<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar induk sangatta Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pasar-induk-sangatta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-induk-sangatta/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Oct 2018 15:06:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pasar induk sangatta Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-induk-sangatta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PIS Diperluas, Bupati Peletakan Batu Pertama</title>
		<link>https://bontangpost.id/pis-diperluas-bupati-peletakan-batu-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Oct 2018 07:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pasar induk sangatta]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=51870</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMKAB Kutim tengah melakukan perluasan Pasar Induk Sangatta (PIS) di Jalan Ilham Maulana, Kelurahan Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara. Hari ini (18/10) Bupati Kutim, Ismunandar bersama Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang melakukan peletakan batu pertama. Perluasan pasar ini langsung mendapatkan dukungan pedagang. Khususnya  mereka yang tak mendapatkan lapak untuk mencari pencaharian. Bu Imun salah satunya. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pis-diperluas-bupati-peletakan-batu-pertama/">PIS Diperluas, Bupati Peletakan Batu Pertama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PEMKAB Kutim tengah melakukan perluasan Pasar Induk Sangatta (PIS) di Jalan Ilham Maulana, Kelurahan Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara. Hari ini (18/10) Bupati Kutim, Ismunandar bersama Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang melakukan peletakan batu pertama.</p>
<p>Perluasan pasar ini langsung mendapatkan dukungan pedagang. Khususnya  mereka yang tak mendapatkan lapak untuk mencari pencaharian.</p>
<p>Bu Imun salah satunya. Warga Teluk Lingga ini berharap perluasan pasar dapat bermanfaat bagi pedagang termasuk dirinya. Pasalnya, ia tak mendapatkan jatah lapak di pasar tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami mau juga dimasukkan dalam pasar induk. Sekarang saya hanya jualan keliling saja,&#8221; kata penjual bakso tersebut.</p>
<p>Pak To, suaminya pun hanya berkeliling kampung untuk menjual dagangannya. Besar harapan, pemerintah dapat merangkul semua pedagang agar satu lokasi di pasar induk.</p>
<p>&#8220;Suami saya bisa enak kalau jualan. Saya berharap, ada imbauan atau seperti apa agar semua pedagang bisa jualan di pasar induk. Disediakan tempat yang layak,&#8221; katanya.</p>
<p>Senada, Warno, Pedagang Putu ikut berharap rangkulan Pemkab Kutim. Warno yang kesehariannya keliling antara Sangatta Lama ke Sangatta Baru itu bermimpi mendapatkan tempat di pasar induk yang laik. Sehingga, dirinya tak lagi menyita waktu dan kelelahan keliling kota dengan berjalan kaki.</p>
<p>&#8220;Saya mau jualan di sana (PIS) tidak enak. Kecuali ada tawaran. Katanya diperluas. Mudahan saja ada penerimaan  pedagang,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sebelumnya,, Bupati  Ismunandar meletakkan batu pertama perluasan Pasar Induk, Kamis (18/10) kemarin.</p>
<p>Dengan adanya pengembangan pasar, maka akan menambah jumlah lapak dan pedagang. Harapannya, dapat menampung semua pedagang di luar PIS.</p>
<p>&#8220;Jadi harapannya, semua fokus di pasar. Pedagang semua di pasar jualan. Tak ada lagi di luar,&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Dalam perkembangan kota Sangatta pada saat awal hitungan kapasitas bangunan pasar (Pasar Induk lama) ini sudah cukup. Tetapi minat masyarakat terus meningkat. Untuk itu perlu adanya penambahan fasilitas bangunan, dengan harapan masyarakat berbelanja jadi nyaman,&#8221; ucap Ismu sapaan akrab bupati ini.</p>
<p>Untuk diketahui, tahun 2018 ini ada 4 pasar yang sedang dibangun. Yakni, Kaliorang, Sangkima, Telen, dan Larangan Dalam. Sebelumnya, terdapat pasar Rantau Pulung, Muara Bengkal, dan Kongbeng. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pis-diperluas-bupati-peletakan-batu-pertama/">PIS Diperluas, Bupati Peletakan Batu Pertama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jarak Akses Putaran Akhirnya Dipangkas 400 Meter</title>
