<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>km santika nusantara Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/km-santika-nusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/km-santika-nusantara/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Aug 2019 05:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>km santika nusantara Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/km-santika-nusantara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kesaksian Penumpang KM Santika Nusantara yang Selamat: Tinggal Leher Kami Yang Kelihatan</title>
		<link>https://bontangpost.id/kesaksian-penumpang-km-santika-nusantara-yang-selamat-tinggal-leher-kami-yang-kelihatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 05:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[km santika nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=64677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berkali-kali Siti Muntiah menatap daftar korban yang terpasang di papan itu. Namun, yang dia cari belum ketemu juga. “Ya Allah, di mana suami saya,” kata istri Nurdatin Suprianto tersebut dengan suara tertahan di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, kemarin siang. Di kompleks Pelabuhan Tanjung Perak itu, informasi tentang kebakaran yang menimpa KM Santika Nusantara di perairan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kesaksian-penumpang-km-santika-nusantara-yang-selamat-tinggal-leher-kami-yang-kelihatan/">Kesaksian Penumpang KM Santika Nusantara yang Selamat: Tinggal Leher Kami Yang Kelihatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berkali-kali Siti Muntiah menatap daftar korban yang terpasang di papan itu. Namun, yang dia cari belum ketemu juga.</p>
<p>“Ya Allah, di mana suami saya,” kata istri Nurdatin Suprianto tersebut dengan suara tertahan di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, kemarin siang.</p>
<p>Di kompleks Pelabuhan Tanjung Perak itu, informasi tentang kebakaran yang menimpa KM Santika Nusantara di perairan Masalembu, Kepulauan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis malam lalu (22/8/2019) dipusatkan. Sudah sekitar pukul 01.00 kemarin Muntiah tiba di sana setelah menempuh perjalanan dengan bus.</p>
<p>Tepat di saat kepanikan dan keputusasaan ibu dua anak itu memuncak, doanya terjawab. Sang suami ternyata berada tak jauh dari papan informasi. Nurdatin ternyata juga melihat daftar nama-nama yang selamat.</p>
<p>Tangis Muntiah langsung pecah. Perempuan dua anak itu langsung memeluk erat-erat sang suami. Rasa syukur langsung terucap. “Alhamdulillah ya Allah. Neng ndi wae Pak tak telpon gak iso (ke mana saja Pak, saya telepon tidak bisa, Red),” kata Muntiah sambil menangis.</p>
<p>Nurdatin adalah salah seorang penumpang KM Santika Nusantara yang telah dievakuasi ke Surabaya secara bertahap sejak Jumat malam (23/8/2019) sampai kemarin (24/8/2019). Ada yang lewat laut dan jalur darat. Terakhir sekitar 55 korban dibawa dari Masalembu dengan menggunakan KN Chundamani kemarin.</p>
<p>Jumlah itu termasuk tiga korban yang meninggal dunia. Setiba di Pelabuhan Tanjung Perak, tiga korban meninggal lalu dibawa ke RS Bhayangkara sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.</p>
<p>Sampai pukul 18.00 kemarin, Basarnas meng-update jumlah penumpang kapal yang dievakuasi mencapai 309 orang. Termasuk tiga korban tewas.</p>
<p>“Yang kami temukan sudah melebihi manifes. Jumlah di manifes hanya 277,” kata Agus Haryono, Kasubbid Pengarahan Potensi dan Pengendalian Operasi SAR Basarnas.</p>
<p>Tak ada penjelasan kenapa perbedaan jumlah itu bisa terjadi. Pihak perusahaan pemilik kapal, PT Jembatan Nusantara, tidak tampak di Gapura Surya Nusantara.</p>
