<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lapsus Sumpah Pemuda Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/lapsus-sumpah-pemuda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/lapsus-sumpah-pemuda/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Oct 2018 16:14:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Lapsus Sumpah Pemuda Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/lapsus-sumpah-pemuda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gapai Mimpi dari Papan Panjat</title>
		<link>https://bontangpost.id/gapai-mimpi-dari-papan-panjat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 09:50:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Juskerina]]></category>
		<category><![CDATA[Lapsus Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=52770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Segudang prestasi ditorehkan. Mulai dari kejuaraan daerah hingga dunia. Mengukir prestasi demi kebahagian orangtua. MATANYA fokus menatap deretan point berwarna merah di papan panjat dinding. Tangannya berlumur bubuk putih magnesium. Bel berbunyi. Dengan sigap tubuh mungil itu menapaki papan setinggi 15 meter. Mengalahkan lawannya yang tertunduk lesu. Untuk kali kesekian, Juskerina naik podium. Kali ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gapai-mimpi-dari-papan-panjat/">Gapai Mimpi dari Papan Panjat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Segudang prestasi ditorehkan. Mulai dari kejuaraan daerah hingga dunia. Mengukir prestasi demi kebahagian orangtua.</p>
<p><strong>MATANYA </strong>fokus menatap deretan point berwarna merah di papan panjat dinding. Tangannya berlumur bubuk putih magnesium. Bel berbunyi. Dengan sigap tubuh mungil itu menapaki papan setinggi 15 meter. Mengalahkan lawannya yang tertunduk lesu.</p>
<p>Untuk kali kesekian, Juskerina naik podium. Kali ini medali perak kelas speed di Kejurnas KU XIII di Riau 2018.</p>
<p>Rutinitas Juskerina membantu ibunya berdagang di MAN 1 Bontang menjadi pembuka kariernya sebagai atlet berprestasi. Heriana, guru di sekolah itu, memiliki murid seorang pemanjat dinding. Lalu mengajak Juskerina bergabung.</p>
<p>Setelah jam pelajaran di SDN 010 Bontang Selatan rampung, anak kedua dari M Anas dan Sakka S ini terkenal rajin membantu ibunya.”Saya selalu bawa baju ganti untuk latihan. Bahkan hingga tertidur di kursi tempat ibu berjualan,” ucapnya.</p>
<p>Seminggu berlatih, Juskerina ikut kejuaraan provinsi (kejurprov) tingkat junior di Sangatta, Kutai Timur. Tak disangka, prestasi pun tergenggam. Dia mampu mempersembahkan medali perak di nomor tanding speed.</p>
<p>“Saya waktu itu harus melawan atlet yang pernah mengikuti kejuaraan Asia,” ungkapnya.</p>
<p>Juskerina mengaku saat itu ia masih belum memahami spesialis nomor pertandingannya. Speed, lead, atau bahkan boulder. Belakangan dia lebih moncer di speed.</p>
<p>Melaju ke kejuaraan nasional (kejurnas) di Jakarta pada tahun sama. Di ajang ini, Juskerina kembali meraih prestasi. Dua medali. Emas untuk speed dan perak di nomor lead.</p>
<p>“Saat itu perasaan saya bercampur aduk. Karena saat itu pertama kali jauh dari orangtua. Tetapi di sisi lain saya senang bisa tampil baik,” ucapnya.</p>
<p>Setahun berselang, perempuan kelahiran 4 Februari 1999 ini kembali meraih prestasi. Kali ini tiga. Dari kelas speed, lead, dan boulder. Juskerina pun semakin akrab dengan podium juara.</p>
<p>Pada 2013 Juskerina berlaga di kejuaraan Asia di Surabaya. Tak ada rasa minder harus bersaing dengan atlet luar negeri. Postur lawan yang lebih tinggi pun cuma sedikit membuatnya kaget. Berbekal semangat berlipat, dia mampu meraih emas. Melewati raihan atlet Tiongkok dan India.</p>
<p>“Setiap latihan saya melakukan yang terbaik. Harus buktikan ketika dipercaya mewakili Indonesia,” ungkapnya.</p>
