<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kapal Perang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/kapal-perang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/kapal-perang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jan 2025 03:05:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Kapal Perang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/kapal-perang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Spesifikasi KRI Bontang-907, Alutsista Andalan TNI AL</title>
		<link>https://bontangpost.id/spesifikasi-kri-bontang-907-alutsista-andalan-tni-al/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 03:05:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=134674</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; KRI Bontang-907 turut menjadi perbincangan dalam kasus penembakan bos rental mobil di rest area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang pada Kamis (2/1). Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengungkap asal satuan prajurit TNI AL yang terlibat dalam penembakan bos rental mobil tersebut. Dari tiga prajurit Angkatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/spesifikasi-kri-bontang-907-alutsista-andalan-tni-al/">Spesifikasi KRI Bontang-907, Alutsista Andalan TNI AL</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang</strong> &#8211; KRI Bontang-907 turut menjadi perbincangan dalam kasus penembakan bos rental mobil di rest area Kilometer 45 Jalan Tol Merak-Tangerang pada Kamis (2/1).</p>
<p>Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengungkap asal satuan prajurit TNI AL yang terlibat dalam penembakan bos rental mobil tersebut.</p>
<p>Dari tiga prajurit Angkatan Laut, dua diantaranya berasal dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada I dan satu prajurit berasal dari KRI Bontang-907.</p>
<p data-reader-unique-id="5">”Bicara satuan tiga orang itu, dua dari satuan Kopaska Koarmada I dan satu itu adalah KRI Bontang-907,” kata Denih saat ditanyai oleh awak media di Jakarta pada Senin (6/1).</p>
<p data-reader-unique-id="5">Melansir <em>kompas.com </em>KRI Bontang-907 merupakan alat utama sistem senjata (alutsista) dengan jenis kapal bantu cair minyak (BCM).</p>
<p>Majalah Cakrawala Edisi 448 Tahun 2020 terbitan Dinas Penerangan Angkatan Laut, menyebut KRI Bontang-907 memperkuat jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada I.</p>
<p>Peran TNI AL yang sangat krusial dalam pertahanan negara di laut membutuhkan kemampuan dan kekuatan alutsista yang memadai.</p>
<p>Kemampuan dan kekuatan tersebut diwujudkan dalam bentuk kesiapan kondisi teknis alutsista yang selalu siap dalam melaksanakan tugas operasi.</p>
<p>Kesiapan kondisi teknis hanya dapat terwujud melalui dukungan logistik yang optimal salah satunya adalah bahan bakar cair.</p>
<p>Mengingat pentingnya logistik dalam hal ini bahan bakar cair dalam suatu pertempuran atau operasi pertahanan laut dalam rangka mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka TNI AL meluncurkan KRI Bontang-907 untuk menjadi perkuatan dalam melaksanakan tugas-tugas operasional.</p>
<p>Hal itu dikarenakan kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang sedang beroperasi dan tetap berada di laut tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan mengangkut kebutuhan lainnya.</p>
<p>Lantas, seperti apa spesifikasi KRI Bontang-907. KRI Bontang-907 memiliki spesifikasi panjang mencapai 125,5 meter, mempunyai tinggi 30 meter, dan dirancang sanggup berlayar selama 30 hari non-stop.</p>
<p>Kapal perang ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal dapat mencapai 18 knot serta membawa 109 orang awak.</p>
<p>KRI Bontang-907 dibekali persenjataan untuk pertahanan terbatas, antara lain dua pucuk kanon kaliber 20 mm dan 2 pucuk senapan mesin berat kaliber 12,7 mm.</p>
<p>Lebih lanjut, KRI Bontang-907 merupakan kapal perang produksi anak bangsa, yakni dari PT Betamec Shipyard, Batam. Dari segi desain, KRI Bontang-907 dirancang sanggup melaksanakan pengisian bahan bakar di tengah laut, sembari kapal sedang melaju, yakni lewat sistem Replenishment At Sea (RAS).</p>
<p>Sementara itu, dari segi kapasitas angkut bahan bakar, KRI Bontang-907 mempunyai punya kapasitas angkut 5.500 meter kubik BBM.</p>
