujuh rekannya untuk ikut serta.</p>
<p>“Saat itu sudah ada ribut-ribut, saya pikir biasa saja. Ternyata panitia sudah tidak ada, tenda panitia juga sudah enggak ada. Dan tidak ada konfirmasi sama sekali,” ujarnya.</p>
<p>Merasa dirugikan, Dani bersama sejumlah peserta lain mendatangi Polresta Samarinda untuk melaporkan kejadian tersebut. Menurutnya, sekitar 18 peserta dari berbagai daerah turut datang ke kantor polisi.</p>
<p>“Setahu saya ada yang dari Tenggarong, Palu, Jakarta, sampai Morowali. Kalau total peserta berdasarkan media sosial event itu sekitar 1.900 orang,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, kuasa hukum kedua terduga penyelenggara, Tino Heidel Lampulembang, menyatakan kliennya datang secara sukarela untuk memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (24/6/2026) dini hari.</p>
<p>“Kami mendampingi klien untuk memenuhi panggilan dari penyidik Polresta Samarinda guna dilakukan pemeriksaan. Mereka kooperatif mengikuti proses yang sedang berjalan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Tino, kliennya sempat tidak berani muncul ke publik setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Selain itu, salah satu kliennya, NO, diketahui sedang dalam kondisi hamil.</p>
<p>“Mereka sempat ketakutan setelah peristiwa ini viral. Karena itu baru sekarang kami dampingi untuk datang dan memberikan keterangan kepada penyidik,” jelasnya.</p>
<p>Kedua terduga masih menjalani pemeriksaan di Polresta Samarinda. Polisi kini mendalami berbagai keterangan guna mengungkap penyebab gagalnya pelaksanaan Samarinda Half Marathon yang telah menimbulkan kerugian dan kekecewaan bagi para peserta. <strong>(sapos/kpg)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/samarinda-half-marathon-batal-digelar-dua-terduga-penyelenggara-akhirnya-serahkan-diri-ke-polisi/">Samarinda Half Marathon Batal Digelar, Dua Terduga Penyelenggara Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PeduliLindungi Diwajibkan dalam Event dan Kegiatan Olahraga di Bontang, Begini Pengaplikasiannya</title>
		<link>https://bontangpost.id/pedulilindungi-diwajibkan-dalam-event-dan-kegiatan-olahraga-di-bontang-begini-pengaplikasiannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2022 05:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[pedulilindungi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=94870</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Pemerintah mengizinkan seluruh event dan kegiatan olahraga untuk digelar. Dengan catatan, panitia siap memberlakukan penerapan aplikasi PeduliLindungi di venue. Lantas bagaimana pengaplikasiannya kelak di lapangan? Jubir Satgas Covid-19 Bontang Adi Permana menjelaskan, ide ini sejatinya sudah pihaknya ajukan jauh sebelum edaran terbaru wali kota diterbitkan. Pun yang disarankan menggunakan aplikasi PeduliLindungi bukan cuma [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pedulilindungi-diwajibkan-dalam-event-dan-kegiatan-olahraga-di-bontang-begini-pengaplikasiannya/">PeduliLindungi Diwajibkan dalam Event dan Kegiatan Olahraga di Bontang, Begini Pengaplikasiannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Pemerintah mengizinkan seluruh event dan kegiatan olahraga untuk digelar. Dengan catatan, panitia siap memberlakukan penerapan aplikasi PeduliLindungi di venue. Lantas bagaimana pengaplikasiannya kelak di lapangan?</p>
<p>Jubir Satgas Covid-19 Bontang Adi Permana menjelaskan, ide ini sejatinya sudah pihaknya ajukan jauh sebelum edaran terbaru wali kota diterbitkan. Pun yang disarankan menggunakan aplikasi PeduliLindungi bukan cuma event, tapi tempat lain yang ramai dikunjungi publik. Seperti rumah makan, cafe, kantor pemerintahan, dan lain sebagainya.</p>
<p>&#8220;Saat persiapan Nataru (Natal dan tahun baru) sudah kami sampaikan, cuma belum (wajib) karena waktunya kepepet. Jadi berikutnya ini diwajibkan,&#8221; kata Adi Permana kepada bontangpost.id, Minggu (9/1/2022).</p>
<p>Adi menjabarkan, sebenarnya tidak banyak hal diperlukan untuk menerapkan aplikasi ini. Yang dibutuhkan ialah, QR Code atau kode batang yang diletakkan di venue, serta aplikasi PeduliLindungi itu sendiri.</p>
<p>Untuk mendapatkan QR Code, lanjutnya, pengelola atau penanggung jawab mesti mengajukan permintaan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI). Bisa melalui surat atau surat elektronik (email). Pengelola sendiri yang harus mengajukan permintaan QR Code. Pasalnya ini terkait data di venue, seperti luasan, lokasi, dan kapasitas venue.</p>
<p>&#8220;Di sini mungkin yang butuh waktu, karena untuk dapat kode itu harus ngantri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bila sudah mendapat QR Code, pengelola hanya diberi akses untuk melihat grafik kunjungan, tapi tidak bisa mengutak-atik data di dalamnya. Sebab ketika masyarakat sudah melakukan pemindaian (scan), seluruh data langsung terintegrasi di pusat. Masyarakat juga hanya bisa melihat tingkat kunjungan melalui aplikasi di ponsel mereka.</p>
<p>&#8220;Nanti di sana kelihatan semua. Berapa yang masuk, apakah dia (masyarakat) masih bisa masuk atau tidak,&#8221; bebernya.</p>
<p>Sementara bagi masyarakat, yang dibutuhkan hanya menginstal aplikasi itu. Tentu dibutuhkan ponsel pintar yang mendukung PeduliLindungi. Masyarakat yang sudah mengikuti vaksinasi, datanya praktis ada di aplikasi.</p>
<p>&#8220;Otomatis itu. Karena semua terintegrasi di pusat,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pedulilindungi-diwajibkan-dalam-event-dan-kegiatan-olahraga-di-bontang-begini-pengaplikasiannya/">PeduliLindungi Diwajibkan dalam Event dan Kegiatan Olahraga di Bontang, Begini Pengaplikasiannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