<p><strong>EKONOMI SULIT</strong></p>
<p>Meraih peringkat ke-22 junior di kejuaraan dunia di Italia pada 2013, menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Namun pada tahun itu juga Juskerina mendapat guncangan.</p>
<p>Ekonomi keluarganya terpuruk. Sang ibu terpaksa merantau ke Papua. Membuatnya harus hidup jauh dari orangtua. Ayahnya sendiri sudah lama angkat kaki dari rumah. Tak lagi mengurusinya.</p>
<p>“Saya harus pindah rumah. Rumah yang di Berbas dijual karena ekonomi saat itu susah sekali,” tuturnya.</p>
<p>Walau mengantongi segudang prestasi, ibunya pesemistis Juskerina bisa mengangkat perekonomian keluarga. Alih-alih mendapat pundi rupiah dari gelar yang didapat, Juskerina dan ibunya harus merogoh kocek tambahan untuk membeli perlengkapan panjat dinding.</p>
<p>“Sepatu tiap tahun pasti alasnya sudah mulai terkikis. Padahal harganya tidak murah. Rp 2 juta. Sementara saya tidak mendapat materi yang setimpal dengan itu,” kata Juskerina.</p>
<p>Pada 2015, perekonomiannya mulai membaik. Di momen peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Juskerina menerima Rp 3,5 juta. Selama mengikuti TC PON 2016, perempuan yang akrab disapa Rima itu menerima Rp 2 juta setiap bulan. Selama dua tahun. Sebagian besar ditabung untuk kebutuhan kakaknya yang menimba ilmu di Universitas Mulawarman (Unmul). Juga biaya pengobatan ibunya.</p>
<p>Ia percaya bahwa rezekinya di dunia panjat dinding. Berkat prestasinya, dia mendapat penghargaan dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan salah satu pengusaha kuliner.</p>
<p>Uang yang didapat dari penghargaan tersebut lantas digunakan untuk mewujudkan mimpinya. Membelikan orangtuanya rumah.</p>
<p>“Soal beli rumah, itu juga dibantu Bang Andi Faiz, Pak Joni Muslim, dan Bunda (Neni Moerniaeni, <em>Red</em>). Kebetulan waktu syukuran rumah, Bunda juga datang ke rumah saya. Saya bersyukur dan percaya itu rezeki,” tutur warga Jalan Pontianak 6, Gunung Telihan, itu.</p>
<p>Sisa satu lagi mimpinya yang ingin diwujudkan. Memberangkatkan ibunya umrah. Ia berjanji akan berlatih keras untuk menggapainya.</p>
<p>Kini, Juskerina menatap kejuaraan terbuka di Makassar, 7-12 November untuk kelas senior. Dia harus mempersiapkan dana sendiri. Belum ada bantuan masuk. Dari Rp 8,2 juta yang dibutuhkan, baru terkumpul Rp 1,2 juta.</p>
<p>Dia rencana berangkat bersama Siti Fatimah, rekannya di nomor beregu. Peraih medali emas untuk Kaltim di PON 2016 Jawa Barat.</p>
<p>“Saya ingin menambah jam bertanding, karena kalau hanya mengikuti pertandingan yang diselenggarakan oleh pusat sangat kurang,” terangnya.</p>
<p>Dua pekan setelah kejuaraan tersebut, Juskerina harus terbang ke Solo. Ia akan mengikuti Kejurnas Senior. Sehari kemudian kembali ke Bontang untuk mengikuti Porprov yang akan dihelat di Kutim.</p>
<p>“Saya targetkan tampil yang terbaik. Perkara medali apa yang diraih itu saya serahkan kepada Allah,” ujar asisten pribadi wali kota itu.</p>
<p>Kepada para pemuda khususnya juniornya, Juskerina berpesan agar selalu menghormati seluruh rekan sejawat. Tak hanya itu, latihan juga wajib dijalani secara rutin. Mengingat kesuksesan itu pasti membutuhkan pengorbanan.</p>
<p>“Jadilah pemuda yang memiliki etika. Menghormati orang lain yang lebih tua dan tidak melupakan Tuhan dalam setiap langkah. Karena percuma hebat kalau tidak memiliki etika,” pungkasnya. <strong>(</strong><strong>ak</strong><strong>)</strong></p>
<p>Nama : Juskerina</p>
<p>TTL : Bontang,  4 Februari 1999</p>
<p>Alamat : Jalan Pontianak VI,  Gunung Telihan</p>
<p>Nama Orang Tua :</p>
<p>Ibu: Sakka S</p>
<p>Ayah: M Anas</p>
<p>Kakak : Imro Atun Sukriana</p>
<p>Pendidikan</p>
<p>SDN 010 Bontang Selatan  dan SDN 001 Bontang Utara</p>
<p>SMPN 4 Bontang Barat</p>
<p>SMAN 3 Bontang</p>
<p><strong>Prestasi Juskerina </strong></p>
