<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jembatan Mahakam IV Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahakam-iv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahakam-iv/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Apr 2021 01:00:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Jembatan Mahakam IV Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/jembatan-mahakam-iv/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jembatan Mahakam IV Diusulkan Jadi Pintu Masuk Pusat Kota</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-diusulkan-jadi-pintu-masuk-pusat-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2021 05:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=85399</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, mengusulkan agar pintu masuk pendatang menuju pusat kota Samarinda yang saat ini melalui Jembatan Mahakam, dipindahkan ke Jembatan Mahakam IV. Hal ini ia utarakan kepada perwakilan Dinas PUPR Provinsi Kaltim saat melakukan pertemuan di DPRD Kaltim. Seno mengungkapkan dalam diskusinya dengan Wali Kota Samarinda, nantinya akan ada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-diusulkan-jadi-pintu-masuk-pusat-kota/">Jembatan Mahakam IV Diusulkan Jadi Pintu Masuk Pusat Kota</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji, mengusulkan agar pintu masuk pendatang menuju pusat kota Samarinda yang saat ini melalui Jembatan Mahakam, dipindahkan ke Jembatan Mahakam IV. Hal ini ia utarakan kepada perwakilan Dinas PUPR Provinsi Kaltim saat melakukan pertemuan di DPRD Kaltim.</p>
<p>Seno mengungkapkan dalam diskusinya dengan Wali Kota Samarinda, nantinya akan ada program perbaikan atau pengembangan dari Jalan RE Martadinata &#8211; Jalan Gajah Mada &#8211; Jembatan Mahakam. Ruas jalan tersebut akan diperlebar menjadi tiga lajur.</p>
<p>“Ini memang pekerjaan besar, dan nantinya wali kota akan ke Menteri PUPR dan BBPJN untuk menjelaskan rencana ini. Hal ini agar pandangan kota ini orang saat masuk pertama kali itu berpikirnya kotanya bersih dan indah, sehingga bisa sama dengan Balikpapan,” terang Seno dalam forum tersebut.</p>
<p>Ia pun menyayangkan arus lalu lintas yang dilewati pendatang jika ingin menuju pusat Kota Tepian, karena harus memutar terlebih dahulu ke depan kawasan Big Mall. Hal ini pun yang dirinya ingin ajukan agar diubah seperti konsep awal dibangunnya jembatan Mahakam IV.</p>
<p>“Kami juga akan sampaikan kepada pemerintah provinsi agar ada baiknya pintu masuk Samarinda itu menggunakan jembatan yang baru. Sehingga langsung masuk ke kota, tidak lagi putar balik ke depan Big Mall. Pintu keluar kota baru lewat jembatan yang lama. Konsep waktu pembahasan awal kan seperti itu penggunaan jembatan ini. Tapi ternyata sekarang dibalik,” terangnya.</p>
<p>Terkait pengajuan ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah secara pribadi menyetujui pengajuan itu. Namun dalam pengambilan kebijakan perlu ada kajian lebih lanjut dari instansi terkait seperti Dirlantas dan Dinas Perhubungan untuk mempertimbangkan dampak lalu lintas yang ditimbulkan.</p>
<p>“Saya sebenarnya sependapat bahwa saat kita masuk ke pusat kota lewat jembatan baru. Tapi perlu ada kajian dari beberapa OPD terkait ini,” tuturnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-diusulkan-jadi-pintu-masuk-pusat-kota/">Jembatan Mahakam IV Diusulkan Jadi Pintu Masuk Pusat Kota</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Mahakam IV Masih Dioperasikan Terbatas</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-masih-dioperasikan-terbatas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2020 07:00:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68400</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA- Jembatan Mahakam IV telah dinikmati. Lampu tematik warna-warni