<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hargai cabai meroket Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/hargai-cabai-meroket/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/hargai-cabai-meroket/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2021 05:28:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Hargai cabai meroket Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/hargai-cabai-meroket/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harga Cabai Kembali Meroket</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-cabai-kembali-meroket/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 08:30:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Hargai cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86611</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Mendekati Idulfitri, harga komoditas cabai mengalami gejolak harga. Pedagang sayuran di Pasar Taman Rawa Indah Darwis mengatakan untuk cabai merah besar kini dijual kisaran Rp 70-80 ribu tiap kilogramnya. Naik Rp 30 ribu per kilogramnya dari sebelumnya di angka Rp 40-50 ribu. “Kenaikan ini terjadi sejak dua hari belakangan,” kata Darwis. Faktor peningkatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-kembali-meroket/">Harga Cabai Kembali Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Mendekati Idulfitri, harga komoditas cabai mengalami gejolak harga. Pedagang sayuran di Pasar Taman Rawa Indah Darwis mengatakan untuk cabai merah besar kini dijual kisaran Rp 70-80 ribu tiap kilogramnya. Naik Rp 30 ribu per kilogramnya dari sebelumnya di angka Rp 40-50 ribu.</p>
<p>“Kenaikan ini terjadi sejak dua hari belakangan,” kata Darwis.</p>
<p>Faktor peningkatan harga jual ini lantaran suplai dari daerah pemasok mengalami penurunan. Mengingat arus mobilisasi menuju Bontang terhambat akibat adanya kebijakan pelarangan mudik. “Biasanya barang ini ikut kapal penumpang, tetapi semenjak keberangkatan itu ditiadakan maka stok yang dikirim terbatas,” ucapnya.</p>
<p>Sedikitnya suplai yang dikirim tersebut harus dibagi kepada seluruh pedagang. Imbasnya besaran stok yang didapatkan juga menurun. Ia mengaku biasanya mendapatkan 10 kilogram tiap harinya. Tetapi untuk beberapa hari ini hanya memperoleh 5 kilogram.</p>
<p>“Itupun kadang barangnya tidak ada. Cabai merah besar ini diambil dari Sulawesi dan Jawa,” tutur dia.</p>
<p>Secara otomatis mahalnya harga cabai merah besar membuat jumlah pembelian merosot. Biasanya pedagang yang menempati lantai dua pasar Tamrin ini menghabiskan tiap pasokan per harinya. Tetapi pada Senin (10/5) baru dua kilogram yang terjual.</p>
<p>“Konsumen membeli sedikit saja tidak seperti biasanya,” keluhnya.</p>
<p>Diketahui, kondisi seperti ini sebelumnya terjadi pada awal bulan lalu. Kala itu, harga per kilogramnya mencapai Rp 60 ribu. Tak hanya itu, gejolak harga juga menyasar cabai tiung. Kategori panen lokal dijual seharga Rp 90 ribu per kilogramnya, sedangkan dari Sulawesi dibanderol Rp 80 ribu. Padahal Jumat lalu komoditas ini dipatok Rp 60 ribu tiap kilogram. Sementara untuk cabai keriting semula Rp 40 ribu untuk satu kilogram menjadi Rp 60 ribu.</p>
<p>“Kondisi ini biasa terjadi ketika mendekati momentum lebaran,” pungkasnya. <strong>(*/ak)</strong></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-86626" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe.png" alt="" width="2000" height="2000" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe.png 2000w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-150x150.png 150w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-90x90.png 90w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-768x768.png 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-1536x1536.png 1536w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-75x75.png 75w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-750x750.png 750w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/05/cabe-1140x1140.png 1140w" sizes="(max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-kembali-meroket/">Harga Cabai Kembali Meroket</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu, Pasokan Terkendala Cuaca</title>