<p><strong>2008</strong></p>
<p><strong>Kejurprov di </strong><strong>K</strong><strong>utim</strong></p>
<p>Juara 2 Speed Klasik</p>
<p><strong>Bupati Cup 2008 Kutim</strong></p>
<p>Juara 3 Boulder</p>
<p>Juara 3 Lead</p>
<p>Juara 2 Speed</p>
<p><strong>Kejurnas 2008 Jakarta</strong></p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 2 Speed</p>
<p><strong>2009</strong></p>
<p><strong>Kejurprov Samarind</strong><strong>a</strong><strong> 2009</strong></p>
<p>Juara 3 Lead</p>
<p>Juara3 Boulder</p>
<p>Juara 2 Speed</p>
<p><strong>Piala Bergilir Dispora Kota Samarinda 2009</strong></p>
<p>Juara 2 Lead</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p><strong>Kejurnas 2009 Jakarta </strong></p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 2 Lead</p>
<p><strong>2010</strong></p>
<p><strong>2010 Kejurprov Balikpapan</strong></p>
<p>Juara 1 Boulder</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p><strong>2011</strong></p>
<p><strong>Kejurprov Sangat</strong><strong>t</strong><strong>a 2011</strong></p>
<p>Juara 2 Lead</p>
<p>Juara 3 Boulder</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p><strong>2012</strong></p>
<p><strong>Kejurprov 2012 Bulungan</strong></p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p><strong>Wali</strong><strong> K</strong><strong>ota Cup 2012 Bontang</strong></p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 2 Lead</p>
<p>Kejurnas Bali 2012</p>
<p>Juara 3 Lead</p>
<p><strong>2013</strong></p>
<p><strong>Kejuaraan Asian Youth 2013 Surabaya</strong></p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p><strong>Kejurnas 2013 Lombok NTB</strong></p>
<p>Juara 1 Boulder</p>
<p>Juara 3 Lead</p>
<p><strong>Kejurprov Junior&amp;Senior Nunukan</strong></p>
<p>Juara 1 Speed Youth B</p>
<p>Juara 2 Lead Beregu Putri</p>
<p>Juara 1 Lead Youth B Putri</p>
<p>Juara 1 Boulder Youth B Putri</p>
<p>Juara 1 Blulder Campuran</p>
<p>Juara 3 Speed Campuran</p>
<p>Juara 3 Boulder Tim Putri</p>
<p>Juara 1 Speed Tim Putri</p>
<p><strong>Kejurnas Piala Menpora RI</strong></p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 1 Boulder</p>
<p><strong>2014</strong></p>
<p><strong>Porprov Samarinda </strong></p>
<p>Juara 3 Lead Campuran</p>
<p>Juara 3 Boulder Putri</p>
<p>Juara 3 Lead Tim Putri</p>
<p>Juara 3 Lead Putri</p>
<p><strong>Kejurprov 2014 Samarinda </strong></p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 1 Boulder</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p><strong>2015</strong></p>
<p><strong>Kejurprov Junior Samarinda</strong></p>
<p>Juara 2 Boulder</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p><strong>Kejurprov Tingkat Senior  Samarinda </strong></p>
<p>Juara 2 Lead Beregu Putri</p>
<p>Juara 2 Boulder Beregu Campuran</p>
<p>Juara 1 Boulder Putri</p>
<p>Juara 3 Boulder Beregu Putri</p>
<p>Juara 3 Speed Klasik Putri</p>
<p><strong>2017</strong></p>
<p><strong>Pra Porprov Kutim</strong></p>
<p>Juara 1 Lead Tim Putri</p>
<p>Juara 2 Boulder Tim Putri</p>
<p>Juara 2 Lead Campuran</p>
<p>Juara 1 Speed Klasik</p>
<p>Juara 1 Speed Record</p>
<p><strong>Kejuraan Panjat Tebing Kalsel </strong></p>
<p>Juara 1 Lead Umum Putri</p>
<p>Juara 1 Speed Track</p>
<p>Juara 1 Speed Klasik</p>
<p><strong>Kejuprov Junior</strong></p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 1 Boulder</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p><strong>Kejurnas Senior Yogyakarta </strong></p>
<p>Juara 1 Lead Tim Putri</p>
<p>Kejurprov 2018</p>
<p>Juara 1 Speed</p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 2 Boulder</p>
<p><strong>Kejurnas Riau</strong></p>
<p>Juara 1 Lead</p>
<p>Juara 3 Boulder</p>
<p>Juara 2 Comnined</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/gapai-mimpi-dari-papan-panjat/">Gapai Mimpi dari Papan Panjat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Kali Gagal Bintara, Malah Lulus Akpol</title>