pun sudah menghias tiap malam di langit Samarinda. Baru dibuka terbatas, jembatan itu masih melakukan monitoring untuk evaluasi kondisi jembatan terhadap beban bergerak di atasnya. “Kalau sertifikat layak fungsi dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah turun, baru kita bisa reguler,” kata Kepala Dinas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-masih-dioperasikan-terbatas/">Jembatan Mahakam IV Masih Dioperasikan Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA- Jembatan Mahakam IV telah dinikmati. Lampu tematik warna-warni pun sudah menghias tiap malam di langit Samarinda. Baru dibuka terbatas, jembatan itu masih melakukan monitoring untuk evaluasi kondisi jembatan terhadap beban bergerak di atasnya.</p>
<p>“Kalau sertifikat layak fungsi dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah turun, baru kita bisa reguler,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Taufik Fauzi.</p>
<p>Saat ini, pembukaan jembatan masih terbatas. Dengan jalur searah dari Kecamatan Sungai Kunjang menuju Samarinda Seberang. Selain itu, hanya kendaraan maksimal 8 ton seperti bus, yang boleh lewat jembatan itu. Jika nanti sudah dibuka reguler, maka bobot maksimal kendaraan yang lewat, bisa sampai 12 ton.</p>
<p>Dihiasi aneka lampu tematik berdaya 3.000 watt, Taufik belum mengetahui jumlah anggaran yang terpakai untuk perawatan dan bayar listrik. Namun, dia meyakini tak bakal menelan anggaran besar karena lampu yang digunakan adalah lampu hemat energi.</p>
<p>“Masih ada anggaran buat perawatan bulan ini dan bulan depan,” imbuhnya.</p>
<p>Namun, dia tak berani menyebut angka perkiraan karena keperluan perawatan dan biayanya baru diketahui bulan depan, setelah sebulan jembatan itu dioperasikan terbatas.</p>
<p>Untuk diketahui, jembatan tersebut dibangun sejak 2012. Sebesar Rp 823 miliar dikucurkan untuk pembangunan jembatan yang diharapkan bisa memecah kemacetan di Jembatan Mahakam I. Selain itu, anggaran senilai Rp 11 miliar dikucurkan untuk mempercantik jembatan yang populer dengan nama Jembatan Kembar itu.</p>
<p>Taufik mengatakan, jembatan tersebut bakal banyak dilewati. Terlebih, jika ibu kota negara (IKN) sudah beroperasi.</p>
<p>“Jembatan ini akan sangat ramai,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor saat open traffic Jembatan Mahakam IV mengatakan, pertumbuhan ekonomi Kaltim makin ke arah positif. Lalu lintas ramai, artinya transaksi ekonomi pun tinggi. Pada 2019, pertumbuhan ekonomi Kaltim menyentuh angka 6,9 persen.</p>
<p>“Secara nasional, pertumbuhan Kaltim itu yang paling tinggi,” ujar Isran.</p>
<p>Dia mengatakan, tingkat ekonomi masyarakat lebih baik. Bahkan, Kaltim disebut pertumbuhan ekonominya bisa sampai 15 persen dengan pembangunan infrastruktur yang cukup masif.</p>
<p>Hingga kini, banyak proyek besar di Kaltim yang bakal dibiayai pusat atau dengan skema pembiayaan pihak ketiga. Mulai Tol Balikpapan-Samarinda, Tol Samarinda-Bontang, Jembatan Pulau Balang, Tol Balikpapan-Sepaku, coastal road, Bendungan Telake, hingga perluasan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.</p>
<p>Nilai investasi IKN yang masuk Kaltim diperkirakan mencapai Rp 500 triliun. “APBD hanya dipakai untuk persiapan dan pembebasan lahan saja,” pungkasnya. (nyc/rom/k15/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-masih-dioperasikan-terbatas/">Jembatan Mahakam IV Masih Dioperasikan Terbatas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Mahakam IV Siap Difungsikan, Bagaimana Nasib Jembatan Mahakam? Ini Kata Wagub</title>