		<link>https://bontangpost.id/harga-cabai-tembus-rp-120-ribu-pasokan-terkendala-cuaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2021 01:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Hargai cabai meroket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=84098</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Harga komoditas pangan cabai rawit kian pedas di Kota Taman. Pasalnya tiap satu kilogram dijual oleh pedagang seharga kisaran Rp 100 sampai Rp 120 ribu. Pedagang Pasar Citra Mas Loktuan Husni mengatakan ia menjual eceran seharga Rp 100 ribu per kilogramnya. “Kenaikannya ini sejak lima hari belakangan, Rabu (24/2/2021). Awalnya Rp 80 ribu per [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-tembus-rp-120-ribu-pasokan-terkendala-cuaca/">Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu, Pasokan Terkendala Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Harga komoditas pangan cabai rawit kian pedas di Kota Taman. Pasalnya tiap satu kilogram di</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">jual oleh pedagang seharga kisaran Rp 100 sampai Rp 120 ribu</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Pedagang Pasar Citra Mas Loktuan Husni mengatakan ia menjual ec</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">eran seharga Rp 100 ribu per kilogramnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Kenaikannya ini sejak lima hari belakangan, Rabu (24/2/2021). Awalnya Rp 80 ribu per kilogram,” kata Husni.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Ia mengaku menyetok cabai rawit tiap hari. Biasanya jumlah pasokan yang diambil 15-20 kilogram. Sebelum terjadinya kenaikan harga. Imbas dari kondisi itu, kapasitas stok diturunkan. Sebab durasi keawetan hanya tiga hari. Jika memilih jumlah pasokan skala tinggi takut cabai membusuk.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Belakangan ini saya ambil hanya 10 kilogram. Karena pembelinya sedikit. Rata-rata pembeli hanya mengambil setengah ons,” ucapnya.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Sementara Tim Survei Panel Harga dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Abdul Karim mengatakan kenaikan harga dipicu jumlah pasokan yang terbatas. Akibat daerah penghasil mengalami gagal panen lantaran diterjang banjir. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Pemasokan dari Samarinda kurang. Hanya cukup untuk wilayah mereka saja. Akibatnya pendistribusian ke daerah l</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">ain seperti Bontang sedikit</span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">,” kata Abdul Karim.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Saat ini, produk yang ada di pedagang ialah hasil panen pedagang lokal. Kondisi besarannya pun tak jauh berbeda alias terbatas. </span></span><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Hanya tiga karung berkisar 75-150 kilogram per harinya. Angka itu kemudian disebar ke tiga pasar yang ada di Bontang. </span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">Namun cabai lokal ini justru dijual 110-120 ribu rupiah per kilogram. Ia menjelaskan perbedaan produk lantaran hasil panen pedagang lokal lebih segar. Pendistribusiannya juga cepat karena langsung menuju pasar. Tanpa melewati durasi pengiriman yang lebih jauh.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15">“Peningkatan harga ini menyebabkan pedagang tidak berani ambil stok banyak,” tutur dia.</span></span></p>
<p class="s3"><span class="s2"><span class="bumpedFont15"><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-84099" src="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/AFD26461-B829-49E5-A382-DED77752AFAF.jpeg" alt="" width="841" height="1024" srcset="https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/AFD26461-B829-49E5-A382-DED77752AFAF.jpeg 841w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/AFD26461-B829-49E5-A382-DED77752AFAF-768x935.jpeg 768w, https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2021/03/AFD26461-B829-49E5-A382-DED77752AFAF-750x913.jpeg 750w" sizes="(max-width: 841px) 100vw, 841px" /><br />
Karim menjelaskan penurunan harga terjadi jika pasokan dari Samarinda datang dalam skala besar. Ia tidak bisa memprediksi gejolak harga ini berdurasi berapa lama. Akan tetapi untuk komoditas cabai besar dan keriting tidak mengalami kenaikan. Keduanya dijual seharga Rp 40 ribu tiap kilogramnya. <strong>(*/ak)</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/harga-cabai-tembus-rp-120-ribu-pasokan-terkendala-cuaca/">Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu, Pasokan Terkendala Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
