<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jembatan kembar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/jembatan-kembar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-kembar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Jan 2020 00:52:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>jembatan kembar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-kembar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Si Kembar Beda Rupa Dioperasikan Bersamaan</title>
		<link>https://bontangpost.id/si-kembar-beda-rupa-dioperasikan-bersamaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jan 2020 02:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan kembar]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahakam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bertahun-tahun dinanti, Jembatan Mahakam IV akhirnya bisa dinikmati publik. Diharapkan bisa memecah kemacetan di ibu kota provinsi. SAMARINDA–Warga Kota Tepian sejak Kamis malam (2/1/2019) sudah bisa menikmati Jembatan Mahakam IV. Jembatan yang membentang dari Kecamatan Sungai Kunjang ke Kecamatan Samarinda Seberang itu sudah bisa dilewati kendaraan dengan bobot di bawah 8 ton. Gubernur Kaltim Isran [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/si-kembar-beda-rupa-dioperasikan-bersamaan/">Si Kembar Beda Rupa Dioperasikan Bersamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Bertahun-tahun dinanti, Jembatan Mahakam IV akhirnya bisa dinikmati publik. Diharapkan bisa memecah kemacetan di ibu kota provinsi.</p>
</div>
<p>SAMARINDA–Warga Kota Tepian sejak Kamis malam (2/1/2019) sudah bisa menikmati Jembatan Mahakam IV. Jembatan yang membentang dari Kecamatan Sungai Kunjang ke Kecamatan Samarinda Seberang itu sudah bisa dilewati kendaraan dengan bobot di bawah 8 ton.</p>
<p>Gubernur Kaltim Isran Noor yang langsung melakukan<em> soft launching</em> jembatan yang populer dengan nama Jembatan Kembar itu tepat pukul 20.45 Wita. Ditandai dengan penekanan tombol di telepon seluler yang tersambung dengan sistem lampu tematik berwarna cerah.</p>
<p>“Untuk perawatan jembatan, perlu dibentuk UPTD, bisa juga tidak,” kata Isran Noor setelah peluncuran.</p>
<p>Dia mengatakan, uji coba itu masih terbatas untuk kendaraan pribadi dan roda dua asal tak lebih 8 ton. Ada 33 ahli yang akan membahas Jembatan Mahakam IV. Namun, sejauh ini, hasil penilaian masih memuaskan.</p>
<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Taufik Fauzi mengatakan, jembatan itu akan digunakan sebagai jalur searah dari arah Sungai Kunjang menuju Samarinda Seberang.</p>
<p>“Selama sebulan ini akan digunakan satu arah dahulu,” ucapnya.</p>
<p>Namun sebelumnya, diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) disebut bakal memperbaiki Jembatan Mahakam I karena telah berusia 33 tahun dan 17 kali ditabrak tongkang.</p>
<p>“Karena rehabilitasi besar-besaran jadi Jembatan Mahakam IV akan dipakai sementara dua arah. Harapan kami jangan lama-lama,” kata Hadi saat meninjau jembatan akhir Desember lalu.</p>
<p>Meski begitu, Isran Noor mengatakan, Jembatan Mahakam tak banyak bermasalah. Sebab, usia jembatan sampai 100 tahun dan Jembatan Mahakam baru 33 tahun. Diharapkan, Jembatan Mahakam IV itu bisa mengurai kemacetan menahun di Jembatan Mahakam I.</p>
<p>Namun, bayang-bayang kemacetan masih menghantui. Khususnya di titik Samarinda Seberang. Turunan dari jembatan, bagi kendaraan yang akan putar balik ke arah Sungai Keledang, Samarinda Seberang, bakal macet karena harus menyeberang. Sementara itu, jalan tetap padat dengan kendaraan dari arah Samarinda Seberang menuju Loa Janan.</p>
<p>Jembatan Kembar dibangun dengan panjang bentang 220 meter, lebar 16,9 meter, dan tinggi 22 meter. Dari lebarnya, Jembatan Mahakam IV lebih lebar dibandingkan Jembatan Mahakam I yang hanya 10 meter.</p>
<p>Dengan begitu, jumlah kendaraan yang melintas bakal lebih banyak dibandingkan Jembatan Mahakam I. Jadi, antrean hendak melewati jembatan seperti yang kerap terjadi saat senja di Jembatan Mahakam I bisa diminimalisasi. Di sisi lain, jalan untuk roda dua dan roda empat pun terpisah.</p>
<p>Untuk diketahui, jembatan itu dibangun dengan APBD Kaltim dan dilanjutkan dengan <em>multiyears contract</em> (MYC). Dana yang dihabiskan pun ratusan miliar. Anggaran jalan pendekat sisi Samarinda Kota senilai Rp 227,7 miliar dan sisi Samarinda Seberang Rp 228,8 miliar. Sementara bentang tengah diperkirakan sekitar Rp 184,2 miliar.</p>
