<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hasil Laut Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/hasil-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/hasil-laut/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 May 2018 13:13:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Hasil Laut Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/hasil-laut/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Potential Loss di Sektor Hasil Laut, Masih Tunggu Perda TPI Diketok </title>
		<link>https://bontangpost.id/potential-loss-di-sektor-hasil-laut-masih-tunggu-perda-tpi-diketok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 May 2018 03:05:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Perda TPI]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=40450</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA – Besarnya potensi di sektor kelautan di Kutim sangat sayang jika tidak dimaksimalkan untuk mendambah puing pendapatan bagi daerah. Namun Dinas Kelautan dan Perikanan mengaku tak bisa berbuat banyak, karena sampai saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut masih menunggu terbitnya Peraturan Daerah Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Untuk itu melalui Peraturan Daerah (Perda) yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/potential-loss-di-sektor-hasil-laut-masih-tunggu-perda-tpi-diketok/">Potential Loss di Sektor Hasil Laut, Masih Tunggu Perda TPI Diketok </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA – Besarnya potensi di sektor kelautan di Kutim sangat sayang jika tidak dimaksimalkan untuk mendambah puing pendapatan bagi daerah. Namun Dinas Kelautan dan Perikanan mengaku tak bisa berbuat banyak, karena sampai saat ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut masih menunggu terbitnya Peraturan Daerah Tempat Pendaratan Ikan (TPI).</p>
<p>Untuk itu melalui Peraturan Daerah (Perda) yang akan segera dikeluarkan semoga mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) M Idris Syam mengatakan, setelah Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah ditetapkan, hampir semua kewenangan pengelolaan sektor kelautan dialihkan ke Pemprov Kaltim. Akibatnya banyak tugas dan izin-izin yang dulu di Kabupaten beralih ke Provinsi.</p>
<p>&#8220;Perda TPI dalam proses di DPRD, hanya menunggu diparipurnakan. Mungkin usai bulan puasa. Nanti retribusi dari situ. Ada dua TPI, yakni di Pelabuhan Kenyamukan Kecamatan Sangatta Utara dan di Kecamatan Sangkulirang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menambahkan, untuk mendukung hasil tangkapan maka para nelayan akan disuport seperti alat tangkap maupun pembuatan kapal. Dan itu melalui dana hibah yang tersebar di tujuh kecamatan diantaranya Kecamatan Bengalon, Sangkulirang, hingga Sandaran.</p>
<p>&#8220;Sudah sejak 3 tahun lalu berjalan, melalui dana hibah, baik dari APBN maupun dari APBD,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sebelumnya disampaikan Bupati Ismunandar dalam laporan ekspose hasil pembagunan Kutim 2017. Produksi perikanan alami peningkatan sebesar 14.66%. yakni dari perikanan laut sebesar 7.217 ton, lalu perikanan umum mencapai 1.507 ton dan perikanan budidaya sebanyak 615 ton. Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi ikan oleh masyarakat Kutim. (hd)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/potential-loss-di-sektor-hasil-laut-masih-tunggu-perda-tpi-diketok/">Potential Loss di Sektor Hasil Laut, Masih Tunggu Perda TPI Diketok </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Minta Gairahkan Sektor Kelautan</title>
		<link>https://bontangpost.id/bupati-minta-gairahkan-sektor-kelautan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Aug 2017 04:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Kutim]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<category><![CDATA[TPI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=18457</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benahi TPI, Fungsikan Pabrik Es SANGATTA &#8211; Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar meminta agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dapat mengairahkan sektor perikanan. Sebab, melihat potensinya, Kutim sebenarnya memiliki sumber daya hayati yang cukup besar. &#8220;Digalakkan lagi sektor kelautan. Pelabuhan Kenyamukan supaya kapal mudah tambat. Lalu cool storage juga dimanfaatkan. Kan sayang, sudah dibangun tapi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-minta-gairahkan-sektor-kelautan/">Bupati Minta Gairahkan Sektor Kelautan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Benahi TPI, Fungsikan Pabrik Es</p>
<p>SANGATTA &#8211; Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar meminta agar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dapat mengairahkan sektor perikanan. Sebab, melihat potensinya, Kutim sebenarnya memiliki sumber daya hayati yang cukup besar.</p>