		<link>https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-siap-difungsikan-bagaimana-nasib-jembatan-mahakam-ini-kata-wagub/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2019 01:34:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Hadi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[wagub kaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=68158</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meninjau Jembatan Mahakam IV yang baru saja dilakukan uji beban oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT). Peninjauan ini Hadi didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Taufik Fauzi pada Senin (30/12/2019) sore. Usai dari tinjauan tersebut, Hadi ungkapkan Jembatan Mahakam IV akan bisa dilalui pengendara [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-siap-difungsikan-bagaimana-nasib-jembatan-mahakam-ini-kata-wagub/">Jembatan Mahakam IV Siap Difungsikan, Bagaimana Nasib Jembatan Mahakam? Ini Kata Wagub</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA &#8211; Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meninjau Jembatan Mahakam IV yang baru saja dilakukan uji beban oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJT). Peninjauan ini Hadi didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Taufik Fauzi pada Senin (30/12/2019) sore.</p>
<p>Usai dari tinjauan tersebut, Hadi ungkapkan Jembatan Mahakam IV akan bisa dilalui pengendara pada tanggal 2 Januari 2019.</p>
<p>&#8220;Jembatan Mahakam IV akan mulai dilalui tanggal 2 Januari 2019, malam Jumat. Karena akan ujicoba oleh Bapak Gubernur,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>Hadi membeberkan Jembatan Mahakam IV terbilang lebih baik kondisinya dibanding Jembatan Mahakam yang lama maupun Jembatan Mahkota II.</p>
<p>&#8220;Kita terima hasil uji beban statis dan dinamis, ternyata hasilnya jauh lebih baik daripada jembatan yang pernah ada, seperti jembatan Mahakam 1 dan Mahkota II kualitasnya paling baik,&#8221; jelas Hadi.</p>
<p>Lebih jauh, Hadi mengungkapkan nantinya Jembatan Mahakam IV sementara akan digunakan dua jalur sebelum difungsikan menjadi satu jalur.</p>
<p>&#8220;Kita nantinya rencananya jalur searah. Jadi di bawah (jembatan Mahakam) tetap berfungsi. Oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional, karena jembatan Mahakam lama sudah berusia 33 tahun dan ditabrak 16 kali maka akan rehab besar. Jadi, jembatan Mahakam IV jadi dua arah,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>Hadi berharap kepada Dinas PUPR Kaltim tidak lama melakukan rehab terhadap jembatan Mahakam yang lama.</p>
<p>Jembatan Mahakam IV diharapkan Hadi juga akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo seperti dengan Jembatan Mahakam I yang diresmikan oleh Presiden RI ke 2 Soeharto tahun 1982.</p>
<p>Pengerjaan Jembatan Mahkota IV sendiri terbagi ke dalam beberapa bagian. Seperti jalan pendekat sisi Kota Samarinda menjadi tanggung jawab PT Waskita dan PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSPO). Sisi pendekat itu memiliki panjang 502,4 meter dan menelan anggaran sebesar Rp 225,84 miliar.</p>
<p>Sedangkan bentang utama jembatan sepanjang 400 meter dikerjakan PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp 180,64 miliar. Kemudian jalan pendekat sisi Samarinda Seberang sepanjang 386,65 meter, dikerjakan PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO dengan nilai kontrak Rp 226,87 miliar. (mym/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jembatan-mahakam-iv-siap-difungsikan-bagaimana-nasib-jembatan-mahakam-ini-kata-wagub/">Jembatan Mahakam IV Siap Difungsikan, Bagaimana Nasib Jembatan Mahakam? Ini Kata Wagub</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Proyek Mahakam IV Diperkirakan Molor</title>
