<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar unggas Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pasar-unggas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-unggas/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2020 00:30:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>pasar unggas Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pasar-unggas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasar Unggas, Diminta Dibangun Berjauhan</title>
		<link>https://bontangpost.id/pasar-unggas-diminta-dibangun-berjauhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fitri Wahyuningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 04:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar unggas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=79281</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pemkot Bontang berencana membangun pasar unggas. Tepatnya di lokasi pasar sementara Rawa Indah. Tapi rencana itu ternyata sedikit berseberangan dengan pendapat anggota DPRD Bontang, Nursalam. Hal itu diutarakan Nursalam dalam rapat yang mempertemukan anggota gabungan DPRD Bontang, Tim Kota dan Asosiasi Pasar Taman Rawa Indah di sekretariat DPRD Bontang, Senin (31/8). Agenda rapat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasar-unggas-diminta-dibangun-berjauhan/">Pasar Unggas, Diminta Dibangun Berjauhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pemkot Bontang berencana membangun pasar unggas. Tepatnya di lokasi pasar sementara Rawa Indah. Tapi rencana itu ternyata sedikit berseberangan dengan pendapat anggota DPRD Bontang, Nursalam.</p>
<p>Hal itu diutarakan Nursalam dalam rapat yang mempertemukan anggota gabungan DPRD Bontang, Tim Kota dan Asosiasi Pasar Taman Rawa Indah di sekretariat DPRD Bontang, Senin (31/8). Agenda rapat membahas evaluasi dua bulan Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) beroperasi. Nursalam menyampaikan 3 poin pendapat.</p>
<p>Pertama, tak ada yang memastikan pedagang yang menempati pasar unggas ialah orang lama. Alias pedagang yang sudah terdaftar di UPT Pasar. Dijelaskan, kehadiran pasar unggas akan membuat pasar itu disesaki pedagang baru. Alih-alih rapi, pasar justru terlihat kumuh. Bahkan semrawut. Dia meminta Tim Kota, yang membidangi hal ini, untuk banyak berkaca dari pengalaman di Pasar Seng, Tanjung Limau.</p>
<p>Kedua, keberadaan pasar unggas diproyeksi membuat sepanjang Jalan KS Tubun ikut semrawut. Dibebernya, tidak ada jaminan bila keberadaan pasar unggas bakal membuat jalan jadi lebih enak dipandang mata. Bisa jadi hal kebalikannya terjadi. Adapun pendapat kedua ini berkaitan dengan yang pertama. Penumpukan pedagang baru di pasar unggas bisa membuat mereka luber sampai ke dekat bahu jalan.</p>
<p>Awalnya Pemkot mau merapikan seluruh pedangang unggas yang ada di pinggir jalan. Ini justru membuat jalan makin dipenuhi pedagang baru.</p>
<p>&#8220;Siapa bisa jamin tidak ada yang memenuhi pinggir jalan (KS Tubun) . Sepanjang jalan akan ramai itu transaksi jual beli. Selesaikan dulu masalah yang ada saat ini, jangan buka masalah baru,” tegasnya.</p>
<p>Ketiga, bila memang pendirian pasar unggas sangat mendesak. Menurut Nursalam, posisi pasar unggas mestinya tak berdekatan dengan Pasar Tamrin. Sekalian berjauhan, agar tidak terkesan seperti pasar tandingan.</p>
<p>&#8220;Sekalian saja dibuat berjauhan. Jangan berdekatan seperti itu,&#8221; bebernya.</p>
<p>Pemkot Bontang memang berencana membangun pasar unggas di bekas area pasar sementara Rawa Indah. Langkah ini dinilai mempermudah pedagang. Agar mereka enak berjualan. Seluruh aktivitas pengolahan ayam potong, mulai pemotongan, pencabutan bulu, hingga penjualan bisa dilakukan di satu tempat. Tidak seperti sekarang. Terpisah. Pemotongan dan pencabutan ayam dilakukan di area pasar sementara. Namun penjualan ayam dilakukan di Pasar Tamrin. Agar kebersihan pasar terjaga.</p>