<p>&#8220;Digalakkan lagi sektor kelautan. Pelabuhan Kenyamukan supaya kapal mudah tambat. Lalu cool storage juga dimanfaatkan. Kan sayang, sudah dibangun tapi tidak difungsikan,&#8221; ucap Ismu.</p>
<p>Menurut dia, karena fasilitas yang kurang memadai membuat banyak nelayan yang enggan menurunkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Kenyamukan. Justru ikan hasil tangkapan dari perairan Kutim dibawa ke pelabuhan di wilayah Bontang. Akibatnya Kutim pun kekukarangan ikan dan harganya mahal.</p>
<p>&#8220;Mereka (Nelayan, Red.) lebih mudah menurunkannya disana (Bontang, Red.). Inilah yang saya sampaikan ke Kadis untuk sarana dan prasarana mereka diperhatikan. Jangan sampai mereka naik speed, kita baru naik jukung (perahu tradisional Red.),&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, kata Ismu, upaya lain adalah dengan menghidupkan kegiatan berupa lomba mancing. Baik itu tingkat lokal, maupun sampai tingkat nasional.</p>
<p>&#8220;Paling tidak di peringatan HUT Kutim event itu bisa digelar,&#8221; harap Ismu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala DKP Kutim Nur Ali mengakui, terkait dengan kondisi cool storage di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kenyamukan, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa. Karena fasilitas tersebut kewenangannya berada di tingkat provinsi.</p>
<p>&#8220;Tapi kami sudah berkoordinasi dengan provinsi. Hanya saja, sampai sekarang belum ada jawaban,&#8221; aku Nur Ali.</p>
<p>Begitu juga dengan perbaikan tambat kapal di dermaga Pelabuhan Kenyamukan. Karena, fasilitas itu masuk bagian dari TPI yang kewenangannya di provinsi, sehingga pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Namun, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan provinsi untuk menyelesaikan masalah itu. (aj)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bupati-minta-gairahkan-sektor-kelautan/">Bupati Minta Gairahkan Sektor Kelautan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marak Penggunaan Formalin, DKP Datangkan Ice Flake Machine </title>
		<link>https://bontangpost.id/marak-penggunaan-formalin-dkp-datangkan-ice-flake-machine/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jun 2017 04:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Formalin]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15458</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA- Maraknya penggunaan formalin untuk mengawetkan ikan membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim turut prihatin. Karenanya, pihaknya langsung mendatangkan alat Ice Flake Machine ke Kutim. Ice Flake Machine adalah mesin pembuat es batu berbentuk kristal bongkahan mini industri ikan. &#8220;Alat ini kami datangkan untuk memenuhi kebutuhan es bagi pedagang. Sehingga mereka tidak lagi mengawetkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/marak-penggunaan-formalin-dkp-datangkan-ice-flake-machine/">Marak Penggunaan Formalin, DKP Datangkan Ice Flake Machine </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA- Maraknya penggunaan formalin untuk mengawetkan ikan membuat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim turut prihatin. Karenanya, pihaknya langsung mendatangkan alat Ice Flake Machine ke Kutim. Ice Flake Machine adalah mesin pembuat es batu berbentuk kristal bongkahan mini industri ikan.</p>
<p>&#8220;Alat ini kami datangkan untuk memenuhi kebutuhan es bagi pedagang. Sehingga mereka tidak lagi mengawetkan ikan menggunakan formalin akan tetapi menggunakan es,&#8221; ujar Kadis DKP Nur Ali.</p>
<p>Keberadaan alat ini juga bertujuan untuk mempermudah dan meringankan beban pedagang. Pasalnya, es yang beredar dimasyarakat terlampau dini mencair dan harga relatif mahal.</p>
<p>&#8220;Yang jelas kebutuhan es untuk menjaga kesegaran ikan bisa terpenuhi. Kemudian daya tahan es cukup lama dan harga terjangkau. Dengan begitu beban penjual dapat berkurang,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk sementara, pihaknya mendatangkan empat alat yang disebar di empat kecamatan. Yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Kaliorang dan Sangkulirang.</p>
<p>&#8220;Jadi kami datangkan secara bertahap dulu. Tahap pertama di Sangatta Utara dan Kaliorang dan tahap dua Sangatta Selatan dan Sangkulirang. Sedangkan Kecamatan Bengalon masih terkendala persyaratan,&#8221; jelas Ali.</p>
<p>Alat yang akan didatangkan pada Juli ini akan diolah oleh Koperasi masing-masing. Hanya saja, untuk mengoperasikan diperlukan keahlian khusus. Karena itu diperlukan pelatihan.</p>
<p>&#8220;Jadi kami latih dulu. Setelah bisa baru kami lepas. Mudahan saja dengan keberadaan alat ini bisa membantu masyarakat,&#8221; harapnya.</p>