		<link>https://bontangpost.id/proyek-mahakam-iv-diperkirakan-molor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2019 09:20:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<category><![CDATA[kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=58444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Proyek pembangunan jembatan Mahakam IV di Samarinda, Kalimantan Timur diperkirakan bakal molor dari jadwal, meski pihak kontraktor telah diberikan tambahan waktu 50 hari oleh Pemerintah Provinsi Kaltim. Saat ini progres pembangunan jembatan yang melintasi sungai Mahakam itu sudah mencapai 90 persen,  namun demikian untuk semua segmen jembatan diyakini belum bisa rampung pada Februari 2019. Kepala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proyek-mahakam-iv-diperkirakan-molor/">Proyek Mahakam IV Diperkirakan Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Proyek pembangunan jembatan Mahakam IV di Samarinda, Kalimantan Timur diperkirakan bakal molor dari jadwal, meski pihak kontraktor telah diberikan tambahan waktu 50 hari oleh Pemerintah Provinsi Kaltim.</p>
<p>Saat ini progres pembangunan jembatan yang melintasi sungai Mahakam itu sudah mencapai 90 persen,  namun demikian untuk semua segmen jembatan diyakini belum bisa rampung pada Februari 2019.</p>
<p>Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zein kepada awak media di Samarinda, Kamis, menjelaskan penyelesaian jembatan Mahakam IV molor lagi dari waktu yang ditargetkan.</p>
<p>Menurutnya pihak kontraktor sudah meminta perpanjangan kontrak hingga April 2019.</p>
<p>&#8220;Februari gak mungkin, selasar saja tidak tersambung. Kemungkinan April baru selesai. Memang penghitungan pak Taufik (Kadis PU Kaltim) dan kontraktor itu bulan April, makanya kontrak perpanjangan sampai April 2019. Kemarin mau dipercepat Februari ya tetap tidak bisa juga ternyata,&#8221; ungkap Zairin di Samarinda, Kamis (31/1/2019).</p>
<p>Molornya penyelesaian jembatan ini, jelas mendatangkan konsekuensi bagi kontraktor, yaitu sanksi.</p>
<p>Zairin menegaskan Pemprov tetap menerapkan sanksi dan penalti terhadap kontraktor jembatan. Namun bentuk dan nilai konsekuensinya masih dalam penghitungan Pemprov.</p>
<p>&#8220;Penalti jelas, tapi penalti itu masih dihitung detailnya, karena perhitungannya agak teknis. Contohnya untuk pemasangan baut saja itu butuh kehati-hatian dan ketepatan. Kalau tidak pas ya harus hati-hati,&#8221; katanya.</p>
<p>Zairin menuturkan untuk penyelesaian jembatan Mahakam IV tahun ini, tidak ada tambahan anggaran dari Pemprov. Dana yang digunakan masih mengandalkan dana luncuran tahun 2018 yang diluncurkan awal tahun 2019.</p>
<p>Kendati demikian, Pemprov tetap akan mengeluarkan dana tambahan pasca selesainya jembatan, khususnya untuk paket uji beban.</p>
<p>&#8220;Tidak ada tambahan dana, kita tetap menggunakan dana luncuran yang 2018 itu. Tapi nanti untuk uji beban kita yang menyiapkan dana. Belum tahu berapa nilainya yang jelas miliaran lah itu. Saya kira dana itu nanti diambil dari APBD-P,&#8221; ujar Zairin.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, Taufik Fauzi menjelaskan uji beban termasuk dalam satu paket dengan pengapian dan pemasangan railing jembatan. Setelah pengapian dan pemasangan railing rampung, barulah bisa dilakukan uji beban.</p>
<p>&#8220;Uji beban akan dilakukan tim dari  kementerian PUPR, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT), dan profesional yang berkompeten. Tapi kita fokus dulu bentang tengah dan selanjutnya pengapian dari sisi seberang dan kota,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Secara fisik jembatan yang yang memiliki panjang 220 meter, lebar 16,9 meter, dan tinggi clearance vertikal 22 meter ini, sudah menunjukkan progres matang. Hanya bentang tengah yang saat ini masih terus dikebut pengerjaannya. (antara)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/proyek-mahakam-iv-diperkirakan-molor/">Proyek Mahakam IV Diperkirakan Molor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selesai Februari, Kontraktor Jembatan Kembar Disanksi</title>
