<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nyamuk wolbachia Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/nyamuk-wolbachia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/nyamuk-wolbachia/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Apr 2025 03:23:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Nyamuk wolbachia Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/nyamuk-wolbachia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Progres Wolbachia di Dua Kecamatan Menurun</title>
		<link>https://bontangpost.id/progres-wolbachia-di-dua-kecamatan-menurun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 03:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=137903</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan untuk progres penerapan Wolbachia untuk pengendalian kasus demam berdarah dengue (DBD) masih berjalan. Bahkan, Diskes sudah melakukan monitoring sebaran nyamuk untuk kelima kalinya pada beberapa bulan lalu. “Monitoring kelima ini sudah diambil sampel pada Oktober tahun lalu,” kata Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bontang Nur [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/progres-wolbachia-di-dua-kecamatan-menurun/">Progres Wolbachia di Dua Kecamatan Menurun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BONTANGPOST.ID, Bontang &#8211; </strong>Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang memastikan untuk progres penerapan Wolbachia untuk pengendalian kasus demam berdarah dengue (DBD) masih berjalan. Bahkan, Diskes sudah melakukan monitoring sebaran nyamuk untuk kelima kalinya pada beberapa bulan lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="4">“Monitoring kelima ini sudah diambil sampel pada Oktober tahun lalu,” kata Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bontang Nur Ilham.</p>
<p data-reader-unique-id="4">Hasilnya untuk Kecamatan Bontang Utara mengalami penurunan yakni populasi sebarannya menjadi 34 persen. Dari 36,3 persen pada monitoring sebelumnya. Bontang Barat juga mengalami penurunan dari populasi sebaran 75 persen di monitoring keempat menjadi 61 persen.</p>
<p data-reader-unique-id="8">“Jadi ketika ada populasi Wolbachia yang banyak dalam satu lokasi maka akan melindungi. Pengambilan ini tidak diambil seluruh tempat,” ucapnya.</p>
<p data-reader-unique-id="8">Menurutnya angka ini bersifat dinamis. Bisa saja dalam satu tempat terdapat populasi Wolbachia yang banyak tetapi di lokasi lain sedikit. Khusus untuk Bontang Barat terdapat 10 lokasi yang diambil sampel.</p>
<p data-reader-unique-id="9">“Barat memang yang tinggi. Karena Utara dan Selatan lebih awal pelaksanaannya. Utara ini diambil di tiga kelurahan yakni Guntung, Loktuan, dan Bontang Kuala,” tutur dia.</p>
<p data-reader-unique-id="9">Pemilihan lokasi ini karena pada saat monitoring awal itu tidak bagus hasilnya sehingga dilakukan tahapan serupa. Sementara untuk di Kecamatan Bontang Selatan populasi Wolbachia mencapai 43 persen. Naik satu persen dibandingkan monitoring sebelumnya.</p>
<p data-reader-unique-id="16">Berbeda untuk area perusahaan populasinya lebih tinggi. Kawasan Badak NGL misalnya saat ini sudah menyentuh di angka 80 persen. Sementara Pupuk Kaltim yakni 90 persen. Saat ini dua lokasi ini baru menyelesaikan untuk monitoring kedua atau ketiga. Mengingat proses pelepasan Wolbachia baru saja dilakukan di medio tahun lalu.</p>
<p data-reader-unique-id="17">Diskes saat ini masih menunggu hasil monitoring keenam di tiga kecamatan yang ada. Pengambilan sampel sudah dilakukan. Nantinya hasil ini akan dievaluasi oleh UGM dan Kemenkes terkait dengan pilot project Wolbachia ini. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/progres-wolbachia-di-dua-kecamatan-menurun/">Progres Wolbachia di Dua Kecamatan Menurun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3.031 Ember Wolbachia Bakal Disebar</title>