<p>Ini juga merupakan upaya pemerintah membersihkan Jalan KS Tubun. Jadi seluruh pedagang di bahu jalan dan yang berjualan di Pasar Tamrin akan disatukan di pasar unggas. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasar-unggas-diminta-dibangun-berjauhan/">Pasar Unggas, Diminta Dibangun Berjauhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasar Unggas Masih Wacana</title>
		<link>https://bontangpost.id/pasar-unggas-masih-wacana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Bontang Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2020 02:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar unggas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=79277</guid>

					<description><![CDATA[<p>bontangpost.id &#8211; Pendirian pasar unggas dipastikan belum final. Ketua Tim Kota Penanganan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Bontang Zulkifli mengatakan, itu masih dalam tataran konsep yang dicetuskan oleh Tim Kota. Berkenaan dengan polemik maraknya pedagang yang berjualan di atas trotoar Jalan KS Tubun. “Ini masih sebatas pemikiran. Belum juga dikonsultasikan ke kepala daerah,” kata Zulkifli. Justru, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasar-unggas-masih-wacana/">Pasar Unggas Masih Wacana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bontangpost.id &#8211;</strong> Pendirian pasar unggas dipastikan belum final. Ketua Tim Kota Penanganan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) Bontang Zulkifli mengatakan, itu masih dalam tataran konsep yang dicetuskan oleh Tim Kota. Berkenaan dengan polemik maraknya pedagang yang berjualan di atas trotoar Jalan KS Tubun.</p>
<p>“Ini masih sebatas pemikiran. Belum juga dikonsultasikan ke kepala daerah,” kata Zulkifli.</p>
<p>Justru, saat ini Tim Kota sepakat dengan apa yang ditawarkan oleh asosiasi pedagang. Bentuknya yakni memasukkan seluruh pedagang ayam dan ikan yang berada di atas trotoar Jalan KS Tubun ke bangunan Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Nantinya pedagang yang tidak mempunyai hak pakai lapak itu menempati tempat milik pengepul. “Itu menurut saya segera bisa dilakukan,” ucapnya.</p>
<p>Meskipun terdapat persyaratan yang wajib dipenuhi pedagang yang sebelumnya berjualan di luar bangunan pasar. Berupa pedagang harus mengambil pasokan dari pengepul tersebut. “Terkait ini harus bisa dipastikan. Apakah mereka mau atau tidak?” tutur dia.</p>
<p>Namun jika terjadi kebuntuan mengenai persyaratan tersebut. Solusi terkahir ialah pendirian Pasar Unggas. Lokasinya berada di lahan pasar sementara Rawa Indah.</p>
<p>Prosesnya pun terbilang panjang. Mulai dari perencanaan, penentuan lokasi, hingga dokumen lingkungan. Jika terealisasi maka pedagang ayam yang berada di bangunan pasar wajib boyongan ke lokasi tersebut. Bergabung dengan pedagang klasifikasi serupa yang tidak memiliki lapak.</p>
<p>“Artinya ini kan pemerintah harus hadir dan memberikan solusi. Karena pedagang di bawah (luar pasar) ini mengeluhkan tidak mempunyai lapak di pasar,” sebutnya.</p>
<p>Berdasarkan hasil kajian rumah pemotongan unggas (RPU) lokasi itu telah tepat. Mengingat lahan belakang masih luas dan dapat ditempati sebagai kandang. Sementara bagian depan digunakan untuk lapak. Tentunya membutuhkan renovasi.</p>
<p>“Pasti akan dibuat lebih higienis. Tetapi ini jangka panjangnya. Artinya jarak antara tempat penampungan, pemotongan, dan lapak dalam satu wilayah,” pungkasnya. (*/ak/rdh/kpg)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/pasar-unggas-masih-wacana/">Pasar Unggas Masih Wacana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