		<link>https://bontangpost.id/selesai-februari-kontraktor-jembatan-kembar-disanksi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2019 12:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Isran Noor]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=57997</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Mahakam IV di Samarinda telah berjalan 93 persen. Namun sayang, proyek yang seharusnya rampung pada akhir tahun lalu itu tersendat penyelesaiannya. Sehingga mau tak mau dilanjutkan tahun ini. Kondisi itu menyisakan masalah. Pemprov Kaltim akhirnya menjatuhkan sanksi ke kontraktor. Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pihak kontraktor mendapat tambahan waktu 50 hari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selesai-februari-kontraktor-jembatan-kembar-disanksi/">Selesai Februari, Kontraktor Jembatan Kembar Disanksi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Mahakam IV di Samarinda telah berjalan 93 persen. Namun sayang, proyek yang seharusnya rampung pada akhir tahun lalu itu tersendat penyelesaiannya. Sehingga mau tak mau dilanjutkan tahun ini. Kondisi itu menyisakan masalah. Pemprov Kaltim akhirnya menjatuhkan sanksi ke kontraktor.</p>
<p>Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan pihak kontraktor mendapat tambahan waktu 50 hari untuk menyelesaikan jembatan. Menurutnya, ada ada persoalan teknis yang menyebabkan jembatan belum selesai. Beberapa material yang belum tersedia menjadi salah satunya. “Banyak saja halangannya. Berdasarkan laporan yang saya terima, alasan kontraktor masih masuk akal,” katanya.</p>
<p>Kendati demikian, jembatan akan selesai dikerjakan akhir Februari. Apalagi, sekarang pemasangan bentang tengah sedang berproses. “Sudah menggantung-gantung (proses pemasangan bentang tengah). Kira-kira bulan ini selesai,” beber mantan bupati Kutai Timur itu.</p>
<p>Sehingga, Februari mendatang sudah memasang dasar lintasan selanjutnya pengecoran. Namun begitu, kontraktor akan mendapat sanksi karena keterlambatan penyelesaian. “Tapi pemberian sanksi itu melihat penyebab keterlambatan. Itu sebagai pertimbangan apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” ujar Isran.</p>
<p>Adapun, dana pelunasan proyek jembatan yang akrab disebut Jembatan Kembar itu sudah disiapkan. Dana tersebut berasal dari APBD Kaltim 2018. “Tapi diluncurkan tahun ini, karena keterlambatan pelaksanaan itu,” terangnya.</p>
<p>Diwawancarai terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy mengaku, baru menerima laporan addendum proyek jembatan yang menghubungkan Samarinda Seberang dan Samarinda Kota itu secara lisan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Bina Marga, Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim, Runandar belum lama ini.“Kalau secara tertulis belum,” tutur dia Senin (21/1).</p>
<p>Kata Suwandy, di dalam addendum itu, pemerintah memberikan tambahan waktu selama 50 hari kepada kontraktor. Namun dengan catatan dijatuhi sanksi berupa kewajiban membayar denda terhitung dari perpanjangan waktu yang diberikan.</p>
<p>Ketentuan itu tertuang dalam Pasal 120, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 tentang Sanksi Keterlambatan Pekerjaan. Di situ disebutkan, penyedia barang atau jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan karena kesalahan penyedia jasa atau barang, maka dikenakan denda keterlambatan 1/1000 dari nilai bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan. “Kalau keterlambatannya 20 persen, maka 20 persen itu dihitung 1/1000. Maka itulah denda yang harus dibayarkan setiap harinya,” jelasnya.</p>
<p>Jika nantinya pekerjaan kembali molor, maka akan ada peninjauan ulang atas kontrak kerja yang sudah dibuat. Apakah nanti akan ada proses addendum atau ada aturan baru yang diberlakukan, Dinas PUPR Kaltim yang mengkaji dan mengatur itu. “Pekan depan, kami akan meninjau progres pembangunan jembatannya,” kata dia.</p>