		<link>https://bontangpost.id/3-031-ember-wolbachia-bakal-disebar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 02:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=121425</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id – Dinas Kesehatan akan kembali melakukan penyebaran ember telur Wolbachia. Khususnya di Kecamatan Bontang Barat dan Selatan. Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Nur Ilham mengatakan terdapat 3.031 ember yang akan ditempatkan di dua kecamatan tersebut. “Rinciannya untuk Bontang Barat 1.226 ember dan Bontang Selatan 1.805 ember,” kata Ilham. Jumlah ember terbanyak menyasar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/3-031-ember-wolbachia-bakal-disebar/">3.031 Ember Wolbachia Bakal Disebar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id –</strong> Dinas Kesehatan akan kembali melakukan penyebaran ember telur Wolbachia. Khususnya di Kecamatan Bontang Barat dan Selatan. Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Nur Ilham mengatakan terdapat 3.031 ember yang akan ditempatkan di dua kecamatan tersebut.</p>
<p>“Rinciannya untuk Bontang Barat 1.226 ember dan Bontang Selatan 1.805 ember,” kata Ilham.</p>
<p>Jumlah ember terbanyak menyasar Kelurahan belimbing dengan 696. Kelurahan ini memiliki luas wilayah 959 hektare. Sebagian besar berupa area padat permukiman. Adapun ember tersedikit dari dua kecamatan itu ialah Berbas Pantai. Hanya 96 ember yang akan disebar.</p>
<p>Sementara untuk tanggal penyebaran masih belum dipastikan. Semula Diskes menjadwalkan pada 4 Desember. Namun kemungkinan akan diundur karena saat ini masih fokus pendataan hingga sosialisasi ke masyarakat. Pendataan yang dimaksud menyangkut pemilik hunian yang akan dititip ember.</p>
<p>“Tujuannya untuk mudah dalam melakukan pengawasan,” ucapnya.</p>
<p>Menyangkut skema sosialisasi juga diubah. Bila sebelumnya Diskes hanya menyasar kelurahan dengan undangan ketua RT. Kali ini jika ada permintaan warga yang membutuhkan penjelasan terkait Wolbachia, baik dari Diskes maupun Puskesmas langsung turun tangan.</p>
<p>“Skema diubah karena tingkat penyerapan pengetahuan warga itu tidak sama,” tutur dia.</p>
<p>Apalagi setelah menyeruak kabar penundaan penyebaran telur Wolbachia di Denpasar, Bontang juga terkena imbasnya. Sosialisasi ini gencar dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait Wolbachia ke masyarakat. Agar kondisi serupa tidak terjadi di Kota Taman.</p>
<p>Jumlah kader yang telah mengikuti pembekalan yakni Bontang Selatan 29 dan Bontang Barat 21. Mereka juga akan turun lapangan sehubungan pemberian edukasi langsung. Satu kader bertugas memantau 50-60 ember. Angka ini di luar area perusahaan.</p>
<p>Tiap jarak satu titik ke lainnya radius 75 meter. Mengingat radius terbang nyamuk maksimal ialah 100 meter. Sebelumnya di Bontang Utara terdapat 1.880 titik. Jumlah telur terbanyak yang disebar di Kelurahan Gunung Elai. Angkanya mencapai 378 ember. Dengan luasan wilayah yakni 502 hektare. Disusul Api-Api 375 ember. Paling sedikit Kelurahan Bontang Baru dengan 254 ember. Ia menjelaskan, Guntung memiliki kawasan yang luas yaitu 1.135 hektare. Tetapi jumlah ember yang disebar hanya 260 ember.</p>
<p>Diketahui, Bontang merupakan daerah kedua yang merilis pelaksanaan kegiatan nyamuk ber-wolbachia setelah Semarang. Kegiatan itu dilaksanakan awal September lalu. Kepala Diskes drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, efektivitas penurunan melalui nyamuk wolbachia telah diteliti sejak 2011 lalu di wilayah lain.</p>
<p>“Persentase penurunan saat uji coba di Yogyakarta sekitar 77 persen,” katanya.</p>
<p>Adapun dari hasil penelitian terbukti aman. Bahkan, lanjutnya, pada 2021 lalu World Health Organization (WHO) telah mengakui dan menganjurkan penggunaannya. “Efektivitas penurunannya juga telah dilakukan di 13 negara lain,” ujar dia.</p>
<p>Lebih lanjut, hal ini sekaligus membantah isu miring mengenai dampak pelepasan nyamuk wolbachia. Kata dia, dalam kurun 30 tahun ke depan, implikasi yang tidak diinginkan terhadap keselamatan manusia dan lingkungan pun sangat rendah.</p>
<p>“Bahkan bisa diabaikan. Hal itu berdasarkan hasil kajian risiko 2016 lalu,”imbuhnya.</p>
<p>Artinya, tidak ada rekayasa genetik dalam teknologi wolbachia. Penyebaran nyamuk yang dilakukan saat ini pun merupakan implementasi, bukan lagi uji coba.</p>
