<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>korban tenggelam Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/korban-tenggelam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/korban-tenggelam/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 May 2024 01:27:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>korban tenggelam Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/korban-tenggelam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tenggelam di Kolam Bekas Galian C, Remaja 16 Tahun Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/tenggelam-di-kolam-bekas-galian-c-remaja-16-tahun-ditemukan-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 01:27:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[anak tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=126416</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Remaja 16 tahun bernama Dhiyaur Rahman Rafi ditemukan meninggal tenggelam di kolam bekas galian pasir di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (11/5/2024) sore. Plt Kapolsek Samboja Iptu Sutomo mengatakan sebelum ditemukan, korban sedang berenang bersama sang adik, Risky Alief Syafi&#8217;i dan sejumlah temannya. “Korban tiba-tiba berenang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tenggelam-di-kolam-bekas-galian-c-remaja-16-tahun-ditemukan-meninggal/">Tenggelam di Kolam Bekas Galian C, Remaja 16 Tahun Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id </strong>&#8211; Remaja 16 tahun bernama Dhiyaur Rahman Rafi ditemukan meninggal tenggelam di kolam bekas galian pasir di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (11/5/2024) sore.</p>
<p>Plt Kapolsek Samboja Iptu Sutomo mengatakan sebelum ditemukan, korban sedang berenang bersama sang adik, Risky Alief Syafi&#8217;i dan sejumlah temannya.</p>
<p>“Korban tiba-tiba berenang ke tengah kolam yang cukup dalam dan tidak muncul ke permukaan. Teman-teman dan adiknya kemudian berusaha mencarinya, namun tidak berhasil,&#8221; terangnya.</p>
<p>Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada keluarga korban dan pihak berwajib. Tim SAR gabungan dari Basarnas, PMI, Koramil, Polsek, Damkar, Satpol PP, dan Kontras diterjunkan untuk melakukan pencarian.</p>
<p>Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.</p>
<p>&#8220;Pencarian dilakukan warga dan unsur-unsur lain sehingga korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di dasar kolam sekitar pukul 19.30 Wita,&#8221; kata Sutomo.</p>
<p>Polisi, sebut Sutomo juga sudah memintai keterangan sejumlah saksi terkait insiden tenggelamnya Rafi ini. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tenggelam-di-kolam-bekas-galian-c-remaja-16-tahun-ditemukan-meninggal/">Tenggelam di Kolam Bekas Galian C, Remaja 16 Tahun Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hendak ke Pulau Beras Basah, Warga Samarinda Meninggal Usai Selamatkan Anak yang Terjatuh dari Kapal</title>
		<link>https://bontangpost.id/hendak-ke-pulau-beras-basah-warga-samarinda-meninggal-usai-selamatkan-anak-yang-terjatuh-dari-kapal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2024 12:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=125451</guid>

					<description><![CDATA[<p>bongangpost.id &#8211; Wisatawan asal Samarinda meninggal dunia di perairan dekat Pantai Marina, Kamis (11/4/2024). Pria 43 tahun berinisial RF itu meninggal sesaat setelah menyelamatkan anaknya yang tercebur ke laut.  Anaknya diketahui terjatuh dari kapal saat ingin pergi berlibur ke Pulau Beras Basah Bontang. Saat menumpangi kapal penyeberangan, sang anak jatuh ke laut. RF berusaha menyelamatkan nyawa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hendak-ke-pulau-beras-basah-warga-samarinda-meninggal-usai-selamatkan-anak-yang-terjatuh-dari-kapal/">Hendak ke Pulau Beras Basah, Warga Samarinda Meninggal Usai Selamatkan Anak yang Terjatuh dari Kapal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span data-reader-unique-id="1"><strong>bongangpost.id &#8211; </strong>Wisatawan asal Samarinda meninggal dunia di perairan dekat Pantai Marina, Kamis (11/4/2024). Pria 43 tahun berinisial RF itu meninggal sesaat setelah menyelamatkan anaknya yang tercebur ke laut. </span></p>
