<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pelabuhan Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<atom:link href="https://bontangpost.id/tag/pelabuhan-bontang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bontangpost.id/tag/pelabuhan-bontang/</link>
	<description>Mencerdaskan dan Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jul 2018 15:33:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://bontangpost.id/wp-content/uploads/2018/04/bp-cropped-favicon-bpost1-2-32x32.png</url>
	<title>Pelabuhan Bontang Arsip - Bontang Post</title>
	<link>https://bontangpost.id/tag/pelabuhan-bontang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Arus Balik Kloter Terakhir, Padat Penumpang, Dermaga Penuh Sesak </title>
		<link>https://bontangpost.id/arus-balik-kloter-terakhir-padat-penumpang-dermaga-penuh-sesak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jul 2018 03:50:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[arus balik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=43178</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Lonjakan penumpang kembali mewarnai moda transportasi laut KM Binaiya tujuan Awerange, Selasa (3/7) dini hari. Berdasarkan data dari PT Pelni, total penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Loktuan mencapai 1.771 jiwa. Baik itu menuju Awerange, Labuan Bajo, maupun Bima. Jumlah tersebut tentunya melebihi kapasitas penumpang yakni 999 orang. Namun terdapat kebijakan dari Kementerian Perhubungan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/arus-balik-kloter-terakhir-padat-penumpang-dermaga-penuh-sesak/">Arus Balik Kloter Terakhir, Padat Penumpang, Dermaga Penuh Sesak </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Lonjakan penumpang kembali mewarnai moda transportasi laut KM Binaiya tujuan Awerange, Selasa (3/7) dini hari. Berdasarkan data dari PT Pelni, total penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Loktuan mencapai 1.771 jiwa. Baik itu menuju Awerange, Labuan Bajo, maupun Bima.</p>
<p>Jumlah tersebut tentunya melebihi kapasitas penumpang yakni 999 orang. Namun terdapat kebijakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ada dispensasi terkait arus Lebaran sebanyak 71 persen. Artinya 1.641 penumpang yang diakomodir dalam pelayaran ini. Namun kebijakan diambil oleh PT Pelni dan awak kapal sehubungan 130 penumpang yang di luar kebijakan tersebut.</p>
<p>Nahkoda <em>KM Binaiya Kapten Ali</em> Bathin menyebut pelayaran kali ini merupakan arus balik kloter terakhir. Pasalnya, sebelumnya KM Binaiya tidak melayani rute Labuan Bajo dan Bima. Namun setelah menuju Awerange, kapal bertolak ke Makassar, dan kembali ke Awerange lagi.</p>
<p>“Kemarin tidak memuat penumpang ke Labuan Bajo dan Bima, mereka pasti menunggu karena ini satu-satunya kapal yang menuju ke sana dari Bontang,” kata Ali.</p>
<p>Tingginya jumlah penumpang membuat sirkulasi penumpang turun dan naik pun tersendat. Alhasil dermaga penuh sesak. Kebanyakan penumpang yang turun masih menunggu para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) mengangkut barang bawaannya.</p>
<p>Berbagai skema pun diterapkan oleh petugas di lapangan. Di antaranya, seluruh penumpang dari Awerange diminta turun terlebih dahulu hingga habis. Setelah itu penumpang naik diarahkan menuju tangga depan, tengah, dan belakang. “Untuk tangga darurat tetap kami prioritaskan bagi penumpang turun maupun pengantar yang ikut naik dek kapal,” imbuhnya.</p>
<p>Sebelumnya, KM Binaiya melakukan perjalanan dari Pelabuhan  Awerange, Minggu (1/7) lalu pukul 23.00 Wita. Dengan membawa penumpang sejumlah 1.577 orang. Namun kapal mengalami keterlambatan kedatangan lantaran gelombang besar. Alhasil KM Binaiya sandar pada Selasa (3/7) pukul 02.40 Wita.</p>