		<link>https://bontangpost.id/jarak-akses-putaran-akhirnya-dipangkas-400-meter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Apr 2018 23:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[akses jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pasar induk sangatta]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=35943</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA – Keinginan para pedagang di Pasar Induk Sangatta (PIS) agar jarak akses putaran di kawasan Jalan AW Syahrani diperpendek akhirnya terwujud. Perubahan lokasi akses putaran itu mulai dikerjakan pada Kamis (5/4) kemarin. Sebenarnya para pedagang meminta akses putaran di Jalan AW Syahrani tepat berada di depan Jalan Ilham Maulana (jalan menuju pasar). Pasalnya, akses [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jarak-akses-putaran-akhirnya-dipangkas-400-meter/">Jarak Akses Putaran Akhirnya Dipangkas 400 Meter</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA – Keinginan para pedagang di Pasar Induk Sangatta (PIS) agar jarak akses putaran di kawasan Jalan AW Syahrani diperpendek akhirnya terwujud. Perubahan lokasi akses putaran itu mulai dikerjakan pada Kamis (5/4) kemarin.</p>
<p>Sebenarnya para pedagang meminta akses putaran di Jalan AW Syahrani tepat berada di depan Jalan Ilham Maulana (jalan menuju pasar). Pasalnya, akses tersebut diperlukan untuk mempermudah warga dan pedagang yang hendak berbelanja di pasar milik pemerintah tersebut. Namun berdasarkan hasil kajian Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, tidak memungkinkan untuk membuat akses putaran di titik tersebut.</p>
<p>“Jadi kami buat akses putaran lebih ke arah depan, karena tidak memungkinkan jika di situ (tepat di depan Jalan Ilham Maulanan),” katanya.</p>
<p>Pembuatan akses putaran yang baru ini memangkas jarak antar putaran hingga 400 meter. Pemangkasan tersebut dirasa sudah cukup untuk kenyamanan pengendara sekaligus untuk keamanan arus lalu lintas.</p>
<p>“Sebelumnya jarak yang ditempuh untuk putaran jika dari arah ke luar Jalan Ilham Maulana itu sekitar 750 meter, sekarang menjadi 350 meter,” kata Sahar, perwakilan tim kajian dari Dishub Kutim, kemarin.</p>
<p>Proses pembuatan akses putaran itu diperkirakan memakan waktu sekira 5 hari. Namun hal tersebut tergantung pada kondisi cuaca.</p>
<p>“Kalau tidak hujan, kemungkinan Senin depan sudah selesai. Kalau hujan ya kami belum bisa pastikan. Juga perlu kami informasikan lokasi akses putaran ini tidak final, suatu hari bisa dipindah, disesuaikan dengan kebutuhan,” akunya.</p>
<p>Seperti diketahui,  tuntutan pada pedangan meminta akses putaran sudah lama disuarakan.</p>
<p>&#8220;Alasannya masih dikaji. Tapi anehnya, di Jalan Yos Sudarso III, sudah dibuatkan putaran. Padahal, kami duluan yang minta dibuatkan akses putaran di depan jalan masuk pasar. Ini jelas tidak adil,&#8221; ucap Ayub salah seorang pedagang di PIS akhir tahun lalu.</p>
<p>Senada, Hadi (37) sopir angkot yang melayani penumpang menuju PIS, juga mendukung keinginan pedagang agar dibuatkan akses putaran di depan Jalan Ilham Maulana. Sebab, akses itu untuk memudahkan kendaraan keluar masuk menuju pasar. (hd)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/jarak-akses-putaran-akhirnya-dipangkas-400-meter/">Jarak Akses Putaran Akhirnya Dipangkas 400 Meter</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biar Tak Sepi, Sediakan Doorprize di Pasar Induk</title>
		<link>https://bontangpost.id/biar-tak-sepi-sediakan-doorprize-di-pasar-induk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 03:02:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[Doorprize]]></category>
		<category><![CDATA[pasar induk sangatta]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=35787</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara jadi perhatian Pemerintah. Bupati Kutim Ismunandar pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyediakan doorprize untuk menarik minat pengunjung. Bahkan mantan Sekretaris Kabupaten ini juga meminta dinas terkait untuk mengkaji skema akses jalan menuju pasar. Pasalnya jarak putar menuju pasar di jalan AW Syahranie [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/biar-tak-sepi-sediakan-doorprize-di-pasar-induk/">Biar Tak Sepi, Sediakan Doorprize di Pasar Induk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA &#8211; Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara jadi perhatian Pemerintah. Bupati Kutim Ismunandar pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyediakan doorprize untuk menarik minat pengunjung.</p>