<p><span data-reader-unique-id="8">Anaknya diketahui terjatuh dari kapal saat ingin pergi berlibur ke Pulau Beras Basah Bontang. Saat menumpangi kapal penyeberangan, sang anak jatuh ke laut. </span></p>
<p><span data-reader-unique-id="11">RF berusaha menyelamatkan nyawa anaknya dibantu oleh warga. Namun malang, sang ayah kelelahan hingga akhirnya tenggelam.</span></p>
<p><span data-reader-unique-id="14">Saat ditolong posisi korban sudah tidak sadarkan diri. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk diselamatkan. </span></p>
<p><span data-reader-unique-id="17">Setelah dibawa nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Saat ini posisi jenazah langsung dibawa ke rumah duka di  Samarinda.</span></p>
<p><span data-reader-unique-id="23">Dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang Usman, para pemilik kapal harusnya bisa mempersiapkan jaket keselamatan. Kemudian tidak membiarkan penumpang ceburkan diri begitu saja. </span></p>
<p><span data-reader-unique-id="26">Karena setelah diperiksa ternyata korban memiliki sakit asma. Kemudian meninggal akibat kelelahan usai menyelamatkan sang anak.</span></p>
<p><span data-reader-unique-id="29">&#8220;Ini perlunya penegasan kepada pengusaha kapal pariwisata. Karena seandainya mereka memakai pelampung belum tentu terjadi korban seperti ini,&#8221; terangnya. <strong>(*)</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/hendak-ke-pulau-beras-basah-warga-samarinda-meninggal-usai-selamatkan-anak-yang-terjatuh-dari-kapal/">Hendak ke Pulau Beras Basah, Warga Samarinda Meninggal Usai Selamatkan Anak yang Terjatuh dari Kapal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Terpeleset, Bocah Laki-Laki di Guntung Tenggelam hingga Meninggal Dunia</title>
		<link>https://bontangpost.id/diduga-terpeleset-bocah-laki-laki-di-guntung-tenggelam-hingga-meninggal-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jelita Nur Khasanah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Mar 2024 04:51:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[anak tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah Tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=124452</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Bocah laki-laki berusia sekitar 3,5 tahun di Kelurahan Guntung meninggal dunia, Senin (11/3/2024). Lurah Guntung Denny Febrian membenarkan hal itu. Korban meninggal dunia diduga karena tenggelam di sungai dekat rumahnya. &#8220;Informasi yang saya terima seperti itu. Warga tinggal di wilayah RT 01,&#8221; katanya. Sementara salah seorang saksi Nasrullah menjelaskan, ia menemukan korban sudah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-terpeleset-bocah-laki-laki-di-guntung-tenggelam-hingga-meninggal-dunia/">Diduga Terpeleset, Bocah Laki-Laki di Guntung Tenggelam hingga Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Bocah laki-laki berusia sekitar 3,5 tahun di Kelurahan Guntung meninggal dunia, Senin (11/3/2024).</p>
<p>Lurah Guntung Denny Febrian membenarkan hal itu. Korban meninggal dunia diduga karena tenggelam di sungai dekat rumahnya.</p>
<p>&#8220;Informasi yang saya terima seperti itu. Warga tinggal di wilayah RT 01,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara salah seorang saksi Nasrullah menjelaskan, ia menemukan korban sudah terapung dalam keadaan telentang di sungai.</p>
<p>&#8220;Sempat dikira boneka. Tapi ternyata anak kecil,&#8221; jelas dia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: </strong><a href="https://bontangpost.id/ditemukan-mengapung-begini-kronologi-bocah-tenggelam-di-sungai-guntung/">Ditemukan Mengapung, Begini Kronologi Bocah Tenggelam di Sungai Guntung</a></p>
<p>Adapun korban diduga terpeleset dan tercebur ke sungai. Keadaan air saat itu setinggi pinggang orang dewasa.</p>
<p>&#8220;Kondisinya air mau surut sudah,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Saat ditemukan, sempat dilakukan pertolongan pertama. Namun bagian mulut dan hidung sudah mengeluarkan busa.</p>
<p>Adapun tidak ditemukan luka di bagian tubuh korban.</p>
<p>Korban kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.40.</p>