<p>“Terlambat karena arus gelombang sehingga berpengaruh ke kecepatan kapal. Biasanya hanya 24 jam saja durasi perjalanannya,” ujar Ali.</p>
<p>Sementara, perwakilan PT Pelni, Ujang mengatakan, dijadwalkan kapal akan tiba di Pelabuhan Awerange, Rabu (4/7) pukul 03.00 Wita. Dengan total penumpang turun sebanyak 536 orang.</p>
<p>Terkait tingginya jumlah penumpang, ia meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan penertiban TKBM. Pasalnya ada beberapa gerobak milik TKBM yang dibiarkan menghalangi tangga naik penumpang.</p>
<p>“Menurut saya TKBM perlu diarahkan terlebih dahulu supaya ketertiban sirkulasi penumpang. Terutama saat jumlah penumpang banyak seperti saat ini,” ucap Ujang.</p>
<p>Menanggapi tersebut, Kepala Dishub Sukardi siap akan melaksanakan usulan dari PT Pelni. Sukardi pun menilai sempitnya lebar dermaga bilamana tidak ada pengaturan TKBM bisa menyebabkan situasi penuh sesak. “Apalagi kalau kapal sudah membunyikan sulingnya (klakson, <em>Red.</em>) pasti penumpang buru-buru dengan cara berlarian. Dalam waktu dekat akan kami beri pengarahan,” tukas Sukardi. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/arus-balik-kloter-terakhir-padat-penumpang-dermaga-penuh-sesak/">Arus Balik Kloter Terakhir, Padat Penumpang, Dermaga Penuh Sesak </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Besok Puncak Arus Balik Jalur Laut </title>
		<link>https://bontangpost.id/besok-puncak-arus-balik-jalur-laut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2018 03:52:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[arus balik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=42281</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Libur Idulfitri sebentar lagi akan berakhir. Otomatis para pemudik akan kembali ke Kota Bontang untuk memulai aktivitas pekerjaannya. Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang menyatakan puncak arus balik jalur transportasi laut akan terjadi pada Kamis (21/6) besok. Kepala Dishub Bontang Sukardi mengatakan, besok Pelabuhan Loktuan akan kedatangan dua kapal yakni KM Binaiya dan KM Pantokrator. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besok-puncak-arus-balik-jalur-laut/">Besok Puncak Arus Balik Jalur Laut </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Libur Idulfitri sebentar lagi akan berakhir. Otomatis para pemudik akan kembali ke Kota Bontang untuk memulai aktivitas pekerjaannya. Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang menyatakan puncak arus balik jalur transportasi laut akan terjadi pada Kamis (21/6) besok.</p>
<p>Kepala Dishub Bontang Sukardi mengatakan, besok Pelabuhan Loktuan akan kedatangan dua kapal yakni KM Binaiya dan KM Pantokrator. KM Binaiya diprediksi bakal berlabuh dari Awerange menuju Bontang pukul 10.00 Wita. “Puncak arus balik tanggal 21 Juni. Paling lambat KM Binaiya tiba di pelabuhan Loktuan pukul 12.00 Wita,” tutur Sukardi.</p>
<p>Saat ini Dishub belum mendapat informasi jumlah tiket yang terjual. Dikarenakan penjualan tiket langsung ditangani oleh Pelni Makassar. Namun, ia memprediksi jumlahnya bakal membeludak. “Untuk prediksi penumpang saya belum mendapat informasi, tetapi diperkirakan penuh,” ujarnya.</p>
<p>Tak hanya itu, Dishub juga mendapat informasi dari Pelni bahwa KM Pantokrator bakal perdana berlabuh di Kota Taman. Kapal ini mengangkut penumpang dari pelabuhan Pare-Pare. Informasi waktu datangnya kapal berdasarkan surat yang diterima Dishub sekitar pukul 12.00 Wita.</p>
<p>Adapun kapasitas penumpang dari kapal yang biasa beroperasi dari pelabuhan Samarinda ke Pare-Pare ini mampu menampung 2.000 orang.</p>