<p>“Uji coba sudah dilakukan. Saat ini penerapannya dilakukan di lima kota yakni Jakarta Barat, Bandung, Kupang, Semarang, dan Bontang,” terangnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, penyebaran nyamuk wolbachia sempat menimbulkan kontroversi di Bali. Tersebab beredarnya informasi mengenai dampak buruk untuk kesehatan manusia, meski tidak disebutkan secara spesifik dampak yang dimaksud. Selain itu, penundaan penyebaran nyamuk wolbachia karena ada pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi wolbachia. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/3-031-ember-wolbachia-bakal-disebar/">3.031 Ember Wolbachia Bakal Disebar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Dilakukan di Bontang, Penyebaran Nyamuk Wolbachia Tuai Kontroversi</title>
		<link>https://bontangpost.id/sudah-dilakukan-di-bontang-penyebaran-nyamuk-wolbachia-tuai-kontroversi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Nov 2023 02:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=121059</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Penyebaran nyamuk wolbachia sebagai upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bali ternyata menuai kontroversi dari kalangan masyarakat sendiri. Padahal, sudah disiapkan jutaan telur nyamuk wolbachia yang sebelumnya direncanakan disebar di Denpasar (13/11/2023) dan Buleleng (12/11/2023). Pada akhirnya, penyebaran wolbachia di kedua daerah di Bali yang akan menjadi area pilot project tersebut dikabarkan ditunda. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sudah-dilakukan-di-bontang-penyebaran-nyamuk-wolbachia-tuai-kontroversi/">Sudah Dilakukan di Bontang, Penyebaran Nyamuk Wolbachia Tuai Kontroversi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p2"><strong><span class="s2">bontangpost.id &#8211;</span></strong><span class="s1"> Penyebaran <a href="https://bontangpost.id/tag/nyamuk-wolbachia/">nyamuk wolbachia</a> sebagai upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bali ternyata menuai kontroversi dari kalangan masyarakat sendiri. Padahal, sudah disiapkan jutaan telur nyamuk wolbachia yang sebelumnya direncanakan disebar di Denpasar (13/11/2023) dan Buleleng (12/11/2023).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pada akhirnya, penyebaran wolbachia di kedua daerah di Bali yang akan menjadi area </span><span class="s3"><i>pilot project </i></span><span class="s1">tersebut dikabarkan ditunda.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi mengakui ada penundaan terhadap penyebaran jutaan nyamuk wolbachia di Bali. Ini karena ada pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi wolbachia.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Penundaan lebih kepada kurang optimalnya penyiapan masyarakat, sehingga ada pihak yang merasa belum mendapatkan informasi yang sebenarnya,&#8221; terang Nadia saat dikonfirmasi </span><span class="s4">Health Liputan6.com</span><span class="s1"> pada Rabu, 15 November 2023.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Penundaan penyebaran wolbachia yang mencuat, kata Nadia, bukan menyoal soal teknologi, melainkan soal informasi dan kesiapan terhadap masyarakat.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Memang ada sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat yang cinta Bali bersikeras menunda sebelum semua pihak mendapatkan informasi dan kesiapan yang memadai. Awalnya, bukan kepada persoalan teknologinya yang telah terbukti efektif dan aman,&#8221; lanjutnya.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Sebagaimana pemberitaan yang beredar, penyebaran telur nyamuk wolbachia di Denpasar, Bali ditunda. Di antaranya, dianggap membawa dampak buruk untuk kesehatan masyarakat nantinya &#8212; namun tidak disebutkan secara jelas dampak yang dimaksud.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, pihaknya sebenarnya belum ada langkah untuk melaksanakan penyebaran telur nyamuk wolbachia sebelum mendapatkan keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pemerintah Kota Denpasar sempat melaksanakan pertemuan terkait wolbachia dengan pihak Kementerian Kesehatan, tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak ketiga.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Memang harapan dari banyak masyarakat ditunda dulu penyebarannya, bukan kami,&#8221; kata Jaya Negara dalam keterangan pada Senin (13/11/2023).</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">Pemkot Denpasar akan melaksanakan penyebaran telur nyamuk ber-wolbachia apabila dalam prosesnya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.</span></p>