<p>Amir salah seorang pedagang di Sangatta Selatan turut senang mendengar kabar tersebut. Dirinya berharap alat pembuat es itu bisa segera dimanfaatkan. Sehingga pedagang ikan bisa terbantu. &#8220;Harga es batu di masyarakat Rp2 ribu perbiji. Es yang dijual juga tidak masak sekali. Sehingga cepat mencair. Nah kalau ada alat yang baru ini pasti akan membantu kami,&#8221; kata Amir. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/marak-penggunaan-formalin-dkp-datangkan-ice-flake-machine/">Marak Penggunaan Formalin, DKP Datangkan Ice Flake Machine </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nelayan Luar Cari Ikan di Kutim</title>
		<link>https://bontangpost.id/nelayan-luar-cari-ikan-di-kutim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Mar 2017 04:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Laut]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=8747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kades Kaliorang: Potensi Kami Dimanfaatkan Orang Lain “Potensi laut kami seperti ikan, dimanfaatkan oleh Bontang. Mereka menangkap ikan di Kutim. Banyak nelayan yang mengelukan hal itu,” Suprianto- Kepala Desa Kaliorang . &#160; SANGATTA – Potensi laut Kutim sangat melimpah. Salah satunya sumber daya ikan. Namun sayang, dikatakan Kepala Desa Kaliorang Kecamatan Kaliorang Suprianto, potensi terbesar itu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-luar-cari-ikan-di-kutim/">Nelayan Luar Cari Ikan di Kutim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kades Kaliorang: </strong>Potensi Kami Dimanfaatkan Orang Lain</p>
<blockquote><p>“Potensi laut kami seperti ikan, dimanfaatkan oleh Bontang. Mereka menangkap ikan di Kutim. Banyak nelayan yang mengelukan hal itu,” Suprianto- Kepala Desa Kaliorang .</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SANGATTA – </strong>Potensi laut Kutim sangat melimpah. Salah satunya sumber daya ikan. Namun sayang, dikatakan Kepala Desa Kaliorang Kecamatan Kaliorang Suprianto, potensi terbesar itu mulai dikuasai oleh daerah tetangga, diantaranya Bontang. Imbasnya lanjut Suprianto, nelayan Kutim khususnya Kaliorang menjadi korban.</p>
<p>Dikatakan Suprianto, nelayan yang berada di bawah pengawasannya mengeluh lantaran banyak nelayan luar yang menggarap ikan di Kutim. Sehingga, tangkapan ikan yang sebelumnya melimpah kini mulai menyusut. “Potensi laut kita seperti ikan di manfaatkan oleh Bontang. Mereka menangkap ikan di Kutim. Banyak nelayan yang mengelukan hal itu,” kata Suprianto.</p>
<p>Yang menjadi masalah lainnya, alat tangkap yang digunakan nelayan luar jauh lebih canggih ketimbang Kutim. Sekali garap, hasil tangkapan langsung melimpah. Tak jarang, mereka menggunakan bom ikan. Padahal jelas, cara demikian diharamkan. Berbeda dengan nelayan Kutim, memerlukan usaha dan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>“Jadi perlu penanganan serius dari pemerintah. Kami hanya berharap, potensi diperhatikan. Karena jangan sampai, beberapa tahun kedepan ikan habis diambil oleh orang lain,” katanya.</p>
<p>Yang disesalkannya, pedagang Kutim membeli ikan ke Bontang. Kemudian dijual kembali di Kutim. Padahal, ikan tersebut merupakan hasil laut Kutim yang ditangkap pedagang Bontang. “Kasihan sekali kami. Potensi kami dimanfaatkan oleh orang lain. Lalu kami hanya memanfaatkan sisanya saja. Padahal, jika diseriusi, dalam setiap harinya kita bisa selalu memakan ikan segar yang melimpah. Bukan ikan yang sudah lama diberi es,” katanya.</p>
<p>Hal ini juga diaminkan oleh nelayan Dusun Kenyamukan Sangatta Utara. Risan (39) menuturkan jika di laut Kutim marak nelayan luar. Sebagai nelayan, dirinya mengaku tidak dapat berbuat banyak. “Ya ada. Sering sekali kami lihat nelayan yang tidak kami kenal. Kalau nelayan asal Kutim, kami kenal semua. Kata teman-teman memang nelayan dari Bontang,” katanya.</p>
<p>Senada dengan Surianto, jika nelayan tersebut menggunakan alat canggih dan kapal yang besar. Sehingga dengan mudah menangkap ikan. Sedangkan dirinya hanya menggunakan alat tangkap seadanya. Seperti halnya pancing dan jaring. “Ada juga menggunakan bom ikan. Kalau kami benar-benar alat tangkap tradisional. Makanya hasilnya juga minim. Ditambah, iakn berkurang karena banyaknya nelayan luar,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutim, Nur Ali, menuturkan, tidak maksimalnya potensi laut Kutim lantaran saat ini dipegang kendali oleh Provinsi. Ini merupakan imbas dari Undang-Undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. Tidak areal laut Kutim, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) juga masih kewenangan Provinsi.</p>
<p>“Makanya kami akan lakukan komunikasi terkait hal ini. Sehingga PPI di Kenyamukan bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, semua para nelayan langsung melakukan pembongkaran di PPI. Tidak lagi di laut atau di rumah masing-masing,” katanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/nelayan-luar-cari-ikan-di-kutim/">Nelayan Luar Cari Ikan di Kutim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