<p>Mengatasi penumpukan penumpang di dermaga, Dishub akan menyiagakan 34 petugas gabungan yang akan disebar di beberapa titik. Mulai dari dermaga, pintu keluar penumpang, hingga area parkir pelabuhan. Jumlah tersebut berasal dari Polres Bontang, <em>Koramil</em> 0908-01/Loktuan, karantina, dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).</p>
<p>Skemanya, penumpang akan diarahkan langsung melalui pintu samping pelabuhan setelah turun dari kapal. Sementara penumpang kapal yang hendak berangkat menunggu proses penumpang turun selesai di ruang tunggu pelabuhan.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan, jumlah pemudik melalui transportasi laut tahun ini mencapai 2.899 orang. Rinciannya 1.259 orang memilih berlayar pada keberangkatan pertama tanggal 1 Juni, sementara 1.640 orang di kloter kedua tanggal 4 Juni. Jumlah tersebut termasuk yang mengikuti program mudik gratis salah satu perusahaan di Kota Bontang. (ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/besok-puncak-arus-balik-jalur-laut/">Besok Puncak Arus Balik Jalur Laut </a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapal Perintis untuk Angkutan Lebaran</title>
		<link>https://bontangpost.id/kapal-perintis-untuk-angkutan-lebaran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2018 03:52:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Angkutan Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal Perintis]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=41352</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – Angkutan mudik lebaran ternyata bukan hanya KM Binaiya dengan rute Bontang-Awerange-Pare-Pare. Namun ternyata masih ada 1 kapal perintis dengan rute Bontang-Mamuju yang diperkirakan akan tiba pada 6 atau 7 Juni mendatang. Namun demikian, kapasitas kapal tersebut hanya mampu menampung sebanyak 100 orang penumpang. GM Pelindo 4 Bontang Hardin Hasyim mengatakan, setelah KM Binaiya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kapal-perintis-untuk-angkutan-lebaran/">Kapal Perintis untuk Angkutan Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – Angkutan mudik lebaran ternyata bukan hanya KM Binaiya dengan rute Bontang-Awerange-Pare-Pare. Namun ternyata masih ada 1 kapal perintis dengan rute Bontang-Mamuju yang diperkirakan akan tiba pada 6 atau 7 Juni mendatang. Namun demikian, kapasitas kapal tersebut hanya mampu menampung sebanyak 100 orang penumpang.</p>
<p>GM Pelindo 4 Bontang Hardin Hasyim mengatakan, setelah KM Binaiya berangkat di Senin (4/6) lalu, masih ada satu kapal penumpang lagi yang akan datang. “Menurut informasi, masih ada kapal kecil yang beberapa bulan lalu sudah melayani di Bontang, yakni KM Madu,” jelas Hardin saat diwawancara di Pelabuhan Loktuan.</p>
<p>Informasi kedatangannya pun, dikatakan Hardin antara tanggal 6 dan 7 Juni. “Itupun tidak terlalu banyak, kami berharap sesuai kapasitas yang ada, kurang lebih 100 orang,” ujarnya lagi.</p>
<p>Kata Hardin, KM Madu diluar pengelola PT Pelni, yakni termasuk angkutan kargo yang ditugaskan untuk angkutan perintis. Jadi dengan jumlah kapasitas terbatas serta fasilitas yang sangat minim. “Kami berharap, hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah terkait sehingga bisa mendapat kapal yang lebih besar,” ujarnya.</p>
<p>Hardin juga mengharapkan program mudik gratis BUMN yang sukses digarap oleh salah satu perusahaan di Bontang, untuk tahun depan rute dan kuotanya ditambah. Karena program tersebut sedikitnya telah membantu meringankan warga Bontang dan pemerintah untuk memberangkatkan masyarakatnya ke kampung halaman. “Kami berharap ada juga program pulang balik gratis yang menjadi harapan masyarakat semua. Semoga semua penumpang yang sedang dan akan berlayar selamat sampai tujuan tanpa kekurangan sesuatu apapun,” pungkasnya. (mga)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/kapal-perintis-untuk-angkutan-lebaran/">Kapal Perintis untuk Angkutan Lebaran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penumpang Keluhkan Harga Tiket Yang Tak Sesuai</title>