<p class="p2"><span class="s1">&#8220;Apabila Kementerian Kesehatan yang nanti melaksanakan dan tidak pihak ketiga, baru kami akan berani melakukan penyebaran itu,&#8221; sambung Jaya Negara.</span></p>
<p>Sementata itu, di Kaltim, Bontang menjadi kota percontohan pelepasan nyamuk wolbachia.</p>
<p data-reader-unique-id="5">Terdapat 4.911 titik penyebaran bibit nyamuk wolbachia yang dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama akan dilakukan pada September.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Meliputi Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan.</p>
<p data-reader-unique-id="11">Kemudian, pelepasan nyamuk wolbachia tahap dua pada sembilan kelurahan akan dilakukan pada Desember 2023. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/sudah-dilakukan-di-bontang-penyebaran-nyamuk-wolbachia-tuai-kontroversi/">Sudah Dilakukan di Bontang, Penyebaran Nyamuk Wolbachia Tuai Kontroversi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lanjutan Pelepasan Telur Wolbachia untuk Lawan DBD, Bontang Barat dan Selatan Ditarget Januari</title>
		<link>https://bontangpost.id/lanjutan-pelepasan-telur-wolbachia-untuk-lawan-dbd-bontang-barat-dan-selatan-ditarget-januari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Oct 2023 05:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=120422</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Langkah pelepasan telur nyamuk ber-wolbachia telah dilakukan secara serentak di Kecamatan Bontang Utara. Dimulai 9 Oktober lalu. Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang Adi Permana mengatakan, pelepasan telur nyamuk untuk dua kecamatan lain akan dimulai Januari 2024. “Paling cepat itu Desember tetapi maksimalnya itu Januari untuk Bontang Selatan dan Barat,” kata Adi.  Menurut dia, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lanjutan-pelepasan-telur-wolbachia-untuk-lawan-dbd-bontang-barat-dan-selatan-ditarget-januari/">Lanjutan Pelepasan Telur Wolbachia untuk Lawan DBD, Bontang Barat dan Selatan Ditarget Januari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Langkah pelepasan telur nyamuk ber-wolbachia telah dilakukan secara serentak di Kecamatan Bontang Utara. Dimulai 9 Oktober lalu. Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang Adi Permana mengatakan, pelepasan telur nyamuk untuk dua kecamatan lain akan dimulai Januari 2024.</p>
<p>“Paling cepat itu Desember tetapi maksimalnya itu Januari untuk Bontang Selatan dan Barat,” kata Adi.  Menurut dia, saat ini kader di tiap kelurahan masih diberi pelatihan. Sekaligus melakukan persiapan. Kader nantinya harus turun ke lapangan terkait peta penempatan telur wolbachia. Artinya kader melakukan pendataan. “Nanti kader menanyakan di titik tersebut rumah mana yang akan ditempatkan embernya sekaligus mencatat nomor kontak dari pemilik rumah,” ucapnya.</p>
<p>Penempatan ember telur wolbachia itu harus mendapat persetujuan dari pemilik rumah. Sekaligus memastikan bahwa titik hunian tersebut ada penunggunya. Jangan sampai ember ditaruh di rumah kosong, sehingga mempermudah proses pengawasan terkait <em>project</em> ini.</p>
<div id="AA_res_mid1">
<div id="ats-insert_ads-2-wrapper" class="insert_ads insert_ads-1 show_advertisement unrendered">
<div>“Kader ini dari kelurahan di tiap titik itu ada dua atau tiga orang,” tutur dia. Dari hasil pendataan nantinya memastikan berapa total ember yang bakal ditaruh di dua kecamatan tersebut. Termasuk rinciannya per kelurahan. Tiap jarak satu titik ke lainnya radius 75 meter. Mengingat radius terbang nyamuk maksimal ialah 100 meter.</div>
</div>
</div>
<p>Sebelumnya di Bontang Utara terdapat 1.880 titik. Jumlah telur terbanyak yang disebar di Kelurahan Gunung Elai. Angkanya mencapai 378 ember. Dengan luasan wilayah yakni 502 hektare. Disusul Api-Api 375 ember. Paling sedikit Kelurahan Bontang Baru dengan 254 ember. Ia menjelaskan, Guntung memiliki kawasan yang luas yaitu 1.135 hektare. Tetapi jumlah ember yang disebar hanya 260 ember.</p>
<p>“Ini karena banyaknya area yang masih berstatus hijau,” pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, Bontang merupakan daerah kedua yang merilis pelaksanaan kegiatan nyamuk ber-wolbachia setelah Semarang. Kegiatan itu dilaksanakan awal September lalu.</p>