<p>Mengenai penyebab kebakaran, Basarnas belum tahu. Mereka masih fokus pada pencarian korban. Sebab, tidak tertutup kemungkinan masih ada korban yang belum dievakuasi.</p>
<p>Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diperkirakan baru bisa menyelidiki penyebab kebakaran setelah KM Santika Nusantara dingin. “Itu waktunya tidak sebentar. Bisa satu sampai dua minggu ke depan,” tegas Deputi Bidang Operasi Dan Kesigapan Basarnas Nugroho Budi Wiryanto.</p>
<p>KM Santika Nusantara dengan tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur, itu meninggalkan Pelabuhan Tanjung Perak sekitar pukul 9.00. Nurdatin berangkat bersama empat rekan yang lain: Suwarto, Suyadi, Darwin, dan Mustakim.</p>
<p>Sekitar pukul 20.00, saat mengisi baterai ponsel miliknya di dek nomor 3, Nurdiatin tiba-tiba dia mendengar teriakan penumpang kapal yang lain. “Kebakaran… Kebakaran…,” kata Nurdatin menirukan teriakan para penumpang itu.</p>
<p>Sumbernya dari dek kapal bagian bawah. Atau dari tempat parkir mobil dan truk.</p>
<p>“Ada yang bertahan di atas kapal yang terbakar, ada yang turun ke laut,” tambah Nurdatin.</p>
<p>Setelah mengenakan pelampung, Nurdatin dan Suwarto memilih turun ke laut. Dia menuruni tangga tali yang telah disediakan ABK kapal malam itu. Nurdatin juga harus berdesak-desakan dengan penumpang lain yang hendak turun. “Saya melihat ibu-ibu tidak kuat megang talinya. Dia jatuh kecebur di laut. Entah gimana itu nasibnya,” jelas Nurdatin.</p>
<p>Sesampai di bawah, Nurdatin bersama Suwarto langsung menaiki perahu karet. Setelah tertampung sebelas orang di sana, perahu karet dilepas dari KM Santika Nusantara. Mereka terombang-ambing ombak di tengah lautan malam itu. Nurdatin dan Suwarto hanya bisa berdoa. Apalagi, mereka juga terpisah dari tiga rekannya.</p>
<p>Kepanikan Nurdatin dan Suwarto semakin bertambah. Sebab, semakin lama, perahu karet yang mereka tumpangi kian tenggelam. “Yang kelihatan cuma leher kami. Pegangan juga sudah lemas,” cerita Nurdatin.</p>
<p>Sekitar pukul 8.00 (23/8/2019) atau 12 jam setelah terombang-ambing, baru ada kapal barang yang melintas. Nurdatin, Suwarto, dan sembilan orang lainnya terus berteriak meminta pertolongan. Usaha mereka tidak sia-sia. Kapal itu mau mendekat. Awak kapal melemparkan tali untuk memberikan pertolongan. Sebelas penumpang itu akhirnya selamat.(jpc)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kesaksian-penumpang-km-santika-nusantara-yang-selamat-tinggal-leher-kami-yang-kelihatan/">Kesaksian Penumpang KM Santika Nusantara yang Selamat: Tinggal Leher Kami Yang Kelihatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://bontangpost.id/menuju-balikpapan-km-santika-nusantara-terbakar-di-perairan-masalembu-empat-orang-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 02:02:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan kapal]]></category>
		<category><![CDATA[km santika nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[masalembu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=64673</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa KM Santika Nusantara yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan. Kapal yang mengangkut total 162 orang dan 84 kendaraan itu terbakar di perairan Pulau Masalembu Sumenep, Kamis (22/8/2019). Empat di antaranya ditemukan tidak bernyawa dan 19 orang belum ditemukan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menuju-balikpapan-km-santika-nusantara-terbakar-di-perairan-masalembu-empat-orang-meninggal-dunia/">Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa KM Santika Nusantara yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan.</p>
<p>Kapal yang mengangkut total 162 orang dan 84 kendaraan itu terbakar di perairan Pulau Masalembu Sumenep, Kamis (22/8/2019). Empat di antaranya ditemukan tidak bernyawa dan 19 orang belum ditemukan.</p>