		<link>https://bontangpost.id/penumpang-keluhkan-harga-tiket-yang-tak-sesuai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jun 2017 04:55:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seribuan Penumpang Mudik untuk Keberangkatan Terakhir BONTANG – Arus mudik Lebaran melalui sektor transportasi laut ditutup pada Jumat (23/6) kemarin, dengan keberangkatan KM Queen Soya. Sebanyak 1.428 penumpang hendak berlayar menuju Parepare dari beberapa daerah sekitar Kota Bontang. Jumlah tersebut mendekati kotoa penumpang KM Queen Soya yang berkapasitas 1.600 penumpang. Namun keberangkatan kali ini menyisakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penumpang-keluhkan-harga-tiket-yang-tak-sesuai/">Penumpang Keluhkan Harga Tiket Yang Tak Sesuai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seribuan Penumpang Mudik untuk Keberangkatan Terakhir</p>
<p>BONTANG – Arus mudik Lebaran melalui sektor transportasi laut ditutup pada Jumat (23/6) kemarin, dengan keberangkatan KM Queen Soya. Sebanyak 1.428 penumpang hendak berlayar menuju Parepare dari beberapa daerah sekitar Kota Bontang.</p>
<p>Jumlah tersebut mendekati kotoa penumpang KM Queen Soya yang berkapasitas 1.600 penumpang. Namun keberangkatan kali ini menyisakan keluhan para penumpang yakni seputar harga tiket dengan fasilitas yang tidak sesuai.</p>
<p>Salah satunya dirasakan oleh Andi Nur (32), penumpang yang berasal dari Sangatta. Ia sudah berada di Pelabuhan Loktuan sejak Kamis (22/7) untuk memperoleh tiket. Nasib pilu dialami setelah mengetahui bahwa harga tiket ekonomi yang dibeli terdapat coretan.</p>
<p>“Tiket saya sebenarnya seharga Rp 245.000 tetapi ada coretan menjadi Rp 365.000. Lokasi dek yang saya dapatkan yakni dekat musala kapal, tepatya bagian dek terbuka atas kapal,” terangya.</p>
<p>Kegelisahan serupa juga dialami oleh Aisya (30) warga Tanjung Santan. Ia memperoleh lokasi yang sama dengan Andi Nur. Akan tetapi harga yang dibeli terjadi perbedaan yang signifikan.</p>
<p>“Saya membeli tiket melalui calo, dengan harga Rp 600.000. Apakah kondisi ini layak sementara saya mendapat tempat di atas yang rawan terjadi kebocoran jika terjadi hujan mengingat hanya beratapkan dengan seng,” ujar perempuan yang mudik bersama suaminya ini.</p>
<p>Kondisi lebih mengenaskan dialami oleh beberapa remaja dari sebuah organisasi di Sangatta. Bagaimana tidak, lokasi ruang Anak Buah Kapal (ABK) diperdagangkan kepada masyarakat umum. Sementara tiap orang dikenai harga tiket sesuai dengan tarif ekonomi.</p>
<p>“Tiap orang membayar Rp 395.000, tetapi kami ditempatkan di kamar yang hanya memuat dua orang saja. Sementara jumlah anggota kami tiap kamar 15 orang, bagaimana kami bisa melakukan istirahat dengan luas ruangan 2&#215;3 meter saja,” keluh koordinator organisasi tersebut yang enggan dipublikasikan.</p>
<p>Keberangkatan KM Queen Soya ini dilepas oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada pukul 14.15 Wita. Turut mendampinginya suaminya Andi Sofyan Hasdam, Kepala Dinas Perhubungan Sukardi dan General Manager <em>PT Pelindo IV Herdin</em> Hasyim.</p>
<p>Tak lupa Wali Kota Bontang menyapa para penumpang untuk menjaga kesehatan dalam perjalanan. Selain hal tersebut, Neni Moerniaeni berharap penumpang tetap menjalankan salat lima waktu dan berpuasa.</p>