<p>&#8220;Rencananya akan dimakamkan sore ini di TPU Semayang,&#8221; pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/diduga-terpeleset-bocah-laki-laki-di-guntung-tenggelam-hingga-meninggal-dunia/">Diduga Terpeleset, Bocah Laki-Laki di Guntung Tenggelam hingga Meninggal Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sempat Melambaikan Tangan, Warga Loktuan yang Tenggelam di Perairan Selambai Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/sempat-melambaikan-tangan-warga-loktuan-yang-tenggelam-di-perairan-selambai-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yulianti Basri]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2021 06:39:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[perairan loktuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=89330</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Seorang pria berusia 60 tahun ditemukan tenggelam di perairan Selambai, Loktuan, Bontang Utara, Senin (9/8/2021) sekira pukul 12.30 Wita. Sempat berusaha bertahan, namun nyawanya tak dapat diselamatkan. Warga RT 01 Loktuan itu, diduga jatuh dari kapal berukuran sekitar 12 meter yang ditumpanginya bersama seorang nahkoda, untuk mengantar air ke kapal tanker, tak jauh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sempat-melambaikan-tangan-warga-loktuan-yang-tenggelam-di-perairan-selambai-meninggal/">Sempat Melambaikan Tangan, Warga Loktuan yang Tenggelam di Perairan Selambai Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Seorang pria berusia 60 tahun ditemukan tenggelam di perairan Selambai, Loktuan, Bontang Utara, Senin (9/8/2021) sekira pukul 12.30 Wita. Sempat berusaha bertahan, namun nyawanya tak dapat diselamatkan.</p>
<p>Warga RT 01 Loktuan itu, diduga jatuh dari kapal berukuran sekitar 12 meter yang ditumpanginya bersama seorang nahkoda, untuk mengantar air ke kapal tanker, tak jauh dari perairan Selambai. Hal itu, sudah menjadi rutinitas korban setiap harinya.</p>
<p>Saat kejadian, AM menggunakan jaket dan celana berwarna hitam. Dikatakan Bhabinkamtibas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri, korban saat itu duduk di belakang. Namun, nahkoda tak menyadari, saat pria paruh baya tersebut terjatuh.</p>
<p>&#8220;Sampai kapal sandar di Selambai, baru dia sadar dan mencari, pak AM tidak ada di atas kapal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bajuri baru mengetahui kejadian ini ketika salah seorang warga menelponnya, untuk meminta tolong. Dari pengakuan warga yang melihat, korban sempat melambaikan tangannya ke permukaan. Warga pun mengevakuasi korban menggunakan kapal.</p>
<p>AM tenggelam sekitar 700 meter dari area darat Selambai, Loktuan.</p>
<p>&#8220;Ada sekitar 8-10 menit baru bisa ditolong, karena persiapan cari kapal juga, jadi korban mencoba bertahan, sempat timbul tenggelam,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelahnya AM lalu dibawa ke rumah sakit oleh Bajuri dan warga. Belum lama tiba, nyawa AM tak dapat tertolong. &#8220;Sempat pakai alat bantu pernapasan, tapi sudah tidak bisa selamat, karena kehabisan tenaga sepertinya saat mencoba bertahan waktu tenggelam itu,&#8221; katanya.</p>
<p>Saat ini korban telah berada di rumah duka, dan segera dikebumikan. <strong>(*) </strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sempat-melambaikan-tangan-warga-loktuan-yang-tenggelam-di-perairan-selambai-meninggal/">Sempat Melambaikan Tangan, Warga Loktuan yang Tenggelam di Perairan Selambai Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2021 02:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan mahkota ii]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86152</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Tim Gabungan Rescue Basarnas Kaltim berhasil menemukan jasad Aan. Korban yang hilang terseret longsoran tanah di proyek IPA Kalhold di bawah Jembatan Mahkota II, Selasa (27/4/2021) pukul 08.10 Wita. &#8220;Korban Aan hilang saat longsor tanah ketika memancing di bawah jembatan Mahkota II. Ditemukan sejauh kurang lebih 1 kilometerdalam kondisi meninggal dunia oleh unsur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/">Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Tim Gabungan Rescue Basarnas Kaltim berhasil menemukan jasad Aan. Korban yang hilang terseret longsoran tanah di proyek IPA Kalhold di bawah Jembatan Mahkota II, Selasa (27/4/2021) pukul 08.10 Wita.</p>