		<link>https://bontangpost.id/dua-kali-gagal-bintara-malah-lulus-akpol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 09:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Bontang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Lapsus Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Yurizca Musiardhillah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=52773</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENJADI seorang polisi wanita (polwan) tak pernah diimpikan Yurizca Musiardhillah. Perempuan kelahiran Palembang 1991 ini merasa minder ketika mengikuti tes. Tak ada prestasi yang diraih saat sekolah. Dipikirannya, setelah lulus sekolah ingin kuliah. Tapi, niat itu dipinggirkan. Tidak ingin terus merepotkan orangtua dan berusaha mandiri, Yurizca ingin segera bekerja. Lulus dari SMA 1 Palembang pada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dua-kali-gagal-bintara-malah-lulus-akpol/">Dua Kali Gagal Bintara, Malah Lulus Akpol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENJADI</strong> seorang polisi wanita (polwan) tak pernah diimpikan Yurizca Musiardhillah. Perempuan kelahiran Palembang 1991 ini merasa minder ketika mengikuti tes. Tak ada prestasi yang diraih saat sekolah.</p>
<p>Dipikirannya, setelah lulus sekolah ingin kuliah. Tapi, niat itu dipinggirkan. Tidak ingin terus merepotkan orangtua dan berusaha mandiri, Yurizca ingin segera bekerja.</p>
<p>Lulus dari SMA 1 Palembang pada 2009, penghobi berenang itu mendaftar menjadi anggota polri melalui jalur bintara. Gagal. Coba lagi setahun berselang. Kali ini dengan persiapan yang lebih matang. Latihan fisik, akademik, bahkan psikologi, digiatkan. Gagal lagi.</p>
<p>Motivasi dari kakaknya yang juga polisi membuat semangatnya tak luntur. Tak lama berselang dia mengikuti seleksi lagi. Kali ini melalui jalur akademi polisi (Akpol).</p>
<p>“Saya merasa minder, karena calon peserta Akpol rata-rata bermobil. Sedangkan Bintara masih ada yang jalan atau hanya membawa motor,” ungkap bungsu dari 3 bersaudara ini.</p>
<p>Tak ingin berekspektasi tinggi, dia menjalani tes dengan lebih santai. Tanpa beban. Dan lulus. Ia dikirim mengikuti pendidikan di Semarang. Di sana tahapan seleksi dari awal kembali diulang. “Saya mulai serius menjalankan tahapan seleksi setelah di Akpol Semarang,” ujarnya.</p>
<p>Akhirnya, berdasarkan kuota Polda Palembang yang disediakan sebanyak 5 orang, 4 orang berhasil lulus. Salah satunya Yurizca. Hanya dia yang berasal dari sekolah non-unggulan.</p>
<p>“Makanya, dengan kelulusan saya di Akpol itu, saya mikirnya karena maksimalkan berlatih selama setahun. Karena saya ikut latihan fisik pagi dan sore, latihan akademik, juga latihan psikologi,” bebernya.</p>
<p>Menurutnya, tes psikologi bagi Polri berbeda dengan tes psikologi bagi pekerjaan lainnya. Oleh sebab itu, dirinya mengikuti les psikologi agar bisa lulus saat seleksi Polri. “Awalnya sih rasa penasaran yang tinggi kenapa saya enggak lulus seleksi Bintara. Padahal dua kali dicoba dua kali juga tak lulus. Akhirnya saat seleksi Akpol ini saya meyakinkan diri bahwa saya bisa lulus,” tegasnya.</p>
<p>Empat tahun mengikuti pendidikan Akpol, Yurizca tidak kembali ke Polda Sumatra Selatan. Melainkan di Polda Kaltim. Menyandang pangkat Ipda, dia ditempatkan di Polres Bontang pada 2014.</p>
<p>Yurizca ditempatkan di KSPK selama 3 bulan, kemudian dimutasi ke Sat Intelkam sejak 2015 hingga 2018. Per 10 Oktober 2018, Yurizca yang masih single dilantik menjadi Kapolsek Bontang Selatan. “Jabatan kapolsek ini merupakan promosi dari institusi, sebelumnya saya kanit, dikira bakal ke KBO dulu, ternyata dipercaya langsung menjadi Kapolsek,” kata dia.</p>