<p>Soal nantinya kontraktor pelaksana akan di-blacklist atau tidak, politikus Partai Gerindra itu, menyerahkan kewenangan itu kepada Pemprov Kaltim. Namun yang pasti menurut dia, mekanisme itu pasti akan dilewati oleh pemerintah terhadap pihak ketiga. “Ini menjadi catatan,” ucapnya.</p>
<p>Seperti diketahui, proyek Jembatan Mahakam IV terbagi menjadi tiga item kontrak. Pertama, bentang utama jembatan sepanjang 400 meter. Dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp 180,64 miliar.</p>
<p>Lalu, jalan pendekat sisi Samarinda Kota. Panjangnya 502,4 meter. Dikerjakan PT Waskita-PT Surya Bakti dengan skema kerja sama operasional (KSO). Nilai kontraknya Rp 225,84 miliar.</p>
<p>Item terakhir, jalan pendekat sisi Samarinda Seberang. Panjangnya 386,65 meter. Dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi-PT Modern Technical dengan skema KSO. Nilai kontraknya mencapai Rp 226,87 miliar.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas PUTRPR Kaltim Taufik Fauzi menyebut, sangat memungkinkan pembangunan Jembatan Kembar tuntas akhir Februari. Apalagi, pekerjaan untuk pemasangan bentang tengah sedang berproses.</p>
<p>Menurutnya, sekarang sudah sampai pekerjaan hanger (batang penggantung) dan penetapan posisi lantai untuk badan jalan. Untuk sisi Samarinda Kota, kini sedang menunggu pelepasan kabel pancang. Sedangkan sisi Samarinda Seberang sudah selesai. “Selebihnya tinggal merapikan (sisi Samarinda Seberang),” kata Taufik.</p>
<p>Dia berharap, jembatan dapat tersambung pada 18 Februari. Apalagi, Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah beberapa kali uji coba secara individu. “Seperti rangka atas jembatan, telah dilakukan uji material,” ungkapnya.</p>
<p>Pihaknya juga intens berkoordinasi dengan KKJTJ. Namun, pengujian secara formal dapat dilaksanakan setelah pembangunan tuntas. “Tim ahli akan didatangkan lagi (KKJTJ). Kami akan bersurat ke KKJTJ untuk melakukan pengujian,” ungkap Taufik.</p>
<p>Tidak itu saja, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun akan didatangkan. Ya, jembatan menggunakan teknologi kabel sensor untuk keamanan. “Semua ahli akan datang menguji. Kami akan bertanggung jawab sampai tuntas. Kami tidak ingin ada risiko,” harap dia. “Setelah Hari Raya (Idulfitri) sudah bisa diresmikan. Paling lambat Agustus,” pungkasnya. (*/dq/*/drh/rom/k18/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/selesai-februari-kontraktor-jembatan-kembar-disanksi/">Selesai Februari, Kontraktor Jembatan Kembar Disanksi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bentang Tengah Ditarget November </title>
		<link>https://bontangpost.id/bentang-tengah-ditarget-november/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Sep 2018 03:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=49663</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pengerjaan Jembatan Mahakam IV terus dikebut sejumlah kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Saat ini, bentang tengah jembatan tersebut sedang dikebut pengerjaannya. Pada akhir Oktober mendatang, dipastikan bentang tengah akan terpasang. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim, Muhammad Taufik Fauzi. Kata dia, kontraktor yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bentang-tengah-ditarget-november/">Bentang Tengah Ditarget November </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Pengerjaan Jembatan Mahakam IV terus dikebut sejumlah kontraktor yang ditunjuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Saat ini, bentang tengah jembatan tersebut sedang dikebut pengerjaannya. Pada akhir Oktober mendatang, dipastikan bentang tengah akan terpasang.</p>