<p>“Usahakan buka puasa bersama dengan penumpang lain. Semoga pelayaran ini sampai tujuan dengan selamat,” pesannya.</p>
<p>Terkait dengan keluhan penumpang yang mendapat fasilitas yang tidak sesuai, Neni Moerniaeni akan melakukan evaluasi ke depan dengan pihak terkait. Harapannya pengelola kapal dapat melayani penumpang secara maksimal.</p>
<p>Sementara itu operation KM Queen Soya Rudi menjelaskan bahwa keberangkatan kapal ini juga memuat tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan truk, dan 42 kendaraan roda dua.</p>
<p>“Tiket yang dijual berbeda tarif tiap kelasnya, kelas ekonomi dipatok nominal Rp 365.000, dek dua Rp 390.000, dek 3 dan 4 ditarik Rp 415.000, anak-anak Rp. 215.000. Sedangkan untuk kendaraan, untuk roda empat dibebankan membayar Rp 4,35 juta, truk Rp 5,6 juta, serta roda dua wajib membayar Rp 435.000 – 485.000. Tergantung tipe kendaraannya,” papar Rudi. (*/ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/penumpang-keluhkan-harga-tiket-yang-tak-sesuai/">Penumpang Keluhkan Harga Tiket Yang Tak Sesuai</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KM Queen Soya Sepi Penumpang</title>
		<link>https://bontangpost.id/km-queen-soya-sepi-penumpang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jun 2017 04:55:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15176</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin, 1.266 Penumpang dan 59 Kendaraan Berlabuh BONTANG – Keberangkatan KM Queen Soya tergolong sepi, Sabtu (17/6) kemarin. Sebanyak 1.226 tiket terjual dari total kapasitas KM Queen Soya yakni 1.600 penumpang. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) memang sudah memprediksi jumlah penumpang tidak akan melebihi total kapasitas. Maka dari itu, Dishub berani melakukan sistem dengan membuka pintu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/km-queen-soya-sepi-penumpang/">KM Queen Soya Sepi Penumpang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, 1.266 Penumpang dan 59 Kendaraan Berlabuh</p>
<p>BONTANG – Keberangkatan KM Queen Soya tergolong sepi, Sabtu (17/6) kemarin. Sebanyak 1.226 tiket terjual dari total kapasitas KM Queen Soya yakni 1.600 penumpang. Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) memang sudah memprediksi jumlah penumpang tidak akan melebihi total kapasitas. Maka dari itu, Dishub berani melakukan sistem dengan membuka pintu ruang tunggu sejak pukul 10.00 Wita</p>
<p>Sepinya penumpang menurut Dishub, terlihat pada bagian dek paling bawah. Dek ini hanya dipenuhi oleh kendaraan yang dibawa penumpang. Total 59 kendaraan roda dua dan 22 kendaraan roda empat terangkut dalam keberangkatan kemarin.</p>
<p>Berdasarkan tarif tiket pun tidak diketemukan lonjakan harga yang drastis rata-rata penumpang dipasang harga Rp 380.000 sampai Rp 450.000, sedangkan penumpang yang membawa kendaraan dibebani Rp 4.350.000 kategori roda empat dan Rp 435.000 sampai Rp 485.000 bagi kategori roda dua tergantung tipe kendaraan.</p>
<p>Kasi Sarana dan Prasarana Perhubungan Laut Welly Zakius mengatakan, keberangkatan dipastikan berjalan dengan lancar dan tertib. Tidak ada antrean panjang seperti arus mudik pada perjalanan KM Binaiya beberapa waktu lalu.</p>
<p>Nantinya, Dishub akan ada melakukan perubahan sistem keberangkatan KM Queen Soya pada Jumat (23/6) nanti.</p>
<p>“Prediksi kami puncak arus mudik di pelabuhan Loktuan akan terjadi pada Jumat depan. Pihak Dishub akan menutup pagar ruang tunggu terlebih dahulu untuk mengecek total tiket yang terjual, apakah masih di bawah total maksimal penumpang,” ujarnya.</p>
<p>Sebagai langkah pengantisipasian dari Dishub akan melakukan rapat dengan PT Pelindo IV terkait keberangkatan terakhir pada arus mudik tahun ini. Dalam rapat tersebut juga menentukan bagaimana teknis nanti jikalau <em>overload</em> penumpang.</p>