<p>Selama menjadi polisi pun, Yurizca merasa dirinya bisa mandiri dan tidak lagi bergantung pada orangtua. Selain itu, ia juga bisa mengenal masyarakat lebih luas, karena tugas polisi sebagai pengayom masyarakat.</p>
<p>Selama jadi polisi dirinya sulit mendapatkan jatah libur. Apalagi meminta libur di tanggal merah. Tetapi karena Yurizca belum berkeluarga, hal itu tak menjadi masalah besar baginya.</p>
<p>Kepada para generasi muda pun, Yurizca berpesan agar selalu menjaga akhlak, meningkatkan keimanan serta ketakwaan. Ia menyarankan di era milenial ini, para pemuda harus semangat menuntut ilmu.</p>
<p>Manfaatkan usia yang muda untuk menimba ilmu, karena dengan banyaknya ilmu yang dimiliki akan membantu pada masa depan.</p>
<p>“Semua hal-hal yang negatif, sebaiknya dijauhi. Para generasi muda juga harus bisa memilih teman agar tidak salah pergaulan dan terjerumus di kegiatan negatif,” pintanya.</p>
<p>Apalagi, lanjutnya, para generasi penerus saat ini tidak perlu berperang seperti para pahlawan terdahulu. “Kita ini hanya tinggal meneruskan perjuangan para pahlawan untuk menjaga NKRI, oleh karenanya generasi milenial harus bisa menjadi manusia yang bermanfaat untuk lainnya,” ungkapnya.</p>
<p>Terkait kepemudaan di Bontang, Yurizca berharap organisasi kepemudaan bisa merangkul anak-anak muda Bontang supaya berprestasi. Kepolisian siap jika diminta bekerja sama.</p>
<p>“Seperti banyaknya kasus anak <em>ngelem</em>, terkadang mereka merupakan anak <em>broken home</em>, ada juga yang orangtuanya cuek. Walau kami bukan siapa-siapa mereka, kami akan tetap membina semampunya. Sebab jika kami ikut tak peduli, sementara mereka sudah diacuhkan oleh keluarganya mau seperti apa. Ini semata-mata agar mereka menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya <strong>(mga)</strong></p>
<p>NAMA : YURIZCA MUSIARDHILLAH, SIK<br />
TTL : PALEMBANG, 20 JULI 1991<br />
NAMA ORTU/ PEKERJAAN :<br />
AYAH : SUWANDI, Bsc (pensiunan karyawan swasta PT. INDOFOOD palembang)<br />
IBU : (almh) Ir. SRI YUNAIDAH HANUM, MP (Dosen Pertanian Universitas Sriwijaya)</p>
<p>Riwayat pendidikan :<br />
&#8211; TK ISLAM AZ ZAHRAH Palembang<br />
&#8211; SD ISLAM AZ ZAHRAH Palembang<br />
&#8211; SMP N 17 Palembang<br />
&#8211; SMA N 1 Palembang<br />
&#8211; AKPOL 2013 Semarang<br />
&#8211; STIK-PTIK 2014 Semarang</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/dua-kali-gagal-bintara-malah-lulus-akpol/">Dua Kali Gagal Bintara, Malah Lulus Akpol</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jago Fisika, Kantongi Beasiswa Hingga S2</title>
		<link>https://bontangpost.id/jago-fisika-kantongi-beasiswa-hingga-s2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 09:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Lapsus Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[warga bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=52776</guid>

					<description><![CDATA[<p>TAK ada waktu bagi Faizal Husni Sahid untuk menjalani rutinitas yang tidak bermanfaat. Tak heran jika putra bungsu GM Umum Pupuk Kaltim, Nur Sahid, itu sejak kecil telah menelorkan berbagai prestasi. Yang menonjol adalah, prestasinya di bidang mata pelajaran fisika. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu sejak kecil memang gemar menghitung. Saat bersekolah di SD [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jago-fisika-kantongi-beasiswa-hingga-s2/">Jago Fisika, Kantongi Beasiswa Hingga S2</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TAK ada waktu bagi Faizal Husni Sahid untuk menjalani rutinitas yang tidak bermanfaat. Tak heran jika putra bungsu GM Umum Pupuk Kaltim, Nur Sahid, itu sejak kecil telah menelorkan berbagai prestasi. Yang menonjol adalah, prestasinya di bidang mata pelajaran fisika.</p>