<p>Bahkan mantan Sekretaris Kabupaten ini juga meminta dinas terkait untuk mengkaji skema akses jalan menuju pasar. Pasalnya jarak putar menuju pasar di jalan AW Syahranie cukup jauh, memungkinkan menjadi penyebab minat warga menuju ke pasar berkurang. Begitu juga area bermain untuk warga yang membawa anak, yakni mengajak para penyedia jasa mainan untuk beraktivitas di dalam pasar.</p>
<p>&#8220;Berikan satu kupon ke pembeli yang berbelanja minimal Rp 20.000, nanti tiap tiga bulan diundi, hadiahnya seperti kulkas atau motor,&#8221; pintanya.</p>
<p>&#8220;Minta putaran akses kepasar di depan Jalan Ilham Maulana, koordinasikan dengan Dinas terkait,&#8221; terangnya.</p>
<p>Hal ini diminta Bupati dalam rapat Coffe Morning, di Ruang Meranti, Kantor Bupati. Hadir pula Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten Irawansyah serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Kutim, Senin (2/4) lalu.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Disperindag M Edward Azran diwakili Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Pelayanan Pasombaran berjanji akan segera menindak lanjuti instruksi bupati tersebut ke tiap kepala UPT Pasar. Intinya Disperidag siap, mengingat tahun 2016 hal serupa pernah dilakukan. Sedangkan untuk akses jalan ke pasar akan segera dikoordinasi ke Dinas Perhubungan serta Polres dalam hal ini Satlantas.</p>
<p>&#8220;Kemarin, atas instruksi tersebut Kadis langsung adakan rapat internal, intinya kami siap melaksanakan. Kini tengah dilakukan komunikasi dengan kepala UPT pasar terkait penyempurnaan mekanisme pengundian hingga penggangaran,&#8221; ujar mantan Kepala UPT Pasar Induk ini di ruang kerjanya, Selasa (4/3) kemarin. (hd)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/biar-tak-sepi-sediakan-doorprize-di-pasar-induk/">Biar Tak Sepi, Sediakan Doorprize di Pasar Induk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pegawai UPT PIS Ogah Layani Tamu</title>
		<link>https://bontangpost.id/pegawai-upt-pis-ogah-layani-tamu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jan 2018 03:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pasar induk sangatta]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Sangatta Post]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=28229</guid>

					<description><![CDATA[<p>SANGATTA- Tingkah oknum pegawai UPT Pasar Induk Sangatta tampaknya tak laik dicontoh. Pasalnya, ia dikabarkan melakukan perbuatan yang tak sepantasnya kepada tamu. Pada saat itu, pria yang enggan dikorankan namanya tersebut mengisahkan dirinya menyambangi kantor UPT PIS hanya untuk meminta data perkembangan harga pasar terbaru. Sialnya, pria tersebut tidak dilayani sedikitpun. Cukup lama ia menunggu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pegawai-upt-pis-ogah-layani-tamu/">Pegawai UPT PIS Ogah Layani Tamu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SANGATTA- Tingkah oknum pegawai UPT Pasar Induk Sangatta tampaknya tak laik dicontoh. Pasalnya, ia dikabarkan melakukan perbuatan yang tak sepantasnya kepada tamu.</p>
<p>Pada saat itu, pria yang enggan dikorankan namanya tersebut mengisahkan dirinya menyambangi kantor UPT PIS hanya untuk meminta data perkembangan harga pasar terbaru.</p>
<p>Sialnya, pria tersebut tidak dilayani sedikitpun. Cukup lama ia menunggu diruang tunggu, namun pegawai yang menangani masalah data harga pasar tersebut tak kunjung keluar.</p>
<p>&#8220;Saya sudah kasih tau petugas yang berada ruang tunggu, kalau ada yang mau ketemu sama dia (H). Petugas itu sudah sampaikan. Tetapi sampai lama sekali saya tunggu tidak keluar  juga orangnya,&#8221; ujar pria tersebut.</p>
<p>Tidak diketahui pasti alasan penolakan bertemu dengan tamunya tersebut. Petugas jaga menuturkan jika rekan kerjanya tersebut enggan  bertemu siapapun jika tidak diketahui identitasnya.</p>
<p>&#8220;Sudah saya sampaikan sama dia. Tetapi katanya enggak mau ketemu. Alasannya enggak tau siapa yang mau ketemu sama dia,&#8221; tetang wanita yang jaga tersebut.</p>
<p>Merasa aneh, dirinya langsung memasuki ruangan dimana orang yang dicarinya tersebut berkantor. Ternyata, pelaku hanya duduk santai beserta teman teman lainnya.</p>