<p>“Penumpang pasti tidak mau tahu jikalau terjadi kelebihan muatan, apalagi status penumpang sudah di dalam dek kapal dengan memegang tiket. Hal semacam itulah yang akan kami antisipasi,” tukasnya. (*/ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/km-queen-soya-sepi-penumpang/">KM Queen Soya Sepi Penumpang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keberangkatan Terakhir KM Binaiya, Penumpang Melebihi Kapastitas</title>
		<link>https://bontangpost.id/keberangkatan-terakhir-km-binaiya-penumpang-melebihi-kapastitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jun 2017 04:59:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=15127</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masih Dianggap Wajar, Berebut Tempat di Dek  BONTANG – Jadwal keberangkatan terakhir KM Binaiya sebelum Idulfitri mengalami lonjakan penumpang yang drastis. Kepadatan penumpang telah memenuhi pelabuhan Lhoktuan sejak pagi hari, Jumat (16/6) kamarin. Hal ini menyebabkan terjadinya situasi crowded (ramai) di beberapa titik. Di antaranya loket masuk ruang tunggu pelabuhan, akses penumpang masuk kapal, serta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/keberangkatan-terakhir-km-binaiya-penumpang-melebihi-kapastitas/">Keberangkatan Terakhir KM Binaiya, Penumpang Melebihi Kapastitas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Masih Dianggap Wajar, Berebut Tempat di Dek</strong><strong> </strong></p>
<p>BONTANG – Jadwal keberangkatan terakhir KM Binaiya sebelum Idulfitri mengalami lonjakan penumpang yang drastis. Kepadatan penumpang telah memenuhi pelabuhan Lhoktuan sejak pagi hari, Jumat (16/6) kamarin.</p>
<p>Hal ini menyebabkan terjadinya situasi <em>cr</em><em>o</em><em>wded</em> (ramai) di beberapa titik. Di antaranya loket masuk ruang tunggu pelabuhan, akses penumpang masuk kapal, serta lokasi parkir kendaraan. Loket masuk ruang tunggu serta akses masuk kapal sempat terjadi antrean yang cukup panjang.</p>
<p>Situasi tersebut dikarenakan penumpang tidak sabar untuk mendapat tempat di dek kapal. Sementara akses jalan yang dilalui sangatlah sempit. Hal ini dikeluhkan oleh Karim salah satu penumpang yang berasal dari Bengalon. “Saya sempat melihat ibu-ibu membawa balita berdesakan, kasihan kalau sampai terluka,” terang pria yang ingin menuju Parepare ini.</p>
<p>Menurut data Dinas Perhubungan (Dishub) telah terjual tiket sebanyak 1.670 lembar. Jumlah tersebut melebihi total kapasitas penumpang KM Binaiya yang melayani rute Bontang-Awerange yaitu 1.250.</p>
<p>“Kelebihan penumpang ini masih wajar karena ada instruksi dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) terkait batas <em>overload</em> penumpang yang diakomodir maksimal 30 persen dari total kapasitas penumpang dalam arus mudik tahun ini,” terang Kabid Perhubungan Laut dan Udara Sjafruddin.</p>
<p>Lokasi parkir pelabuhan Loktuan tidak cukup memuat jumlah kendaraan para pengantar penumpang. Akibatnya, puluhan kendaraan roda empat terpaksa parkir di bahu jalan Slamet Riyadi. Langkah yang diambil oleh Dishub yakni berkirim surat kepada PT Black Bear untuk meminjam lahan perusahaan tersebut untuk digunakan parkir.</p>
<p>“Pimpinan perusahaan sudah memberikan izin untuk digunakan mulai keberangkatan selanjutnya. Ke depan, kami akan arahkan kendaraan pengantar penumpang ke lahan tersebut apabila parkir pelabuhan telah padat,” terang Sjafruddin.</p>