<p>Dirjen P2P Kemenkes RI, dr Maxi mengapresiasi karena wali kota Bontang dengan cepat menangkap tujuan dari melepas nyamuk wolbachia ini. Rencananya enam juta telur akan disebar dalam kurun dua pekan. “Kalau pak wali sudah tahu, ke bawahnya satu suara. Kita tahu bersama, DBD ini menjadi pembunuh, terutama usia anak-anak. Tiap tahun angka yang meninggal cukup banyak,” ujarnya.</p>
<div id="ats-insert_ads-10-wrapper" class="insert_ads insert_ads-9 show_advertisement unrendered">
<div>Anggaran Rp 10 miliar digelontorkan pemerintah pusat untuk <em>pilot project</em> di Bontang. Mencakup produksi telur, pengadaan ember, hingga penyuluhan. Tentunya nominal ini juga dikolaborasikan dengan APBD Bontang terkait sosialisasi terhadap kader jumantik sebesar Rp1 miliar.</div>
</div>
<p>Wolbachia ini dipandang cara yang efektif agar nyamuk DBD tidak lagi mengandung virus demam berdarah. Namun, ia meminta kepada warga untuk tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Melalui skema 3M yang telah dilakukan selama ini. <strong>(ak)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/lanjutan-pelepasan-telur-wolbachia-untuk-lawan-dbd-bontang-barat-dan-selatan-ditarget-januari/">Lanjutan Pelepasan Telur Wolbachia untuk Lawan DBD, Bontang Barat dan Selatan Ditarget Januari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekan Depan Jutaan Nyamuk Wolbachia Dilepas ke Permukiman Warga Bontang</title>
		<link>https://bontangpost.id/pekan-depan-jutaan-nyamuk-wolbachia-dilepas-ke-permukiman-warga-bontang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Sep 2023 02:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=118577</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Dinas Kesehatan Kota Bontang bakal melepaskan jutaan nyamuk wolbachia ke permukiman warga pada 5 September. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati melalui konferensi pers pra launching implementasi inovasi wolbachia di PSC Bontang pada Jumat (1/9/2023). Kata drg Toetoek, pada 5 September, pelepasan nyamuk dilakukan secara simbolis di Kelurahan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pekan-depan-jutaan-nyamuk-wolbachia-dilepas-ke-permukiman-warga-bontang/">Pekan Depan Jutaan Nyamuk Wolbachia Dilepas ke Permukiman Warga Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Dinas Kesehatan Kota Bontang bakal melepaskan jutaan nyamuk wolbachia ke permukiman warga pada 5 September.</p>
<p>Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati melalui konferensi pers pra launching implementasi inovasi wolbachia di PSC Bontang pada Jumat (1/9/2023).</p>
<p>Kata drg Toetoek, pada 5 September, pelepasan nyamuk dilakukan secara simbolis di Kelurahan Bontang Kuala.</p>
<p>Penyebaran bibit nyamuk wolbachia ke 4.911 titik permukiman warga se-Kota Bontang dibagi dalam dua tahap. Pada tahap pertama akan dilakukan pada September ini.</p>
<p>Meliputi Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan. Kemudian, pelepasan nyamuk wolbachia tahap dua pada sembilan kelurahan akan dilakukan pada Desember 2023.</p>
<p><strong>Baca juga; <a href="https://bontangpost.id/tekan-dbd-ribuan-nyamuk-wolbachia-bakal-dilepas-di-enam-kelurahan/">Tekan DBD, Ribuan Nyamuk Wolbachia Bakal Dilepas di Enam Kelurahan</a></strong></p>
<p>&#8220;Program penyebaran bibit nyamuk wolbachia ini akan terus berlangsung sampai Mei 2024,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, Bontang terpilih menjadi salah satu daerah di Kaltim yang menjadi pilot project nasional dengan alasan Bontang adalah daerah endemis dengan jumlah kasus tertinggi pada 2019 lalu dan terdapat kasus kematian setiap tahun karena DBD.</p>
<p>&#8220;Setiap dua pekan sekali Dinkes bakal mengganti 1,6 juta telur nyamuk wolbachia yang bibitnya kami letakkan di ember permukiman warga,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara itu, Epidemiolog Ahli Muda Timker Surveilens Diskes Adi Permana menambahkan bahwa keberhasilan program ini ditargetkan 80 persen. Dengan harapan mampu menekan kasus DBD.</p>
<p>&#8220;Jika nyamuk jantan wolbachia membuahi nyamuk betina maka akan menetaskan nyamuk wolbachia. Sementara kalau nyamuk betina wolbachia kawin dengan nyamuk jantan maka telur nyamuk betina tidak akan menetas. Dengan itu maka bisa menekan angka DBD di Bontang,&#8221; tutupnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pekan-depan-jutaan-nyamuk-wolbachia-dilepas-ke-permukiman-warga-bontang/">Pekan Depan Jutaan Nyamuk Wolbachia Dilepas ke Permukiman Warga Bontang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tekan DBD, Ribuan Nyamuk Wolbachia Bakal Dilepas di Enam Kelurahan</title>