<p>Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, hingga Jumat (23/8/2019) sebanyak 139 korban sudah berhasil dievakuasi. Rinciannya, 23 korban dievakuasi menggunakan KM Spil Citra. Lalu, 66 korban diangkut di Surabaya oleh KM Dharma Ferry 7. Sedangkan 50 korban dievakuasi ke Pulau Masalembu.</p>
<p>Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui. Hingga saat ini masih dalam proses penyidikan. Evakuasi korban menurutnya ditangani langsung Basarnas Balikpapan. Mengingat, jarak kecelakaan laut itu lebih dekat dengan wilayah tugas Basarnas Balikpapan.</p>
<p>”Termasuk meminta bantuan kapal-kapal yang melintas di jalur yang sama dengan KM Santika Nusantara. Masih proses evakuasi,” ungkapnya, Jumat (23/8/2019).</p>
<p>Diterangkan, hingga Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 13.00, dikabarkan ada 23 korban yang masih dalam proses pencarian. Informasi terakhir yang diperoleh lembaganya menyebut para korban yang belum dievakuasi masih berada di kapal yang terbakar. Beberapa korban ada yang mengalami luka bakar dan dirawat di Puskesmas Masalembu.</p>
<p>”Kami terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang menangani di sana,” jelasnya.</p>
<p>Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Masalembu Taufiqurrahman membenarkan peristiwa tersebut. Terdapat empat orang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Empat jenazah itu ditemukan dalam keadaan mengapung oleh nelayan yang ikut melakukan pencarian. Korban meninggal ditemukan Jumat sekitar pukul 16.00.</p>
<p>Jenazah para korban yang ditemukan langsung dievakuasi menuju Pulau Masalembu. Satu orang bernama Asfani, 54, warga Jalan Anjasmoro Desa Sisir Kecamatan/Kota Batu. Kemudian satu korban hanya diketahui bernama Bekti Tri Setyanto. Sedangkan identitas dua korban lainnya hingga saat ini belum diketahui.</p>
<p>”Korban meninggal dipastikan bukan karena kebakaran. Tapi, kemungkinan tenggelam dan diperkirakan ada yang meninggal karena dehidrasi,” terangnya.</p>
<p>Dia menambahkan, keempat jenazah saat ini berada di terminal Pelabuhan Masalembu. Selain korban meninggal, 54 orang dievakuasi ke Masalembu. ”Kemudian 89 orang sudah dibawa ke Surabaya. Semua dalam kondisi selamat,” terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, tiga korban masih dirawat di Puskesmas Masalembu. Sisanya ditampung di terminal Pelabuhan Masalembu. Untuk kapal yang terbakar masih di posisi semula. Belum dilakukan evakuasi. ”Tetap kami pantau. Mengantisipasi kapal terbawa arus ombak. Sempat kesulitan untuk evakuasi karena kondisi cuaca kurang bersahabat,” kata Taufiq.</p>
<p>Sebelumnya, para korban kebakaran kapal diterangkan dievakuasi menggunakan perahu nelayan ke Pulau Masalembu. Rencananya, Sabtu (24/8/2019) korban yang ada di Masalembu akan dibawa ke Surabaya. ”Besok (Sabtu, Red) akan diberangkatkan ke Surabaya menggunakan kapal perintis,” tukasnya.</p>
<p>Sebelum itu, sempat beredar video kebakaran KM Santika Nusantara di media sosial dan grup-grup WhatsApp. Dalam video memperlihatkan kebakaran kapal yang diambil dalam kondisi siang hari dan gelombang laut rendah. Sedangkan kejadian kebakaran KM Santika Nusantara terjadi pada malam hari dan gelombang tinggi.</p>
<p>Setelah ditelusuri, video tersebut dipastikan hoaks. Video kebakaran tersebut bukanlah KM Santika Nusantara. Tapi, KM Dharma Kencana II yang mengalami kebakaran pada 29 Oktober 2017 lalu. Bentuk dan warna lambung kapal dalam video tersebut juga berbeda dengan model KM Santika Nusantara. (bad/han/prokal)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/menuju-balikpapan-km-santika-nusantara-terbakar-di-perairan-masalembu-empat-orang-meninggal-dunia/">Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