<p>Anak bungsu dari tiga bersaudara itu sejak kecil memang gemar menghitung. Saat bersekolah di SD 2 YPK, Faizal menggemari pelajaran matematika dan teknik menghitung dengan sempoa. Pun saat berbagai ulangan harian, dia sering meraih nilai sempurna. “Hampir setiap ulangan matematika sering dapat nilai 100,” ujar Nur Sahid, orang tua Faizal yang bercerita kepada <em>Bontang Post</em>. Faizal sekarang tengah menempuh pendidikan di ITB Bandung jurusan Telekomunikasi.</p>
<p>Semasa SD, Faizal pernah mewakili Kaltim dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang matematika tingkat nasional. Dirinya juga pernah meraih juara pertama beregu dalam Olimpiade Olahraga dan Seni (O2SN) Catur Putra tingkat provinsi. “Bahkan saat SMP, Faizal pernah mendapat medali emas di OSN Fisika,” katanya.</p>
<p>Atas prestasinya di bangku SD, Faizal mendapatkan beasiswa di SMP Kharisma Bangsa, Tanggerang. Masa SMA juga dilanjutkan ke sekolah dengan nama yang sama.</p>
<p>Ketertarikan Faizal kepada fisika berawal dari rekannya di SMP yang lebih banyak tertarik matematika. Dia diarahkan untuk mengikuti olimpiade fisika. Usahanya belajar tekun berujung prestasi.</p>
<p>Medali perak Indonesia Science and Mathematics Olympiad Challenge (ISMOC) 2016 tingkat SMA diraih. Juara pertama Pekan Rakyat Fisika (PRF) Universitas Indonesia 2016 direngkuh.</p>
<p>Tak kalah membanggakan, putra asli Bontang itu dinyatakan lolos pembinaan tahap pertama International Physic Olympiad (IPHO) ke-47 di Swiss, 2015 lalu. Sayang, Faizal tidak berhasil dalam tahap kedua. Namun dia tak patah semangat. Faizal mencoba mengikuti pembinaan serupa untuk IPHO ke-48. Dan lolos pembinaan hingga tahap kedua.</p>
<p>Remaja kelahiran Bontang, 27 November 1998 itu juga pernah mengikuti ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2017 di Rusia. Setelah dari olimpiade itu, Faizal kembali didaulat mewakili Indonesia dalam ajang IPHO 2017 di Yogyakarta. Dalam olimpiade tersebut, Faizal berhasil menyumbangkan medali perak. Tak hanya itu, bersama keempat siswa dari tim Indonesia, dia juga menyabet medali emas dan perak di ajang yang sama. Ajang ini dinilai sangat bergengsi. Sebab, kelima wakil Indonesia ini harus bersaing dengan 600 peserta dari 86 negara lainnya.</p>
<p>Atas raihan itu, Faizal mendapatkan beasiswa melanjutkan studi S1 dan S2 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.</p>
<p>“Selama kuliah di ITB, Faizal mendapat beasiswa unggulan meliputi biaya pendidikan, biaya Hidup, dan biaya buku. Rencananya setelah lulus dari ITB, Faizal akan melanjutkan S2 di Amerika,” terang Sahid.</p>
<p>Prestas terbaru, mahasiswa semester 3 itu menyumbangkan medali perak Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi  (ONMIPA-PT) tingkat nasional 2018. Kejuaraan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan tersebut, digelar tanggal 4 &#8211; 7 Mei 2018 di Universitas Muhammadiyah Malang. <strong>(bbg)</strong></p>
<p>==Tentang Faizal==<br />
Nama lengkap : Faizal Husni Sahid (Izal)<br />
Tempat/Tgl lahir : Bontang, 27 November 1998.<br />
Alamat : Jl Bougenvil 11 PC6 PKT, Belimbing, Bontang Barat<br />
Hobi : Sepakbola, Renang dan Membaca<br />
Orang tua : Nur Sahid – Endah Sri Wahyuni<br />
Saudara Kandung :1) Mustafa Husni Sahid (Kakak)<br />
2) Irfanda Husni Sahid (Kakak)<br />
Riwayat Pendidikan:<br />
&#8211; SD 2 YPK di Bontang Lulus Tahun 2011.<br />
&#8211; SMP Kharisma Bangsa “School Of Global Education” Tanggerang<br />
Selatan, Program Beasiswa, Lulus Tahun 2014.<br />
&#8211; SMA Kharisma Bangsa “School Of Global Education” Tanggerang Selatan, Program Beasiswa, Lulus Tahun 2017.<br />
-Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Telekomunikasi (Semester 3)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jago-fisika-kantongi-beasiswa-hingga-s2/">Jago Fisika, Kantongi Beasiswa Hingga S2</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