<p>&#8220;Korban Aan hilang saat longsor tanah ketika memancing di bawah jembatan Mahkota II. Ditemukan sejauh kurang lebih 1 kilometerdalam kondisi meninggal dunia oleh unsur SAR Gabungan,&#8221; kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Octavianus.</p>
<p>Octa menjelaskan saat ini sedang dilaksanakan proses evakuasi jasad korban dengan Rubber Boat Milik Basarnas. &#8220;Evakuasi untuk kemudian di bawa ke RS Abdul Wahab Sjahranie guna keperluan visum dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,&#8221; jelas Octa.</p>
<p>Sebelumnya, seorang pemuda 22 tahun itu hilang di Sungai Mahakam, dibawah jembatan Mahkota II, Minggu (25/4/2021) pukul 12.30 Wita.</p>
<p>Peristiwa bermula korban Aan dan rekannya, Galih, memancing di sekitar bawah Jembatan Mahkota II dekat area Perumdam. Nahas Galih dan Aan tertimpa tanah longsor. Keduanya pun melompat ke sungai karena tanah yang longsor hingga ke pinggir sungai.</p>
<p>Saat itu Galih dan korban larut hingga jarak kurang lebih 150 meter dari pinggir sungai. Galih sempat menyelamatkan diri, namun korban hilang di Sungai mahakam.</p>
<p>Selama pencarian jasad korban, unsur SAR yang terlibat yaitu dari Unit Siaga SAR Samarinda, Disdamkar Kota Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Polsek KP3 Samarinda dan Relawan Kota Samarinda, serta rekan korban. <strong>(myn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pemuda-yang-terseret-longsor-di-bawah-jembatan-mahkota-ii-ditemukan-meninggal/">Pemuda yang Terseret Longsor di Bawah Jembatan Mahkota II Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terseret Longsoran Tanah, Pemuda 22 Tahun Hilang di Sungai Mahakam</title>
		<link>https://bontangpost.id/terseret-longsoran-tanah-pemuda-22-tahun-hilang-di-sungai-mahakam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2021 03:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[korban tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[sungai mahakam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=86118</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Seorang pemuda 22 tahun atas nama Aan, diduga hilang di sungai Mahakam, di bawah jembatan Mahkota II, Minggu (25/4/2021) pukul 12.30 Wita. Peristiwa bermula saat korban Aan dan saksi Galih sedang memancing di sekitar Jembatan Mahkota II dekat area Perumdam. Namun nahas saksi Galih warga Palaran dan korban Aan warga Jalan Kopi tertimpa tanah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/terseret-longsoran-tanah-pemuda-22-tahun-hilang-di-sungai-mahakam/">Terseret Longsoran Tanah, Pemuda 22 Tahun Hilang di Sungai Mahakam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211; </strong>Seorang pemuda 22 tahun atas nama Aan, diduga hilang di sungai Mahakam, di bawah jembatan Mahkota II, Minggu (25/4/2021) pukul 12.30 Wita.</p>
<p>Peristiwa bermula saat korban Aan dan saksi Galih sedang memancing di sekitar Jembatan Mahkota II dekat area Perumdam. Namun nahas saksi Galih warga Palaran dan korban Aan warga Jalan Kopi tertimpa tanah longsor. Keduanya pun melompat ke sungai karena tanah yang longsor hingga ke pinggir sungai.</p>
<div id="ATS_pc_mid1">
<div id="ats-insert_ads-12-wrapper" class="insert_ads insert_ads-3 show_advertisement">
<div>Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianus menjelaskan Galih dan Aan larut hingga jarak kurang lebih 150 meter dari pinggir sungai.</div>
</div>
</div>
<p>&#8220;Saksi sempat menyelamatkan diri, namun korban hilang di Sungai Mahakam. Untuk kondisi tanah sendiri masih mengalami pergerakan,&#8221; jelas Okta.</p>
<p>Dikatakan Okta, Tim Rescue Unit Siaga SAR Samarinda kini mempersiapkan Alut SAR dan Peralatan SAR Air guna melaksanakan pencarian terhadap korban.</p>
<p>&#8220;Untuk unsur yang terlibat pencarian korban yaitu dari Unit Siaga SAR Samarinda, Disdamkar Kota Samarinda, BPBD Kota Samarinda, Polsek KP3 Samarinda dan Relawan Kota Samarinda serta rekan korban,&#8221; jelas Okta. <strong>(myn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/terseret-longsoran-tanah-pemuda-22-tahun-hilang-di-sungai-mahakam/">Terseret Longsoran Tanah, Pemuda 22 Tahun Hilang di Sungai Mahakam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