<p>KM Binaiya akhirnya meninggalkan pelabuhan Lhoktuan pada pukul 15.20 Wita. Jadwal tersebut sempat molor 20 menit dari jadwal yang diterbitkan oleh Dishub. (*/ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/keberangkatan-terakhir-km-binaiya-penumpang-melebihi-kapastitas/">Keberangkatan Terakhir KM Binaiya, Penumpang Melebihi Kapastitas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Kapal Ramaikan Arus Mudik Bontang, Libatkan 34 Personel Gabungan di Pelabuhan</title>
		<link>https://bontangpost.id/tiga-kapal-ramaikan-arus-mudik-bontang-libatkan-34-personel-gabungan-di-pelabuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[BontangPost]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jun 2017 04:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bontang]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan Bontang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bontangpost.id/?p=14351</guid>

					<description><![CDATA[<p>BONTANG – PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) mengerahkan tiga armada kapal laut untuk arus mudik lebaran 2017. Tiga kapal tersebut yakni KM Binaiya dengan rute Bontang-Awerange, KM Queen Soya rute Bontang menuju Pare-pare, dan KM Alken Pelangi dari Bontang ke Mamuju. Hal ini terungkap saat Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dipanggil Komisi III DPRD Bontang, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-kapal-ramaikan-arus-mudik-bontang-libatkan-34-personel-gabungan-di-pelabuhan/">Tiga Kapal Ramaikan Arus Mudik Bontang, Libatkan 34 Personel Gabungan di Pelabuhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BONTANG – PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) mengerahkan tiga armada kapal laut untuk arus mudik lebaran 2017. Tiga kapal tersebut yakni KM Binaiya dengan rute Bontang-Awerange, KM Queen Soya rute Bontang menuju Pare-pare, dan KM Alken Pelangi dari Bontang ke Mamuju.</p>
<p>Hal ini terungkap saat Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dipanggil Komisi III DPRD Bontang, terkait kesiapan sarana transportasi darat maupun laut untuk mudik Lebaran. “Jadwal kapal tersebut masuk Pelabuhan  Loktuan dengan jeda tiap pekan,” ujar Kadishub Sukardi, kemarin.</p>
<p>Berkaitan dengan tarif angkutan laut, Dishub memastikan tidak akan ada kenaikkan. “Masih tetap sama untuk KM Binaiya Rp 275.000 sedangkan KM Queen Soya Rp 450.000,” sambung Sukardi.</p>
<p>Sementara itu, Dishub memprediksi puncak arus mudik jalur darat terjadi mulai H-7 Lebaran. Sedangkan jalur laut, Dishub sudah mulai mengantisipasi sejak H-15 Lebaran</p>
<p>“Kami juga libatkan 34 personel gabungan baik dari Kepolisian, Kodim, maupun Dishub untuk <em>standby</em> di pelabuhan. Untuk arus darat kami terjunkan 25 orang di Posko tugu masuk Kota Bontang,” ujar Sukardi.</p>
<p>Dalam rapat kemarin, Komisi III DPRD Bontang juga menyoroti jalur masuk pelabuhan dan parkir yang masih tak beraturan.  Menanggapi sorotan tersebut, Dishub berjanji  bakal mengantisipasinya. “Masalah macetnya jalur masuk pelabuhan, hal ini dikarenakan lahan parkir yang terbatas. Kami nanti  akan menggunakan lahan dari PT Black Bear untuk mengantisipasi membeludaknya kendaraan penjemput dan pengantar,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu Komisi III DPRD meminta agar dapat meremajakan Bus Damri. “Kalau Bus Patas ini sudah bagus jikalau siang menurunkan penumpangnya di terminal, nah yang masalah ini bus Damri kondisinya memprihatinkan,” tukas H Rustam Ketua Komisi III DPRD Bontang. (*/ak)</p>
<p>Artikel <a href="https://bontangpost.id/tiga-kapal-ramaikan-arus-mudik-bontang-libatkan-34-personel-gabungan-di-pelabuhan/">Tiga Kapal Ramaikan Arus Mudik Bontang, Libatkan 34 Personel Gabungan di Pelabuhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://bontangpost.id">Bontang Post </a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