<p>Total anggaran diperlukan untuk Jembatan Mahakam IV Rp 640 miliar. Namun, Pemprov Kaltim ingin mempercantik jembatan itu seperti Jembatan Mahkota II dengan lampu tematik warna-warni impor senilai Rp 13 miliar. (nyc/rom/k8/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/si-kembar-beda-rupa-dioperasikan-bersamaan/">Si Kembar Beda Rupa Dioperasikan Bersamaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kembar Rampung Akhir Februari</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-kembar-rampung-akhir-februari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 10:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan kembar]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahakam]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57767</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Sesuai kontrak, proyek Jembatan Mahakam IV mestinya tuntas akhir 2018. Namun, kontraktor mendapat tambahan waktu 50 hari untuk menuntaskan pekerjaan. Saat ini, progres pembangunan jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Kembar itu diklaim sudah 93 persen. Kondisi ini membawa optimisme. Jembatan itu memungkinkan rampung akhir Februari. Apalagi, pekerjaan dan pemasangan bentang tengah sedang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-kembar-rampung-akhir-februari/">Jembatan Kembar Rampung Akhir Februari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Sesuai kontrak, proyek Jembatan Mahakam IV mestinya tuntas akhir 2018. Namun, kontraktor mendapat tambahan waktu 50 hari untuk menuntaskan pekerjaan. Saat ini, progres pembangunan jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Kembar itu diklaim sudah 93 persen.</p>
<p>Kondisi ini membawa optimisme. Jembatan itu memungkinkan rampung akhir Februari. Apalagi, pekerjaan dan pemasangan bentang tengah sedang berproses. Ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim Taufik Fauzi.</p>
<p>Menurutnya, sekarang sudah sampai pekerjaan hanger (batang penggantung) dan penetapan posisi lantai untuk badan jalan. Jadi, perapian hingga tuntas dapat terealisasi akhir Februari. “Sisi Samarinda Kota sedang menunggu pelepasan cable stayed,” ujar dia.</p>
<p>“Tinggal perapian (sisi Samarinda Seberang). Karena jalan untuk akses Samarinda Seberang mengarah ke Bandara APT Pranoto, tanah galian. Harus dirapikan terus,” sambung Taufik.</p>
<p>Dia berharap, jembatan dapat tersambung pada 18 Februari. Apalagi, Tim Komisi Keamanan Jembatan, Terowongan, dan Jalan (KKJTJ) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) sudah beberapa kali uji coba secara individu. “Seperti rangka atas jembatan telah dilakukan uji material,” bebernya.</p>
<p>Pihaknya juga intens berkoordinasi dengan KKJTJ. Namun, pengujian secara formal dapat dilaksanakan setelah pembangunan betul-betul tuntas. “Tim ahli akan didatangkan lagi (KKJTJ). Kami akan bersurat pada KKJTJ untuk melakukan pengujian,” sebut dia.</p>
<p>“Nanti akan datang semua tim ahlinya. Tim pemeriksa struktur, rangka, pondasi, material, dan lainnya. Semuanya akan datang. Tapi, tidak langsung (setelah disurati). Mereka (KKJTJ) banyak kegiatan,” tutur Taufik.</p>
<p>Tidak itu saja, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun akan didatangkan. Apalagi jembatan menggunakan teknologi kabel sensor. “Yang jelas, semua ahli akan datang untuk menguji. Kami akan bertanggung jawab sampai tuntas. Kami tidak ingin ada risiko,” akunya. “Setelah Lebaran sudah bisa diresmikan. Paling lambat Agustus,” pungkasnya.</p>
<p>Terpisah, anggota Komisi III DPRD Kaltim Dahri Yasin juga meyakini bahwa Jembatan Kembar rampung akhir Februari. Setidaknya sebelum pemilu pembangunan sudah tuntas. “Apalagi sekarang bentang tengah sedang berproses. Kecuali uji teknis, seperti uji kapasitas yang memerlukan waktu untuk mendatangkan tim KKJTJ,” kata dia.</p>
<p>Dia menilai, wacana meresmikan pada pertengahan tahun terlalu lama. Peresmian harusnya bisa lebih cepat. Dia tak ingin nasib Jembatan Kembar sama seperti Jembatan Mahkota II yang pernah gagal diresmikan. Lantaran sertifikat layak operasi tidak diterbitkan.</p>
<p>“Kan, setelah dilakukan pengujian oleh KKJTJ, ternyata ada yang belum terpenuhi. Seperti badan jalan yang bergelombang dan sensor kabel belum diadakan. Sehingga, wacana peresmian tertunda. Jangan sampai terjadi kepada Jembatan Kembar,” harap politikus Golkar ini.</p>
<p>Dalam pelaksanaan pekerjaan, lanjut dia, secara struktural jelas disampaikan mengenai setiap detail pekerjaan. Apalagi sudah ada pengawas yang memantau. “Kalau sampai terjadi seperti Jembatan Mahkota II, bukan salah kontraktor. Pengawasan yang kurang,” sebutnya.</p>
<p>Dia meminta, pengawas teknis lebih rutin turun ke lapangan. Bahkan, pengawas diminta bersikap tegas jika melihat kejanggalan dari hasil pekerjaan. “Jangan diam saja. Kalau mau cepat diresmikan, harus profesional,” tutupnya. (*/dq/dwi/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-kembar-rampung-akhir-februari/">Jembatan Kembar Rampung Akhir Februari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