<p>Tugas KRI Bontang-907 Guna mendukung misi operasi, KRI Bontang-907 dilengkapi dengan geladak untuk didarati helikopter ukuran sedang, namun sayangnya tidak ada fasilitas hangar.</p>
<p>Kehadiran KRI Bontang-907, menambah daftar kapal tanker TNI AL yang kini terdiri dari KRI Tarakan-905, KRI Balikpapan-901, KRI Sambu-902, KRI Arun-903, KRI Sungai Gerong -906, dan KRI Sorong-911.</p>
<p>Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (pada saat itu) mengatakan, pembangunan KRI Bontang adalah suatu program pembangunan kekuatan TNI yang telah dirancang dalam program lima tahunan.</p>
<p>Teknisnya, KRI Bontang-907 akan membantu ketahanan kapal-kapal TNI AL yang sedang beroperasi di laut.</p>
<p>Jika selama ini KRI yang beroperasi kembali dulu ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan mengangkut kebutuhan lain, kini dengan adanya KRI Bontang-907, kapal-kapal TNI AL tersebut bisa tetap berada di laut.</p>
<p>KRI Bontang-907 yang akan membantu untuk menyuplai BBM. Sehingga operasi pertahanan wilayah oleh kapal-kapal TNI AL dapat bertahan lebih lama di laut. <strong>(kompas.com)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/spesifikasi-kri-bontang-907-alutsista-andalan-tni-al/">Spesifikasi KRI Bontang-907, Alutsista Andalan TNI AL</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KRI Tatihu-853 Berlabuh di Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/kri-tahiti-853-berlabuh-di-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2018 09:30:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Perang]]></category>
		<category><![CDATA[KRI Tahiti 853]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=53088</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG &#8211; KRI Tatihu-853 singgah di Bontang. Kapal perang buatan dalam negeri untuk buang sauh di Dermaga Badak LNG, Rabu (31/10). Kapal perang yang dibuat pada 2015 itu dilengkapi dua senjata metraliur kaliber 12,7 milimeter, dan sebuah meriam 30 milimeter laras tunggal. Komandan KRI Tatihu-853 Mayor Laut (P) Nurwahidin menjelaskan, kedatangan mereka ke Bontang untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kri-tahiti-853-berlabuh-di-bontang/">KRI Tatihu-853 Berlabuh di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANG &#8211;</strong> KRI Tatihu-853 singgah di Bontang. Kapal perang buatan dalam negeri untuk buang sauh di Dermaga Badak LNG, Rabu (31/10). Kapal perang yang dibuat pada 2015 itu dilengkapi dua senjata metraliur kaliber 12,7 milimeter, dan sebuah meriam 30 milimeter laras tunggal.</p>
<p>Komandan KRI Tatihu-853 Mayor Laut (P) Nurwahidin menjelaskan, kedatangan mereka ke Bontang untuk patroli keamanan laut. Mengingat Bontang dan Kutim masuk dalam wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.</p>
<p>“Selain patroli, kami juga melaksanakan perbaikan dan pengisian air tawar guna mendukung kegiatan operasi selanjutnya,” ungkapnya, sesaat setelah kapal bersandar.</p>
<p>Nurwahidin menegaskan, keberadaan KRI Tatihu-853 juga untuk menjamin keamanan dari pengguna laut, baik itu sipil atau instansi yang melakukan kegiatan di laut. Seperti penangkapan ikan secara ilegal atau pelanggaran laut lainnya. “Kami melaksanakan tindakan untuk pencegahan lebih dini dalam menjaga keamanan laut,” tegasnya.</p>
<p>Dia mengaku, untuk pengamanan laut di wilayah Sangatta dan Bontang, pihaknya berkoodinasi dengan Lanal Sangatta. “Kemarin (Selasa, Red) kami menangkap kapal dengan rute Samarinda-Balikpapan. Kapal tersebut sudah kami amankan karena tidak memenuhi administrasi kelengkapan dokumen kapal. Sedangkan untuk kapal asing, untuk saat ini belum ada,” pungkasnya. <strong>(ver)</strong></p>
<p>Spesifikasi KRI Tatihu-853</p>
<p>Panjang: 46,30 Meter</p>
<p>Berat: 442 Grosston</p>
<p>Lebar: 7,10 meter</p>
<p>Bahan: Alumunium</p>
<p>Kecepatan Ekonomi: 17 Knot</p>
<p>Kecepatan Jelajah: 20 Knot</p>
<p>Kecepatan Maksimal:   24 Knot</p>
<p>Senjata: 2 Mitraliur Kaliber: 12,7 Milimeter</p>
<p>1 Meriam Laras Tunggal: 30 Milimeter</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Catatan Redaksi: Ada perubahan judul dan isi berita, yang sebelumnya &#8220;KRI Tahitu&#8221; dikoreksi menjadi &#8220;KRI Tatihu&#8221;. Dengan demikian kesalahan telah dikoreksi.</em></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kri-tahiti-853-berlabuh-di-bontang/">KRI Tatihu-853 Berlabuh di Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