<p>Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kaltim, Muhammad Taufik Fauzi. Kata dia, kontraktor yang ditunjuk untuk mengerjakan bentang tengah, PT Pembangun Perumahan telah menambah peralatan pendukung untuk pempercepat pemasangan bentang utama jembatan tersebut.</p>
<p>“Terutama pemasangan ini kan harus di sungai. Ini sudah didatangkan lagi satu ponton untuk pemasangan bentang tengah. Di akhir November, bentang tengah sudah tersambung,” sebutnya, Sabtu (22/9) kemarin.</p>
<p>Selain itu, pengerjaan rangka untuk pengaspalan jalan di bentang utama, sedang dirakit para pekerja. Dia memperkirakan, usai pemasangan bentang tengah pada November, pekerja akan mengaspal jalan untuk jembatan itu.</p>
<p>“Untuk aspal, kami perkirakan Desember sudah selesai. Termasuk ruas untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Sekarang sudah mulai dipasang jalan di kiri dan kanan untuk pejalan kaki dan sepeda motor,” kata Taufik.</p>
<p>Sementara jalan pendekat di sisi Samarinda Kota dan Samarinda Seberang, dipastikan akan rampung Desember 2018. Taufik mengatakan, sebagian besar jalan pendekat sudah dikerjakan. “Sekarang kan sudah terlihat jalan pendekatnya. Targetnya pemasangan girder sudah selesai semua pada Oktober,” sebutnya.</p>
<p>Kata Taufik, upaya untuk mengejar pekerjaan sesuai target terus dilakukan. Salah satunya para pekerja meningkatkan intensitas jam kerja. Pada pukul 06.00 Wita, para pekerja sudah mulai bekerja. “Mereka baru pulang pada pukul 18.00 Wita. Kalau untuk bentang tengah, itu enggak kerja malam. Karena malam itu ponton batu bara mulai melintasi sungai,” jelasnya.</p>
<p>Kendala utama dalam pengerjaan proyek jembatan tersebut yakni hujan. Apabila hujan turun, praktis para pekerja tidak dapat melanjutkan pekerjaan. “Kalau di bawah, memang masih bisa bekerja. Tetapi kalau di atas, risikonya tinggi. Apalagi ada angin,” ucap Taufik.</p>
<p>Setelah semua pekerjaan rampung, lanjut Taufik, pihaknya akan melakukan uji coba dan pengurusan izin layak operasi. Diperkirakan proses tersebut akan memakan waktu tiga bulan. “Kami terus berkoordinasi dengan tim keselamatan jembatan itu. Berfungsinya jembatan, harus ada rekomendasi dari mereka. Kalau selesai Desember, bulan Maret atau April baru bisa dioperasikan,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemprov Kaltim 2017, Sapto Setyo Pramono mengatakan, apabila proyek tersebut tidak rampung pada Desember 2018, para kontraktor terancam diberikan sanksi. Berdasarkan laporan yang diterima pansus, progres fisik pengerjaan bentang sudah mencapai 73,96 persen.</p>
<p>Sedangkan realisasi keuangan 58,96 persen atau Rp 105,37 miliar. “Kami meminta kontraktor menjalankan tugas sesuai progres yang dijanjikan. Tapi aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan mutu harus diperhatikan,” sarannya.</p>
<p>Sementara pada pembangunan jalan pendekat sisi Samarinda Kota, Pansus LPKj menemukan progres fisiknya telah mencapai 87,93 persen. Dengan realisasi keuangan 75,65 persen atau Rp 170,86 miliar.</p>
<p>Di proyek tersebut, anggaran yang belum dialokasikan sebesar Rp 49,98 miliar. Sehingga pansus menyarankan dimasukan di APBD Perubahan 2018. Namun pembayaran disesuaikan dengan progres pengerjaan fisik. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/bentang-tengah-ditarget-november/">Bentang Tengah Ditarget November </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kendala Cuaca, Bappeda Pesimistis Tepat Waktu</title>
		<link>https://bontangpost.id/kendala-cuaca-bappeda-pesimistis-tepat-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2018 03:36:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Mahakam IV]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek MYC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=45491</guid>

