<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jual Beli Lapak Pasar Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/jual-beli-lapak-pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/jual-beli-lapak-pasar/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jun 2025 03:54:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Jual Beli Lapak Pasar Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/jual-beli-lapak-pasar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>800 Lapak di Pasar Taman Rawa Indah Bontang Tidak Aktif Disegel UPT</title>
		<link>https://bontangpost.id/800-lapak-di-pasar-taman-rawa-indah-bontang-tidak-aktif-disegel-upt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2025 03:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Lapak Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Lapak Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar rawa indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=139249</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Bangunan megah Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tidak semua lapak terbuka. Rolling door sebagian lapak justru terkunci saat awak Kaltim Post (induk Bontang Post) mendatangi bangunan ini. Bukan tidak sedang berjualan, tetapi terdapat kertas yang menyebutkan lapak ini disegel oleh UPT Pasar. Kepala UPT Pasar Nurfaidah mengatakan jumlah lapak dan kios di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/800-lapak-di-pasar-taman-rawa-indah-bontang-tidak-aktif-disegel-upt/">800 Lapak di Pasar Taman Rawa Indah Bontang Tidak Aktif Disegel UPT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-reader-unique-id="3"><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Bangunan megah Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tidak semua lapak terbuka. Rolling door sebagian lapak justru terkunci saat awak <em>Kaltim Post</em> (induk Bontang Post) mendatangi bangunan ini. Bukan tidak sedang berjualan, tetapi terdapat kertas yang menyebutkan lapak ini disegel oleh UPT Pasar.</p>
<p data-reader-unique-id="7">Kepala UPT Pasar Nurfaidah mengatakan jumlah lapak dan kios di Pasar Tamrin mencapai 1.370. Berdasarkan pendataan terakhir tercatat 800 lapak dan kios tidak aktif.</p>
<p data-reader-unique-id="9">“Kami sudah keluarkan surat peringatan hingga tiga kali. Setelah itu jika tiga bulan tidak diisi maka kami lakukan penyegelan,” kata Nurfaidah.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Ia juga menyebut memang sebagian besar lapak dan kios tidak aktif. Khususnya yang berada di lantai tiga dan empat. Kejadian ini membuat UPT Pasar tidak bisa berbuat banyak.</p>
<p data-reader-unique-id="18">Bahkan dirinya meminta tim gabungan dari Pemkot untuk mengambil sikap. Setelah banyaknya pedagang yang memiliki lapak dan kios justru menyewa lahan di sepanjang Jalan KS Tubun dan Jalan Ir H Juanda.</p>
<p data-reader-unique-id="19">“UPT Pasar belum bisa berbuat banyak. Kami minta difasilitasi oleh tim gabungan dari pemkot,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="20">Terkait usulan salah satu pedagang yang minta digabungkan lapaknya karena berada di lantai yang berbeda juga belum bisa diakomodasi. Lantaran peruntukkan lapak tiap lantai memiliki konsep yang beda.</p>
<p data-reader-unique-id="24">“Saat wali kota melakukan monitoring harga ada pedagang yang curhat karena ada lapaknya di lantai dua dan tiga dan minta disatukan. Itu tidak bisa karena konsepnya beda,” tutur dia.</p>
<p data-reader-unique-id="28">Menurut dia untuk lantai satu itu berisi makanan. Kemudian lantai dua tergolong pedagang sembako dan sayur-sayuran. Naik ke lantai tiga dan seterusnya berisi pedagang pakaian, perhiasan dan sebagainya.</p>
<p data-reader-unique-id="29">“Mereka (pedagang) yang mucil. Turun menyewa milik pedagang lain. Tidak ada komunikasi dengan UPT Pasar sehingga memiliki lapak di beberapa lantai,” pungkasnya. <strong>(kp)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/800-lapak-di-pasar-taman-rawa-indah-bontang-tidak-aktif-disegel-upt/">800 Lapak di Pasar Taman Rawa Indah Bontang Tidak Aktif Disegel UPT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lapak Pasar Diduga Diperjualbelikan </title>