		<link>https://bontangpost.id/tekan-dbd-ribuan-nyamuk-wolbachia-bakal-dilepas-di-enam-kelurahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Lutfi Rahmatunnisa']]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jun 2023 06:23:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[dbd]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk wolbachia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=115461</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pelepasan telur nyamuk wolbachia ke permukiman penduduk dijadwalkan Dinas Kesehatan Kota Bontang pada Agustus 2023. Kepala Diskes Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan hadirnya program tersebut untuk mengentas persoalan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang. Berdasarkan data Diskes, sejak Januari hingga Juni 2023 terdapat 179 orang yang terjangkit DBD. Satu di antaranya meninggal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tekan-dbd-ribuan-nyamuk-wolbachia-bakal-dilepas-di-enam-kelurahan/">Tekan DBD, Ribuan Nyamuk Wolbachia Bakal Dilepas di Enam Kelurahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pelepasan telur nyamuk wolbachia ke permukiman penduduk dijadwalkan Dinas Kesehatan Kota Bontang pada Agustus 2023.</p>
<p>Kepala Diskes Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan hadirnya program tersebut untuk mengentas persoalan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bontang. Berdasarkan data Diskes, sejak Januari hingga Juni 2023 terdapat 179 orang yang terjangkit DBD. Satu di antaranya meninggal dunia.</p>
<p>Adapun terbanyak tahun ini terjadi di Kelurahan Gunung Telihan dengan total 31 kasus, kemudian disusul Kelurahan Bontang Baru dengan 27 kasus, dan Kelurahan Loktuan sebanyak 17 kasus.</p>
<p>&#8220;Insyallah kami sudah siap. Sosialisasi di tingkat kelurahan pun sudah dilakukan. Sebelum pelepasan telur nyamuk wolbachia Juli kami akan adakan pelatihan untuk kader masyarakat dan koordinator lapangan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dijelaskannya, pada tahap pertama pelepasan telur nyamuk akan menyasar enam kelurahan. Yakni Kelurahan Bontang Baru, Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Api-Api, Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan. Kemudian, sembilan kelurahan lainnya akan dilakukan pelepasan nyamuk pada Desember mendatang.</p>
<p>Adapun, intervensi wolbachia di permukiman masyarakat dengan cara menitipkan ember berisi telur nyamuk wolbachia. Dari enam kelurahan tersebut total ada 3.792 ember dan 946 ribu telur wolbachia yang disebar. Dengan harapan telur nyamuk wolbachia menetas kemudian kawin dengan nyamuk jenis lain. Sehingga kembali menghasilkan nyamuk yang sama.</p>
<p>&#8220;Nyamuk wolbachia itu tidak mampu menyebarkan bakteri penyebab DBD. Makanya efektif sekali untuk mengentas persoalan itu. Pun, pelepasan nyamuk wolbachia hanya dilakukan selama enam bulan. Setelah itu kami ambil kembali,&#8221; bebernya.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan alasan Bontang terpilih menjadi pilot project mewakili Kalimantan Timur lantaran menjadi peringkat satu kasus terbanyak DBD nasional pada lima tahun silam.</p>
<p>&#8220;Selama ini penggunaan fogging pun tak maksimal. Karena hanya membunuh nyamuk dewasa sedangkan jentiknya tidak. Malahan membuat polusi,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Agar program ini berjalan maksimal, Maxi bakal mengirimkan tim dalam setiap bulan untuk mengevaluasi dan memantau langsung perkembangan di Bontang. Terlebih, ia sangat mengapresiasi lengkapnya peralatan medis di Bontang dan maksimalnya penanganan DBD.</p>
<p>&#8220;Dalam Hal ini, ternyata Bontang lebih maju dari Semarang. Saya salut juga penanganan DBD sangat maksimal sekali. Semoga ini berjalan maksimal,&#8221; tandasnya. <strong>(*)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tekan-dbd-ribuan-nyamuk-wolbachia-bakal-dilepas-di-enam-kelurahan/">Tekan DBD, Ribuan Nyamuk Wolbachia Bakal Dilepas di Enam Kelurahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