					<description><![CDATA[<p>SAMARINDA – Sudah beberapa hari terakhir, para pekerja di Jembatan Mahakam IV menghentikan sementara pengerjaan proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tersebut. Informasi yang beredar, pengerjaan salah satu multiyears contract (MYC) tersebut dihentikan sementara untuk proses pengeringan. Dari pantauan Metro Samarinda, baru dua bentang penyangga utama jembatan yang sudah berdiri tegap. Sementara satunya, di bagian pinggir [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kendala-cuaca-bappeda-pesimistis-tepat-waktu/">Kendala Cuaca, Bappeda Pesimistis Tepat Waktu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA – Sudah beberapa hari terakhir, para pekerja di Jembatan Mahakam IV menghentikan sementara pengerjaan proyek Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tersebut. Informasi yang beredar, pengerjaan salah satu multiyears contract (MYC) tersebut dihentikan sementara untuk proses pengeringan.</p>
<p>Dari pantauan Metro Samarinda, baru dua bentang penyangga utama jembatan yang sudah berdiri tegap. Sementara satunya, di bagian pinggir Sungai Mahakam yang berdekatan dengan sisi Samarinda Seberang, belum diselesaikan oleh para pekerja. Tiang penyangga tersebut baru dibangun di bagian dasar.</p>
<p>Tidak jauh berbeda dengan pengerjaan bentang tengah jembatan, jalan pendekat di sisi Samarinda Seberang tampak lengang. Tidak ada satu pun para pekerja yang mengerjakan proyek yang menelan anggaran Rp 225,84 miliar tersebut.</p>
<p>Sedangkan jalan pendekat di sisi Samarinda Kota, sudah mulai dikerjakan sejak Selasa (30/7) malam. Sejak pagi, puluhan pekerja sudah mulai melanjutkan aktivitas pengerjaan proyek yang sedianya selesai pada Desember 2018 itu.</p>
<p>Ahmad (37), bukan nama sebenarnya, seorang pekerja di proyek yang dikomandoi PT Waskita itu baru saja didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Dia mengaku sebagai pekerja baru yang akan menyelesaikan proyek tersebut.</p>
<p>“Baru datang tadi malam (kemarin, <em>Red.</em>). Kami mau lanjutkan proyek ini. Pekerja sebelumnya sudah dihentikan,” sebut Ahmad. Bersama puluhan pekerja lainnya, Ahmad akan menyelesaikan pengerjaan jalan pendekat tepat pada waktunya. “Asal cuacanya bagus saja,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu di pinggir Sungai Mahakam, beberapa orang hilir mudik menggunakan kapal untuk mengangkut material berupa besi. Bahan bangunan itu dibutuhkan untuk penyelesaian proyek prestisiun Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut.</p>
<p>Pemprov Kaltim sendiri mengklaim jalan pendekat sebelah Samarinda Kota progres pengerjaannya mencapai 85,43 persen. Dalam hal ini masih dibutuhkan dana tambahan sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut sedianya dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Perubahan 2018.</p>
<p>Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Zairin Zain menyebut, penyelesaian proyek jembatan itu kecil kemungkinan akan selesai tepat waktu. Secara keseluruhan progres hingga Juni 2018 baru mencapai 68,75 persen.</p>
<p>“Pengerjaan proyek itu terganggu karena cuaca. Dari situ saya lihat agak sulit selesai tepat waktu. Tetapi kita lihat saja bagaimana kelanjutannya,” ucap mantan Pelaksana Tugas Wali Kota Samarinda itu.</p>
<p>Berbeda dengan jembatan, pengerjaan jalan pendekat di dua sisi berjalan sesuai target yang telah dicanangkan Pemprov Kaltim. Di akhir masa jabatan Awang Fareok, jalan pendekat yang menghubungkan Jembatan Mahakam IV tersebut akan segera dirampungkan.</p>
<p>“Kalau bentang tengah, saya ragu bisa selesai akhir tahun ini. Walaupun sudah mulai terlihat secara kasat mata. Sedangkan pengerjaan jalan pendekat sudah sesuai target. Insyaallah selesai Desember nanti,” tuturnya. <strong>(*/um)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kendala-cuaca-bappeda-pesimistis-tepat-waktu/">Kendala Cuaca, Bappeda Pesimistis Tepat Waktu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