		<link>https://bontangpost.id/lapak-pasar-diduga-diperjualbelikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Sep 2018 22:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Lapak Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang Nakal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=47990</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Praktik jual beli lapak diduga terjadi di pasar sementara Rawa Indah. Hal ini diutarakan Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah, melalui Sekretaris Akbar. Pihaknya mengindikasi pemilik lapak melakukan penjualan kios di pasar sementara Rawa Indah. Bahkan harga yang dipasang oleh pemilik lapak cukup tinggi. Akbar mengatakan, belasan pedagang yang semula mempunyai lapak di dalam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lapak-pasar-diduga-diperjualbelikan/">Lapak Pasar Diduga Diperjualbelikan </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Praktik jual beli lapak diduga terjadi di pasar sementara Rawa Indah. Hal ini diutarakan Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah, melalui Sekretaris Akbar. Pihaknya mengindikasi pemilik lapak melakukan penjualan kios di pasar sementara Rawa Indah. Bahkan harga yang dipasang oleh pemilik lapak cukup tinggi.</p>
<p>Akbar mengatakan, belasan pedagang yang semula mempunyai lapak di dalam terpaksa menjual untuk modal usaha. Kondisi ini membuat sebagian lapak di bangunan sementara kosong. Karena, para pedagang memilih berjualan di pinggir jalan. “Jumlahnya secara pasti belum kami data. Tetapi diperkirakan belasan pedagang saja,” kata Akbar kepada <em>Bontang Post</em>, Sabtu (1/9) kemarin.</p>
<p>Konon untuk jenis los, yakni berupa meja bagi pedagang sayur dijual seharga Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Sementara untuk kios dengan ukuran 2&#215;2 meter, dipatok Rp 25 juta. Paling tinggi jenis petak dengan ukuran 2&#215;3 meter, kisaran harganya mencapai Rp 40 juta. “Ada sebagian yang kepepet untuk modal,  jadi petaknya dijual dan akhirnya lari ke luar (trotoar, <em>Red.</em>),” ucapnya.</p>
<p>Mengetahui hal ini, asosiasi pedagang pasar meminta agar yang telah menjual lapak tidak diberi jatah di bangunan baru Pasar Rawa Indah nantinya. Termasuk jika masih terdapat sisa petak di bangunan baru tersebut. “Ketika menjual berarti sudah tidak mempunyai hak. Jangan sampai menuntut haknya di kemudian hari,” tegasnya.</p>
<p>Dalam waktu dekat, asosiasi akan membawa permasalahan ini saat pertemuan baik dengan pemkot maupun dewan. Rencananya Selasa (4/9) mendatang, pihak asosiasi akan bertemu dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP). Dua hari berselang, pembahasan selanjutnya dilakukan dengan DPRD.</p>
<p>“Kami akan paparkan permasalahan ini karena penangannya harus jelas,” tutur Akbar.</p>
<p>Sementara Kepala Unit Pelakasana TeknisDaerah (UPTD) Pasar Haedar membantah adanya dugaan praktik penjualan lapak tersebut. Ia pun meminta kepada pihak asosiasi untuk membuktikan jika ada anggotanya yang terlibat praktik terlarang. “Tidak benar kalau menjual. Saya minta asosiasi untuk membuktikan jika itu benar ada,” kata Haedar.</p>
<p>Haedar menjelaskan, sehubungan pedagang yang berjualan di trotoar dan bahu jalan, merupakan klasifikasi pedagang kaki lima (PKL). Sehingga hal tersebut di luar kewenanangannya. Ia membenarkan jika pekan depan bakal ada pertemuan antara Pemkot Bontang, dewan, dengan pihak asosiasi pasar. “Nanti saya akan bertemu dengan ketua asosiasi sehubungan dengan ucapan yang telah disampaikannya,” pungkasnya. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lapak-pasar-diduga-diperjualbelikan/">Lapak Pasar Diduga Diperjualbelikan </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