<p>&#8220;Saya tanya, kok ada yang mau ketemu enggak mau keluar. Dia bilang karena aku enggak tau siapa yang mau ketemu,&#8221; kata pria itu mengulang perkataan petugas data tersebut.</p>
<p>Disinggung masalah perkembangan harga pangan terbaru 2018, dirinya malah mengaku malas untuk melakukan pendataan.</p>
<p>&#8220;Belum ada turun turun ke lapangan. Waktu 2017 lalu aja terakhir. Lagian,  mana ada yang naik juga (harga pasar).  Malas juga aku mendata,&#8221; kata wanita berinisial H tersebut.</p>
<p>Media ini langsung mengklarifikasi hal tersebut. Benar saja, dari informasi yang beredar, petugas data jarang melakukan pembaharuan harga pasar. Padahal idealnya, harus dilakukan setiap minggu. Jikapun ada, hanya asal untuk memenuhi kewajiban.</p>
<p>&#8220;Malas juga aku mendata. Nantilah (kalau ke lapangan),&#8221; kata wanita tersebut. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pegawai-upt-pis-ogah-layani-tamu/">Pegawai UPT PIS Ogah Layani Tamu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PIS Masih Ngutang Rp 265 Juta</title>
		<link>https://bontangpost.id/pis-masih-ngutang-rp-265-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M Zulfikar Akbar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Mar 2017 04:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Breaking News]]></category>
		<category><![CDATA[pasar induk sangatta]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=8366</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemutusan Paksa Kembali Mengincar SANGATTA – Meskipun sudah tidak memiliki beban kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), akan tetapi Pasar Induk Sangatta (PIS) masih terbelit segudang utang kepada pihak  ketiga. Data sementara, utang keseluruhan PIS sebesar Rp 265 juta. Masing-masing, Rp195 juta kepada PDAM dan Rp70 juta ke PLN. “Kalau utang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pis-masih-ngutang-rp-265-juta/">PIS Masih Ngutang Rp 265 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Pemutusan Paksa Kembali Mengincar</h3>
<p><strong>SANGATTA –</strong> Meskipun sudah tidak memiliki beban kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), akan tetapi Pasar Induk Sangatta (PIS) masih terbelit segudang utang kepada pihak  ketiga. Data sementara, utang keseluruhan PIS sebesar Rp 265 juta. Masing-masing, Rp195 juta kepada PDAM dan Rp70 juta ke PLN.</p>
<p>“Kalau utang ke PLN secara langsung sudah tidak ada lagi. Karena sudah ada yang bayar. Kami tinggal bayar kepada yang menalangi duluan (pihak ketiga, red). Sedangkan PDAM, masih sebagian belum dibayar,” ujar Kepala UPTD PIS, Bohari, didampingi Kepala Tata Usaha, Maria Mahdalena Darma Wati.</p>
<p>Hanya saja, Bohari mengaku tidak mengetahui pasti besaran utang dan pihak ketiga yang dimaksud. Karena dirinya baru diamanahkan untuk memimpin PIS beberapa pekan lalu. Kepastianya, pihaknya akan melakukan komunikasi lanjutan kepada pejabat terdahulu.</p>
<p>Terpenting saat ini, pelibatan pihak ketiga terpaksa dilakukan untuk menghindari pemadaman listrik dan air. Jika tidak, pelayanan listrik dan air bagi PIS terancam diputus untuk kedua kalinya. “Karena kami baru, maka (data tersebut,red)  perlu verifikasi  dengan pejabat lama,” katanya.</p>
<p>Sembari menunggu, pihaknya mengaku sudah mengajukan permohonan anggaran pelunasan utang serta operasional kepada pemerintah. Tidak diketahui pasti pencairan dana tersebut. Besar kemungkinan dikabulkan pada  Anggaran Bantuan Tambahan (ABT).  “Masih dalam proses telaah. Tetapi permohonan sudah masuk. Kemungkinan bisa dicairkan diperubahan,” katanya.</p>
<p>Untuk mempertahankan agar listrik dan air tetap menyala dan mengalir, pihaknya juga menerapkan pungutan sukarela kepada semua pedagang. Meskipun hasilnya tidak maksimal. Karena banyak yang nggan berpartisipasi dalam membangun PIS.</p>
<p>“Sementara ini kami meneruskan melakukan budaya gotong royong kepada semua pedagang. Ini semua agar listrik dan air kita tetap hidup. Alhamdulillah, ada yang mau, ada juga yang enggan. Tetapi tidak masalah, yang jelas PIS tetap berjalan seperti yang diharapkan,” katanya. (dy)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pis-masih-ngutang-rp-265-juta/">PIS Masih Ngutang Rp 265 Juta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
